Rabu, 13 Mei 2026

Progres Capai 98 Persen, Jembatan Siak Perkuat Konektivitas Rengat–Pekanbaru

Faliruddin Lubis - Senin, 09 Februari 2026 12:45 WIB
Progres Capai 98 Persen, Jembatan Siak Perkuat Konektivitas Rengat–Pekanbaru
IST
Progres Capai 98 Persen, Jembatan Siak Perkuat Konektivitas Rengat–Pekanbaru.

POSMETRO MEDAN,Riau– PT Hutama Karya (Persero) terus mempercepat pembangunan Jalan Tol Trans Sumatra (JTTS), salah satunya pada Ruas Tol Rengat–Pekanbaru Seksi Junction Pekanbaru–Bypass Pekanbaru.

Hingga Januari 2026, progres konstruksi ruas tol tersebut telah mencapai 71,07 persen, sementara progres pengadaan lahan tercatat sebesar 83,52 persen.

Salah satu struktur utama pada ruas ini, yakni Jembatan Siak, kini memasuki tahap akhir penyelesaian dengan progres konstruksi mencapai 98 persen.

Baca Juga:

Jembatan yang melintasi Sungai Siak tersebut menjadi elemen strategis dalam memperkuat konektivitas wilayah Pekanbaru dan sekitarnya.

"Sungai Siak dikenal sebagai salah satu sungai terdalam di Indonesia dan selama ini menjadi pemisah alami antara sejumlah wilayah di Kota Pekanbaru dan Kabupaten Kampar. Kehadiran Jembatan Siak di STA 193+560 ini menjadi jembatan kelima yang menghubungkan kawasan tersebut, sekaligus memperkuat jaringan jalan tol sebagai jalur distribusi utama," ujar Executive Vice President (EVP) Sekretaris Perusahaan Hutama Karya, Mardiansyah.

Baca Juga:

Jembatan Siak memiliki panjang total 214,5 meter dengan bentang utama sepanjang 97,5 meter. Infrastruktur ini dirancang untuk meningkatkan kelancaran arus lalu lintas, mempercepat mobilitas masyarakat, serta mendukung efisiensi distribusi barang dan jasa di wilayah Pekanbaru dan sekitarnya.

Dari sisi konstruksi, jembatan ini menggunakan struktur box girder dengan metode balanced cantilever menggunakan form traveller. Pekerjaan struktur utama berhasil diselesaikan dalam waktu sekitar enam bulan, mencerminkan efektivitas perencanaan dan pelaksanaan konstruksi di lapangan.

Ruas Tol Rengat–Pekanbaru Seksi Junction Pekanbaru–Bypass Pekanbaru nantinya akan terintegrasi dengan sejumlah ruas tol utama lainnya, yakni Tol Pekanbaru–Rengat, Tol Pekanbaru–Dumai, serta Tol Pekanbaru–Bangkinang–XIII Koto Kampar, yang seluruhnya merupakan bagian dari jaringan JTTS.

"Keberadaan Jembatan Siak berperan penting dalam memperkuat integrasi antar-ruas tol di Provinsi Riau serta mendukung kelancaran distribusi logistik. Kami berharap infrastruktur ini dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah," tambah Mardiansyah.

Selain meningkatkan konektivitas antarwilayah dan mengurangi kepadatan lalu lintas di jalan arteri, proyek ini juga membuka akses menuju kawasan industri, perdagangan, serta pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru di sekitar Pekanbaru.

Seluruh pekerjaan konstruksi dilaksanakan dengan penerapan standar keselamatan dan mutu yang ketat, serta berhasil mencatatkan capaian **Zero Accident**.

"Ke depan, keberadaan ruas tol ini diharapkan semakin memperkuat peran JTTS sebagai tulang punggung konektivitas darat di Pulau Sumatra, sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi regional dan pemerataan pembangunan di Provinsi Riau. Hutama Karya berkomitmen untuk terus menghadirkan infrastruktur strategis nasional yang berkualitas, aman, dan memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat," tutup Mardiansyah.

Hingga saat ini, Hutama Karya telah membangun JTTS sepanjang ±1.235 kilometer, baik yang telah beroperasi maupun yang masih dalam tahap konstruksi. Ruas tol yang telah beroperasi penuh antara lain Tol Bakauheni–Terbanggi Besar (140 km), Tol Terbanggi Besar–Pematang Panggang–Kayu Agung (189 km), Tol Palembang–Indralaya (22 km), Tol Indralaya–Prabumulih (64 km), Tol Betung–Jambi Seksi 3 Bayung Lencir–Tempino (33,6 km), Tol Bengkulu–Taba Penanjung (16,725 km), Tol Pekanbaru–Dumai (132 km), Tol Medan–Binjai (17 km), Tol Binjai–Langsa Seksi Binjai–Pangkalan Brandan (58 km), Tol Pekanbaru–XIII Koto Kampar (55,4 km), Tol Padang–Sicincin (35,45 km), Tol Indrapura–Kisaran (48 km), Tol Kuala Tanjung–Tebing Tinggi–Sinaksak (91 km), serta Tol Sigli–Banda Aceh Seksi 2–6 (49 km). (REL)

Tags
beritaTerkait
Kejari Gunungsitoli Menang Praperadilan: Penyidikan Korupsi RS Nias Rp38 M Sah Secara Hukum
Kecelakaan Maut Bus Halmahera di Tol, Gara-gara Pick Up Bawa Ayam Lepas Ban, Lihat Identitas Korban
Bus Halmahera Kecelakaan di Tol Sergai, 4 Penumpang Tewas
PN Medan Tolak Praperadilan PPK & Kontraktor RS Pratama Nias, Kejari Gunungsitoli Lanjut Usut Korupsi Rp38,5 M
Kejari Gunungsitoli Tahan KPA Pembangunan RS Pratama Nias Terkait Dugaan Tipikor
Mantan Suami pun Nyaris Dihabisi, Pelaku Sempat Beri Uang Rp50 Ribu
komentar
beritaTerbaru