Sabtu, 25 April 2026

Pemimpin Iran Ayatollah Ali Khamenei Tewas dalam Serangan AS-Israel, Putra Mahkota Reza Pahlavi Buka Suara

Faliruddin Lubis - Minggu, 01 Maret 2026 11:57 WIB
Pemimpin Iran Ayatollah Ali Khamenei Tewas dalam Serangan AS-Israel, Putra Mahkota Reza Pahlavi Buka Suara
Twitter@IranTimes9
Ayatollah Ali Khamenei.

Khamenei-lah yang membentuk aparat militer dan paramiliter yang membentuk pertahanan Iran terhadap musuh-musuhnya dan memberikannya pengaruh yang meluas jauh melampaui perbatasannya.

Sebelum menjadi pemimpin tertinggi, dia telah memimpin Iran sebagai presiden melalui perang berdarah dengan Irak pada tahun 1980-an. Konflik yang berkepanjangan, ditambah dengan rasa isolasi di antara banyak warga Iran karena negara-negara Barat mendukung pemimpin Irak Saddam Hussein, memperdalam ketidakpercayaan Khamenei terhadap Barat secara umum, dan AS secara khusus.

Baca Juga:

Khamenei mengajar mata kuliah yurisprudensi dan kelas interpretasi teologi publik, yang juga memungkinkannya untuk menjangkau audiens yang semakin luas, terutama mahasiswa muda yang mulai kecewa dengan monarki.

Monarki Iran pada saat itu telah dipulihkan ke kekuasaan absolut setelah kudeta yang diatur oleh MI6 dan CIA pada tahun 1953, yang menggulingkan Perdana Menteri Mohammad Mosaddegh yang terpilih secara demokratis setelah dia mencoba menasionalisasi industri minyak Iran.

Baca Juga:

Sebagai aktivis politik, Khamenei berulang kali ditangkap oleh polisi rahasia Shah (SAVAK) dan dijatuhi hukuman pengasingan di kota terpencil Iranshahr di Iran tenggara, tetapi kembali untuk ikut serta dalam protes tahun 1978 yang menyebabkan berakhirnya pemerintahan Pahlavi.(DetikNews)

Tags
beritaTerkait
Berjemur di Kutalimbaru, Bupati Borong Cabai Petani
Pasien belum Rawat Inap,  Ditagih Rp 6,4 juta, RS Latersia kok bisa Gitu?
Jual Beli Terselubung Narkoba di Tengah Aktivitas Pasar Tradisional, Satresnarkoba Polrestabes Medan Ringkus Penjual
Penataan Kabel Udara Deli Serdang Dimulai, Lubuk Pakam Jadi Pilot Project
Komite Pemekaran Siap Paparkan Kajian Akademis Provinsi Sumatera Pantai Timur
Cegah Penyebaran HIV/AIDS di Lapas, Ketum HARI Desak Kementerian IMIPAS Wajibkan Cek Darah Napi
komentar
beritaTerbaru