Pengedar Uang Palsu Ditangkap di Pajak Diponegoro Kisaran, Polisi Amankan Sejumlah Barang Bukti
Pengedar Uang Palsu Ditangkap di Pajak Diponegoro Kisaran, Polisi Amankan Sejumlah Barang Bukti.
Peristiwa 3 jam lalu
POSMETRO MEDAN, Jakarta-Bupati Cilacap Syamsul Auliya Rachman kena operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Jumat (13/3/2026) di Jawa Tengah.
Penangkapan ini menjadi OTT kesembilan KPK sepanjang 2026 dan juga disebut sebagai operasi ketiga yang dilakukan selama bulan Ramadan tahun ini.
Baca Juga:
Operasi tangkap tangan yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), tidak hanya menangkap Bupati Cilacap, Syamsul Auliya Rachman bersama 26 orang lainnya, tapi juga menyita sejumlah uang tunai.
Sejumlah uang yang berhasil disita KPK itu dalam bentuk mata uang rupiah. Hanya saja, berapa banyak yang yang disita dari penangkapan tersebut, KPK belum merincinya.
Baca Juga:
"Barang bukti yang diamankan dalam peristiwa tertangkap tangan ini salah satunya adalah dalam bentuk uang tunai," ujar Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Jumat.
Budi menyebut, pihak penyidik KPK saat ini masih melakukan perhitungan terhadap jumlah uang yang disita dalam operasi tersebut.
"Untuk jumlahnya nanti kami akan update (beri tahu, red.) kembali. Ini kan masih dalam proses ya," katanya.
KPK memiliki waktu 1 x 24 jam untuk menentukan status dari pihak yang ditangkap dalam OTT tersebut, termasuk Bupati Cilacap yang merupakan kepala daerah di Provinsi Jawa Tengah, sesuai dengan Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP).
Dewan Pengurus Pusat Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menyatakan menghormati proses hukum terhadap kadernya sekaligus Bupati Cilacap, Syamsul Auliya Rachman yang terjaring OTT.
"Kami menghormati semua proses hukum dan menjunjung tinggi hukum," ujar Sekretaris Jenderal DPP PKB M. Hasanuddin Wahid, Jumat.
Ia mengatakan DPP PKB memandang kasus yang menjerat Bupati Cilacap sebagai pelajaran untuk seluruh kader partai agar tidak bermain-main dan selalu menjaga diri dari seluruh perbuatan melawan hukum.
Selain itu, OTT tersebut berkaitan dengan dugaan penerimaan atas proyek-proyek di lingkungan Pemerintah Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah.
Syamsul Auliya Rachman dikenal sebagai politikus muda yang memimpin Kabupaten Cilacap dalam periode pemerintahan 2025-2030.
Syamsul berasal dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan menjabat sejak 20 Februari 2025 setelah dilantik Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta.
Pria yang lahir pada 30 November 1985 ini aktif di ranah politik lokal sebelum akhirnya memenangkan kontestasi kepala daerah dan menjabat sebagai bupati.
Selama masa kepemimpinannya, ia mengusung berbagai agenda pembangunan daerah, termasuk peningkatan infrastruktur dan penguatan sektor ekonomi lokal di wilayah pesisir selatan Jawa Tengah.
Selain sebagai bupati, Syamsul juga menjabat sebagai Ketua Dewan Tanfidz DPC PKB Kabupaten Cilacap periode 2021-2026.
Pada Pilbup Cilacap 2024, Syamsul mencalonkan diri sebagai Bupati Cilacap bersama politikus Partai Golongan Karya, Ammy Amalia Fatma Surya.
Pasangan calon ini berhasil unggul dengan meraih 414.533 suara atau 43,81% dari total suara sah.
Riwayat pendidikan Syamsul dimulai di SDN Tritih Wetan 1 (1992-1998), kemudian melanjutkan SMP dan SMA di SMP Negeri 5 Cilacap (1998-2001) dan SMA Negeri 1 Cilacap (2001-2004).
Ia menempuh pendidikan tinggi di Institut Pemerintahan Dalam Negeri (2004-2008).
Sebelum menjabat bupati, Syamsul bekerja sebagai Kasi Trantibum Kecamatan Kedungreja (2012-2013), kemudian menjadi Kasubag Otonomi Daerah dan Kerjasama pada Bagian Tata Pemerintahan Pemerintah Kabupaten Cilacap (2013-2016).
Ia kemudian menjadi Wakil Bupati Cilacap periode 2017-2022 berpasangan dengan Bupati Cilacap Tatto Suwarto Pamuji.
Harta Kekayaan
Berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN), Syamsul memiliki kekayaan sekitar Rp12,03 miliar.
Aset terbesar berasal dari tanah dan bangunan senilai sekitar Rp8,15 miliar, disusul kendaraan dan aset lain. Dalam laporan tersebut juga tercatat utang sekitar Rp215 juta.
Total Kekayaan (LHKPN 2025)
Total harta: sekitar Rp12 miliar.
Utang: Rp215 juta.
Total kekayaan bersih: sekitar Rp11,9 miliar setelah dikurangi utang.
Rincian Aset
Tanah dan Bangunan Rp8,15 miliar.
Alat Transportasi dan Mesin Rp1,93 miliar (beberapa kendaraan mobil dilaporkan dalam LHKPN (Toyota Minibus & Toyota SUV).
Harta Bergerak Lainnya Rp250 juta.
Kas dan Setara Kas Rp385 juta.
Harta Lainnya Rp500 juta.
Utang Rp215 juta (mengurangi total harta yang dilaporkan).(Tirto/fajar)
Pengedar Uang Palsu Ditangkap di Pajak Diponegoro Kisaran, Polisi Amankan Sejumlah Barang Bukti.
Peristiwa 3 jam lalu
Kuburannya Digali OTK, Warga Temukan Mayat Tak Jauh Dari Kuburannya.
Peristiwa 3 jam lalu
Nikah di CFD, Rico Waas Ingatkan Pentingnya Pencatatan Pernikahan.
Medan 4 jam lalu
POSMETRO MEDAN,Medan Personel BatalyonA Pelopor Satuan Brimob Polda Sumut dikerahkan dalam kegiatan Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (K
Medan 4 jam lalu
POSMETRO MEDAN,TAPANULI TENGAH Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim) Polres Tapanuli Tengah berhasil mengungkap kasus tindak pidana penc
Kriminal 5 jam lalu
POSMETRO MEDAN, Medan Pemerhati sosial sekaligus tokoh masyarakat, M. Arif Tanjung, menyerukan doa dan harapan terbaik bagi seluruh romb
Medan 6 jam lalu
POSMETRO MEDANSumatera Utara selama ini dikenal sebagai daerah agraris. Namun di balik kontribusi sektor pertanian yang mencapai sekitar 23
Peristiwa 6 jam lalu
Diperkuat Elkan Baggott, Ipswich Town Promosi ke EPL Musim Depan
Sport 7 jam lalu
Ambulans Bawa Jenazah Tabrak Truk di Tol Tebing TinggiIndrapura, 2 Tewas
Peristiwa 7 jam lalu
POSMETRO MEDANKoperasi Danata yang bermarkas di Jalan Udara No. 5 Berastagi, Kabupaten Karo, terancam dilaporkan ke pihak berwajib oleh ahl
Bisnis 8 jam lalu