Seperti hari Sabtu ini,
Pagi-pagi sekali saya sudah bersiap. Jalanan Jakarta masih lengang. Banyak orang menuju tempat rekreasi, tempat ibadah, atau sekadar menikmati sarapan bersama orang yang mereka cintai.
Baca Juga:
Saya melangkah melalui gedung bertuliskan Tahanan Polda Metro Jaya setiap Minggu, dengan satu pikiran yang sama :
Ini bukan tentang saya. Ini tentang harga dari sebuah keberanian untuk berbicara.
Baca Juga:
Saya tidak pernah mencari jalan ini. Tetapi ketika kebenaran memanggil, kita tidak selalu diberi pilihan untuk hidup nyaman.
Ada rasa perih, tentu saja. Ada rasa lelah, pasti. Ada juga saat-saat ketika hati bertanya dalam diam: Apakah semua ini akan dimengerti suatu hari nanti?
Tetapi setiap kali pertanyaan itu muncul, saya mengingat satu hal yang jauh lebih besar daripada rasa takut. Bahwa sejarah selalu ditulis oleh mereka yang tetap berdiri ketika tekanan datang.
Setiap minggu bagi saya sekarang bukan lagi sekadar hari Wajib Lapor. Setiap Minggu menjadi pengingat. Pengingat bahwa jalan kebenaran tidak selalu mudah. Pengingat bahwa suara hati kadang harus dibayar mahal.
Dan pengingat bahwa ketegaran sering lahir dari tempat yang paling sunyi. Saya datang, saya melapor, saya pulang. Lalu hidup berjalan lagi seperti biasa. Karena pada akhirnya saya percaya satu hal:
Kebenaran mungkin bisa ditekan, Tetapi tidak pernah bisa dihentikan.
Tags
beritaTerkait
komentar