Harga Tiket Pesawat Melesat Naik, Jakarta-Medan Tembus Rp4,6 Juta
Kenaikan harga tiket ini sejalan dengan lonjakan harga avtur PT Pertamina (Persero) yang meningkat hingga 72,45 persen sejak 1 April 2026.
Bisnis 41 menit lalu
POSMETRO MEDAN, Mataram - Meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) tidak selalu harus ditempuh dengan menaikkan tarif pajak. Perbaikan tata kelola data justru menjadi kunci, terutama melalui penyelarasan informasi pertanahan dan perpajakan yang selama ini masih berjalan terpisah di sejumlah daerah.
"Integrasi antara Nomor Induk Bidang (NIB) dengan Nomor Objek Pajak (NOP) terbukti mampu meningkatkan penerimaan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) hingga 300% tanpa menaikkan tarif. Ini murni karena perbaikan dan sinkronisasi data," ujar Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid saat memimpin Rapat Koordinasi (Rakor) bersama Gubernur, Bupati, dan Wali Kota se-NTB, di Kantor Gubernur NTB, Mataram.
Kementerian ATR/BPN mencatat, masih banyak ketidaksesuaian antara data bidang tanah dengan data objek pajak di daerah. Kondisi ini menyebabkan potensi penerimaan belum tergarap optimal, bahkan berisiko menimbulkan ketidakadilan dalam penetapan pajak bagi masyarakat.
Baca Juga:
"Selama ini banyak data yang belum sinkron antara pertanahan dan perpajakan. Akibatnya potensi penerimaan tidak maksimal, padahal kalau datanya terintegrasi, tanpa menaikkan tarif pun penerimaan bisa meningkat signifikan," ungkap Menteri Nusron.
Pengalaman sejumlah daerah menunjukkan bahwa integrasi data mampu memberikan dampak signifikan terhadap PAD. Kota Tangerang, Kota Tangerang Selatan, dan Kabupaten Sragen, menjadi contoh daerah yang berhasil meningkatkan penerimaan PBB secara drastis setelah menyelaraskan data pertanahan dan perpajakan. Dengan sistem terintegrasi, setiap bidang tanah memiliki identitas tunggal yang sama sehingga meminimalisir duplikasi maupun kekeliruan pencatatan.
Baca Juga:
Langkah serupa dinilai relevan untuk mulai diterapkan di daerah lain, termasuk NTB, dengan memanfaatkan wilayah yang memiliki kesiapan data lebih baik sebagai percontohan. Integrasi data tidak hanya berkontribusi pada peningkatan PAD, tapi bisa memperkuat transparansi serta akuntabilitas dalam pengelolaan data pertanahan dan perpajakan.
Ke depan, sinergi antara data pertanahan dan pajak diharapkan menjadi fondasi penting dalam mendukung pembangunan daerah yang lebih efektif, sekaligus menghadirkan sistem yang lebih adil bagi masyarakat (Rel/Lkt)
Kenaikan harga tiket ini sejalan dengan lonjakan harga avtur PT Pertamina (Persero) yang meningkat hingga 72,45 persen sejak 1 April 2026.
Bisnis 41 menit lalu
POSMETRO MEDAN, Medan Kebijakan Work From Home (WFH) yang diterapkan di lingkungan Kementerian Agama tidak menyurutkan semangat Aparatur S
Medan 43 menit lalu
Gambar dan video pemandangan langka ini dibagikan di berbagai platform media sosial, termasuk Instagram, X, dan Facebook
Global 48 menit lalu
POSMETRO MEDAN, Langkat Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 3 Langkat berhasil mengantarkan siswasiswi berprestasi lulus Seleksi Nasional Berdas
Sumut 52 menit lalu
Hasilhasil itu bikin Madrid berpotensi mengakhiri musim tanpa gelar, seperti halnya musim lalu. Ini tentu jadi preseden buruk untuk klub s
Sport 57 menit lalu
POSMETRO MEDAN, Jakarta Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid, menghadiri Pengukuhan dan
Inter-Nasional satu jam lalu
Polres Labusel Gelar Patroli Skala Besar, Sikat Habis Geng Motor dan Begal 3C.
Sumut satu jam lalu
POSMETRO MEDAN, Mataram Meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) tidak selalu harus ditempuh dengan menaikkan tarif pajak. Perbaikan tata
Inter-Nasional 2 jam lalu
Liburan di Bali, Miss Universe 2024 Mendadak Viral karena Naik Ojol.
Inter-Nasional 2 jam lalu
Newsroom FC Labuhanbatu Segel Status Raksasa Baru di Porwasu 2026, Raih Juara ll.
Sport 2 jam lalu