Pemiliknya Bang Min Masih DPO, Sampai di Medan Pembelinya Rupanya Polisi
Jual Beli Ganja 20 Kg, 2 Pria Divonis 20 Tahun Penjara.
Medan 7 menit lalu
POSMETRO MEDAN,Medan—Langkah berani Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Dr. Jean Calvijn Simanjuntak, kembali menjadi sorotan.
Setelah sukses membongkar jaringan bandar-bandar besar narkoba yang selama ini menjerat masyarakat Kota Medan, kini perwira menengah Polri itu melangkah lebih jauh membongkar akar kejahatan yang selama ini bersembunyi di balik bisnis botot dan rayap besi.
Dalam waktu kurang dari sebulan masa jabatannya, Calvijn telah mengubah wajah pemberantasan kriminalitas di Kota Medan. Ia tidak hanya menindak pelaku di lapangan, tetapi juga menelusuri siapa yang menjadi penyokong ekonomi dari berbagai tindak kejahatan, mulai dari narkoba, begal, pencurian besi, hingga premanisme yang meresahkan warga.
Baca Juga:
Sabtu (1/11/2025), saat memimpin Apel Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD) di kawasan Kebun Bunga, Medan, Kombes Calvijn mengeluarkan perintah tegas kepada seluruh jajarannya: barak-barak narkoba harus menjadi sasaran utama sepanjang November 2025.
Apel tersebut dihadiri ratusan personel gabungan dari Sat Brimobda Polda Sumut, Dit Samapta, serta seluruh Polsek jajaran Polrestabes Medan.
Baca Juga:
Dalam arahannya, Calvijn menegaskan bahwa perang melawan narkoba bukan hanya soal memberantas pengguna dan pengedar, tetapi juga menghancurkan akar penyebabnya.
"Rantai kejahatan ini harus diputus. Kalau kita biarkan, apakah kita rela narkoba ada di depan kamar anak-anak kita? Untuk bulan ini, fokus kita adalah barak-barak narkoba," ujarnya lantang di hadapan personel.
Dalam 22 hari masa jabatannya, Polrestabes Medan telah menangani 281 kasus kejahatan, dan mencengangkan 253 di antaranya terkait penyalahgunaan narkotika.
Fakta ini menjadi bukti nyata bahwa narkoba bukan hanya masalah kesehatan, tapi juga sumber dari banyak tindak kriminal di Medan.
Kombes Calvijn juga menaruh perhatian khusus pada tiga wilayah yang dianggap rawan kriminalitas tinggi, yakni Medan Tembung, Medan Sunggal, dan Medan Baru.
Ketiga wilayah ini dinilai menjadi simpul dari berbagai tindak pidana jalanan dan peredaran narkoba. Oleh karena itu, Calvijn memerintahkan jajaran Polsek di daerah tersebut untuk meningkatkan patroli malam dan memperkuat operasi KRYD.
"Kunci utama adalah lakukan patroli di tempat-tempat yang potensi kejahatannya tinggi. Saya akan pantau langsung pelaksanaannya. Bahkan, saya akan turun tengah malam untuk melihat hasilnya," tegasnya.
Tak berselang lama, gebrakan lanjutan dilakukan. Polrestabes Medan menggerebek sebuah gudang botot di Jalan Haji Anif, Kecamatan Percut Sei Tuan, yang diduga menjadi pusat penampungan hasil kejahatan jalanan.
Penggerebekan itu dipimpin langsung oleh Kombes Calvijn dan menjadi bukti konkret bahwa kepolisian tidak berhenti hanya di level pelaku lapangan. Gudang tersebut diduga kuat menjadi tempat penadah hasil curian, dari sepeda motor hingga besi jaringan Telkom.
"Ini adalah botot milik Samuel, yang kami tangkap karena perannya sebagai penadah. Tidak boleh lagi ada penampung hasil kejahatan di kota ini," tegas Calvijn.
Dari hasil pengungkapan, sedikitnya 159 kasus berhasil diurai dari jaringan tersebut — mulai dari begal, pencurian besi, narkoba, hingga geng motor dan pemerasan.
Rinciannya, Begal: 15 kasus, 22 tersangka (11 dilumpuhkan karena melawan petugas), Pencurian Besi/Kayu: 60 kasus, 96 tersangka, dengan barang bukti mulai dari kabel Telkom, balok kayu, kusen, hingga peralatan berat.
Narkoba: 81 kasus, 95 tersangka, dengan barang bukti sabu 32,35 gram. Kemudian, Geng Motor dan Tawuran: 3 kasus, 6 tersangka, serta Premanisme: 1 kasus, 1 tersangka.
Menurut Calvijn, keberanian para pelaku kriminal beraksi tidak lepas dari adanya "pasar aman" untuk menjual hasil kejahatan mereka. Dengan menindak tegas para penadah seperti di gudang botot tersebut, Polrestabes Medan berusaha memutus rantai ekonomi kejahatan.
"Kalau tidak ada yang menampung hasil curian, tidak akan ada yang berani mencuri. Kita sikat dari hulunya, bukan hanya hilirnya," tegas Calvijn di lokasi.
Prarekonstruksi di tempat kejadian bahkan memperlihatkan bagaimana sistematisnya transaksi di gudang tersebut, barang curian datang, ditimbang, lalu langsung dibayar tanpa satu pun pertanyaan tentang asal usulnya.
Langkah Kombes Jean Calvijn Simanjuntak menjadi sinyal kuat bahwa era baru penegakan hukum di Medan telah dimulai. Ia tidak hanya mengejar pelaku, tetapi juga berupaya membongkar struktur pendukung kejahatan, dari bandar narkoba hingga penadah barang curian.
Dengan strategi terarah dan keberanian turun langsung ke lapangan, Polrestabes Medan kini berupaya memulihkan kepercayaan publik dan menciptakan rasa aman di kota yang selama ini dikenal rawan oleh berbagai tindak kriminal.
"Semua laporan masyarakat harus segera ditindaklanjuti. Siapa pun yang berani melawan petugas atau merusak fasilitas umum, akan kami tindak tegas," pungkasnya.
Langkah tegas itu bukan sekadar operasi biasa, melainkan upaya membongkar akar persoalan yang telah lama mencengkeram jantung Kota Medan. Dari barak narkoba hingga rayap besi, Kapolrestabes Medan kini tak hanya mengguncang para bandar, tapi juga menumbangkan akar-akar kejahatan yang selama ini tersembunyi.(RED/*)
Jual Beli Ganja 20 Kg, 2 Pria Divonis 20 Tahun Penjara.
Medan 7 menit lalu
Kemerdekaan ke81 Harus Jadi Momentum Benahi Pengelolaan Pendidikan.
Inter-Nasional 38 menit lalu
Jaga Tanaman Tetap Subur, Babinsa Dampingi Petani Bersihkan Gulma di Kebun Jahe.
Bisnis 56 menit lalu
POSMETRO MEDAN,BATAM Gubernur Sumatera Utara (Sumut), Muhammad Bobby Afif Nasution, memperjuangkan penambahan Transfer Keuangan Daerah (
Medan 2 jam lalu
PKBM Bumi Literasi Tuan Rumah Digitalisasi Pembelajaran SPNF Deli Serdang.
Sumut 2 jam lalu
POSMETRO MEDAN,NIAS BARAT Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut) terus memperkuat pelaksanaan Universal Health Coverage (U
Sumut 2 jam lalu
Prabowo Pangkas Bunga Cicilan Motor Listrik, DP Bakal Nol Yang Masih Pakai Motor Bensin Rasain Sendiri
Global 4 jam lalu
Buktikan Potensi "Hidden Gem", LLDikti I Gelar Perlombaan Mahasiswa Inklusi Rayakan Hari Kemerdekaan RI.
Medan 4 jam lalu
Sambut HUT Perak, Posmetro Medan Bikin Rakerda.
Sumut 4 jam lalu
Sopir taksi online di Medan berinisial JST (21) mencuri 11 alat musik gereja yang totalnya mencapai Rp61 juta.
Kriminal 11 jam lalu