Rico Waas Dorong Transformasi PUD Pasar, Tekankan Modernisasi Sistem Dan Kinerja Profesional
Rico Waas Dorong Transformasi PUD Pasar, Tekankan Modernisasi Sistem Dan Kinerja Profesional
Medan 14 menit lalu
POSMETRO MEDAN, Medan – Polrestabes Medan berhasil mengungkap praktik perdagangan bayi yang dioperasikan melalui media sosial. Dalam kasus ini, polisi mengamankan sejumlah tersangka, termasuk seorang ibu kandung, pembeli, hingga asisten rumah tangga (ART) yang terlibat dalam proses pemasaran.
Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Dr. Jean Calvijn Simanjuntak, S.I.K., M.H., mengungkapkan bahwa pengungkapan ini bermula dari informasi masyarakat mengenai adanya dugaan tindak pidana perdagangan orang (TPPO) di sebuah lokasi di Medan.
Saat melakukan penggerebekan, petugas pertama kali mengamankan tersangka berinisial BS, yang merupakan ibu kandung dari bayi tersebut. Awalnya, BS memberikan keterangan palsu kepada petugas untuk mengelabui proses penyidikan.
"Pada saat diwawancara pertama, tersangka BS mengaku disekap selama beberapa hari, bahkan sampai sebulan lebih. Namun, berdasarkan interogasi mendalam, ternyata dia memang selalu berada di tempat tersebut," ujar Jean Calvijn, Kamis (15/1/2025).

Polisi menemukan fakta bahwa tidak ada penyekapan. Sebaliknya, telah terjadi kesepakatan transaksional antara BS dengan tersangka HD (pembeli).
"Sudah ada pembayaran di awal. Kesepakatannya adalah saat si ibu melahirkan, bayinya akan langsung dikuasai oleh tersangka HD," lanjutnya.
Keunikan kasus ini terletak pada pembagian tugas para pelaku dalam memasarkan bayi di media sosial. Selain mengamankan BS dan HD, polisi juga menangkap seorang ART yang bekerja untuk tersangka HD.
Berdasarkan hasil pemeriksaan, sindikat ini memiliki manajemen yang terorganisir, Asisten Rumah Tangga (ART):Bertugas mengoperasikan aplikasi media sosial dan memantau calon pembeli. Sedangkan Majikan (HD) Bertugas mencari pelanggan dan melakukan negosiasi langsung.
"Modusnya sangat unik karena ada kerja sama antara majikan dan asistennya. Si asisten yang memegang aplikasi, sementara majikannya yang mencari pelanggan. Jika ada yang berminat di aplikasi, komunikasi dilanjutkan melalui jalur pribadi (private chat) di WhatsApp," jelas Jean Calvijn.
Penyelidikan sementara menunjukkan bahwa praktik ini bukan pertama kalinya dilakukan. Berdasarkan keterangan para saksi dan tersangka, setidaknya sudah dua kali terjadi proses perdagangan bayi di lokasi tersebut.
Rico Waas Dorong Transformasi PUD Pasar, Tekankan Modernisasi Sistem Dan Kinerja Profesional
Medan 14 menit lalu
Laporan Polisi Hotman Paris Hutapea yang dinilai menciderai insan pers &039buruburu&039 dicabut PWI. Pencabuatan LP usai makan siang bareng.
Inter-Nasional 25 menit lalu
Kondisi Jalan Nasional di Kecamatan Hinai, Kabupaten Langkat, semakin menjadi perhatian masyarakat.
Sumut 34 menit lalu
Dampak Gempa 7,1 M Guncang Jepang, 1 Orang Tewas.
Peristiwa 44 menit lalu
Diduga Langgar Kode Etik, Oknum ASN Pemko Medan Diperiksa Inspektorat.
Medan 60 menit lalu
Gadis 12 Tahun di Kaithal, Haryana, Diduga Melahirkan Bayi Kasus Mengejutkan Picu Kemarahan Publik.
Peristiwa 2 jam lalu
Respon Cepat, Tekab Polsek Medan Area Ringkus Pengedar Narkoba Dari Parkiran Penginapan Oyo.
Kriminal 2 jam lalu
Prediksi Susunan Pemain Persebaya Surabaya vs PSMS Medan di Piala Presiden 2026.
Sport 2 jam lalu
Soal Rumah Dinas Bank Mandiri Jadi Lahan Parkir, Nezar Djoeli Mencium Ada Aroma Korupsi.
Medan 2 jam lalu
Komisi IV DPRD Medan Ingin Batalkan Eksekusi PSU Perumahan Contempo.
Medan 3 jam lalu