Ini Pesan Wesly Silalahi untuk Pengurus Pusat GPI
Wali Kota Pematangsiantar Wesly Silalahi menggelar temu ramah dengan pengurus pusat GPI.
Berita 7 jam lalu
POSMETRO MEDAN, Medan – Polrestabes Medan berhasil mengungkap praktik perdagangan bayi yang dioperasikan melalui media sosial. Dalam kasus ini, polisi mengamankan sejumlah tersangka, termasuk seorang ibu kandung, pembeli, hingga asisten rumah tangga (ART) yang terlibat dalam proses pemasaran.
Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Dr. Jean Calvijn Simanjuntak, S.I.K., M.H., mengungkapkan bahwa pengungkapan ini bermula dari informasi masyarakat mengenai adanya dugaan tindak pidana perdagangan orang (TPPO) di sebuah lokasi di Medan.
Saat melakukan penggerebekan, petugas pertama kali mengamankan tersangka berinisial BS, yang merupakan ibu kandung dari bayi tersebut. Awalnya, BS memberikan keterangan palsu kepada petugas untuk mengelabui proses penyidikan.
"Pada saat diwawancara pertama, tersangka BS mengaku disekap selama beberapa hari, bahkan sampai sebulan lebih. Namun, berdasarkan interogasi mendalam, ternyata dia memang selalu berada di tempat tersebut," ujar Jean Calvijn, Kamis (15/1/2025).

Polisi menemukan fakta bahwa tidak ada penyekapan. Sebaliknya, telah terjadi kesepakatan transaksional antara BS dengan tersangka HD (pembeli).
"Sudah ada pembayaran di awal. Kesepakatannya adalah saat si ibu melahirkan, bayinya akan langsung dikuasai oleh tersangka HD," lanjutnya.
Keunikan kasus ini terletak pada pembagian tugas para pelaku dalam memasarkan bayi di media sosial. Selain mengamankan BS dan HD, polisi juga menangkap seorang ART yang bekerja untuk tersangka HD.
Berdasarkan hasil pemeriksaan, sindikat ini memiliki manajemen yang terorganisir, Asisten Rumah Tangga (ART):Bertugas mengoperasikan aplikasi media sosial dan memantau calon pembeli. Sedangkan Majikan (HD) Bertugas mencari pelanggan dan melakukan negosiasi langsung.
"Modusnya sangat unik karena ada kerja sama antara majikan dan asistennya. Si asisten yang memegang aplikasi, sementara majikannya yang mencari pelanggan. Jika ada yang berminat di aplikasi, komunikasi dilanjutkan melalui jalur pribadi (private chat) di WhatsApp," jelas Jean Calvijn.
Penyelidikan sementara menunjukkan bahwa praktik ini bukan pertama kalinya dilakukan. Berdasarkan keterangan para saksi dan tersangka, setidaknya sudah dua kali terjadi proses perdagangan bayi di lokasi tersebut.
Wali Kota Pematangsiantar Wesly Silalahi menggelar temu ramah dengan pengurus pusat GPI.
Berita 7 jam lalu
Sekda Binjai Ikuti Raker Komisi II DPR RI, Bahas Penataan PPPK dan Relaksasi Belanja Pegawai Daerah.
Sumut 7 jam lalu
Bupati Karo, Antonius Ginting, melakukan kunjungan kerja ke Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara, Senin (8/6/2026).
Sumut 7 jam lalu
Ny. Neni Angelina JTP Hutabarat Dukung Pertanian Ramah Lingkungan Melalui Pengembangan Agens Hayati.
Sumut 7 jam lalu
Badan Narkotika Nasional (BNN) dikabarkan menangkap 20 orang lebih atas dugaan penyalahgunaan narkoba.
Inter-Nasional 7 jam lalu
POSMETRO MEDAN, Medan Semangat membangun jejaring internasional dan memperkuat kapasitas jurnalis perempuan menjadi sasar utama audiensi
Medan 8 jam lalu
Timnas Indonesia Sikat Mozambik di GBK! Ole Romeny Jadi Pahlawan, Garuda Catat Kemenangan Kedua FIFA Matchday.
Sport 8 jam lalu
Isu dugaan praktik makelar proyek dan jabatan di lingkungan Pemerintah Kota (Pemko) Medan, yang belakangan terus menjadi perbincangan publik
Medan 9 jam lalu
Sinergi Pencegahan Narkoba, Fokus RNI dan Winner Putera Puteri Pemulihan Sumut Audiensi ke BNNK Deli Serdang
Sumut 9 jam lalu
Posmetro Medan , Binjai Mengasah kemampuan dalam menembak tentunya sangat diperlukan sebagai bentuk melatih diri dalam keterampilan menemb
Sumut 11 jam lalu