Sabtu, 20 Juni 2026
Pembunuhan Lansia di Pekanbaru Diotaki Menantu

Pelaku Terpengaruh Ekstasi Hingga Nekat Menghabisi

Faliruddin Lubis - Senin, 04 Mei 2026 11:58 WIB
Pelaku Terpengaruh Ekstasi Hingga Nekat Menghabisi
IST/DetikNews
Penampakan 4 Pembunuh Lansia di Pekanbaru Usai Ditangkap.

Hal itu yang mengakibatkan mereka berani menghabisi korban. Bahkan membunuh korban dengan balok kayu secara sadis.

"Ada pengaruh stimulan dan halusinogen sehingga pelaku berani bertindak keji. Ini ada pengaruh obat-obatan terlarang, sehingga pelaku bisa melakukan aksi secara keji dan melakukan pemukulan dengan barang bukti kayu, yaitu balok kayu yang disiapkan," katanya.

Baca Juga:

10. Menantu Berbincang dengan Korban

Baca Juga:

Seperti pada rekaman CCTV, korban membukakan pintu, lalu AF masuk ke dalam rumah. AF sempat mencium tangan korban, kemudian berbincang.

"(AF) berpura-pura berkomunikasi. Kemudian korban bertanya, 'Sudah lama kamu tak ke sini? Tumben kamu ke sini,'" ucap Direktur Kriminal Umum Polda Riau Kombes Pol Hasyim Risahondua.

Tak lama kemudian, pelaku lain, Selamet (SL), masuk ke dalam rumah dan berpura-pura sebagai sopir ojek online.

"Tiba-tiba, otak eksekutor SL masuk dan pura-pura jadi pengemudi ojek online, ingin menagih sebesar Rp300 ribu. 'Saya sopir Grab, anak ibu pesan Grab tidak bayar.' Korban mengatakan bahwa, 'Saya tak pernah menggunakan Grab, yang menggunakan orang lain. Berapa saya harus bayar,'" ucap Hasyim menirukan percakapan tersebut.

Tak lama berselang, SL selaku eksekutor memukul korban dengan balok kayu.

"Pemukulan sebanyak lima kali," katanya. (DetikNews)

Tags
beritaTerkait
Bandit Kian Merajalela! Lansia 70 Tahun Nyaris Diculik saat Olahraga
Lansia Luka-luka Ditabrak Pelajar Naik Sepeda Motor
Rico Waas: Lansia Sehat dan Mandiri untuk Indonesia Berdaya
Forwaka Gunungsitoli Desak Polisi Segera Tangkap Pelaku
Posyandu Lansia: Sehat, Bahagia, dan Bersiap Sambut Hari Lansia Nasional
Rumah Zakat Hadirkan Edukasi dan Pemeriksaan Kesehatan untuk Lansia di Desa Tumpatan
komentar
beritaTerbaru