Jumat, 05 Juni 2026

Nenek Moyang Kita Sudah "Go International" Ribuan Tahun Lalu, Riset BRIN Ungkap Buktinya

Administrator - Jumat, 05 Juni 2026 14:54 WIB
Nenek Moyang Kita Sudah "Go International" Ribuan Tahun Lalu, Riset BRIN Ungkap Buktinya
Istimewa
Jauh sebelum benua lain maju, Situs Barus dan Bongal sudah sibuk mengirim komoditas premium ke pasar global dan mengadopsi teknologi Eropa kuno.(BRIN)

Salah satu buktinya adalah persebaran negara artefak suci seperti drum perunggu Dong Son asal Vietnam yang ditemukan tersimpan hingga ke pedalaman Sumatera. Hubungan dagang ini terus berlanjut secara berkesinambungan hingga masa kejayaan Kerajaan Sriwijaya.

Barus dan Bongal: Magnet Pasar Global Abad ke-7

Baca Juga:

Bukti nyata bahwa Nusantara adalah pusat ekonomi dunia kian benderang lewat paparan Ery Soedewo mengenai situs Barus dan Bongal di Sumatera Utara. Kedua tempat ini merupakan simpul awal atau "pintu keluar" distribusi komoditas premium dunia, seperti resin (getah pinus/kemenyan) dan rempah-rempah ke pasar global pada abad ke-7 hingga ke-11 Masehi.

Uniknya, interaksi luar negeri ini tidak melulu soal tukar menukar barang baku.

Hasil analisis kimia terhadap artefak kaca dan koin kuno di situs tersebut menunjukkan adanya sentuhan teknologi Mediterania, meskipun sebagian barang tersebut diproduksi secara lokal oleh perajin Nusantara. Ini menandakan adanya transfer teknologi dan interaksi budaya tidak langsung yang sangat maju di masanya.

Pada akhirnya, rilis riset BRIN ini menegaskan satu hal penting kepada generasi muda Indonesia: nenek moyang kita bukanlah bangsa yang terisolasi. Melalui kolaborasi mutakhir antara ilmu arkeologi, antropologi, etnografi, dan ikonografi, kita kini tahu bahwa Indonesia sejak awal telah ditakdirkan menjadi panggung strategis bagi sejarah mobilitas manusia dan globalisasi dunia.

(wan/kompas)

Editor
: Indrawan
Tags
beritaTerkait
Prediksi BMKG dan BRIN: Idul Fitri 2026 Sabtu 21 Maret
komentar
beritaTerbaru