Rabu, 01 April 2026

Jangan Lakukan Ini, Jika tak Ingin Anak Remajamu Kabur

Evi Tanjung - Senin, 02 Februari 2026 14:13 WIB
Jangan Lakukan Ini, Jika tak Ingin Anak Remajamu Kabur
ist

POSMETROMEDAN, Medan - Hubungan antara orangtua dan anak merupakan hubungan dua arah yang memerlukan saling pengertian. Oleh karena itu, dalam hubungan ini, komunikasi merupakan sebuah hal yang penting.

Komunikasi yang baik antara orangtua dan anak remaja adalah kunci untuk membina hubungan yang sehat dan membangun pemahaman bersama. Namun, terkadang kesalahan dalam komunikasi dapat terjadi, bahkan tanpa disadari.

Permasalahan komunikasi ini lebih rentan terjadi pada saat anak sudah memasuki usia remaja. Dunia remaja kerap berbeda dari apa yang diketahui oleh orangtua. Orangtua juga kerap tidak siap dengan perubahan anak menjadi remaja dan memperlakukan anak masih seperti anak kecil terus.

Baca Juga:

Dikumpulkan dari berbagai sumber, berikut sejumlah kesalahan umum yang sering dilakukan oleh orangtua saat berkomunikasi dengan anak remaja, serta cara menghindarinya.

1.Lebih Banyak Bicara Dibanding Mendengarkan

Baca Juga:

Salah satu kesalahan yang sering dilakukan oleh orangtua adalah berbicara terlalu banyak tanpa memberikan kesempatan pada anak remaja untuk berbicara dan berbagi pikiran mereka.

Menurut penelitian, remaja ingin merasa didengar dan dipahami. Jika orangtua terlalu banyak bicara atau memberikan ceramah, remaja bisa merasa tidak dihargai dan akan sulit untuk membuka diri. Sebaliknya, berikan waktu bagi anak remaja untuk berbicara dan dengarkan dengan seksama. Ingatlah bahwa komunikasi adalah dua arah, dan mendengarkan sama pentingnya dengan berbicara.

2. Meremehkan Perasaan Anak

Sering orangtua meremehkan perasaan anak remaja dengan menganggap masalah mereka sebagai hal yang sepele.

Meskipun bagi orangtua suatu masalah mungkin tampak kecil, bagi remaja, masalah ini bisa terasa sangat besar. Meremehkan perasaan mereka hanya akan membuat mereka merasa tidak dimengerti dan tidak penting. Sebaliknya, cobalah untuk memahami perasaan mereka dan memberikan dukungan. Bertanyalah tentang bagaimana perasaan mereka dan bantu menemukan solusi untuk masalah yang dihadapi.

3.Terlalu Sering Menyalahkan Anak

Menyalahkan anak remaja atas masalah yang mereka hadapi hanya akan membuat mereka merasa defensif dan sulit untuk membuka diri.

Ketika anak remaja datang dengan masalah, mereka memerlukan dukungan dan pemahaman, bukan kritik atau disalahkan. Cobalah untuk mendengarkan tanpa menghakimi dan tanyakan pendapat mereka tentang solusi yang mungkin dapat diambil. Ini akan membantu mereka merasa lebih nyaman berbicara dengan Anda.

4.Gaya Bahasa yang Tidak Tepat

Cara kita berbicara kepada anak remaja juga sangat penting untuk membantu mengatasi masalah komunikasi yang mungkin terjadi.

Menggunakan nada atau bahasa yang tidak hormat, seperti mengangkat suara atau merendahkan, hanya akan membuat mereka merasa diabaikan dan tidak dihargai. Komunikasi yang efektif harus dilakukan dengan penuh hormat, bahkan jika kita tidak setuju dengan pendapat mereka. Cobalah untuk tetap tenang dan berbicara dengan bahasa yang sopan dan menghormati.

5.Tidak Menghargai Ide-ide Remaja

Anak remaja sering memiliki ide-ide besar yang mungkin terdengar tidak realistis bagi kita sebagai orangtua. Namun, alih-alih meremehkan ide-ide mereka, cobalah untuk merespons dengan rasa ingin tahu.

Bertanyalah tentang mengapa mereka menyukai ide tersebut dan bagaimana mereka berencana untuk melakukannya. Dukungan Anda dan pertanyaan yang bijaksana dapat membantu mereka memahami apakah ide tersebut layak atau tidak. Jika memungkinkan orangtua perlu terus mengawal anak agar ide ini bisa terlaksana dan berkembang.

6.Terlalu Keras dalam Menilai dan Kritik

Menilai dan mengkritik anak remaja secara berlebihan hanya akan membuat mereka merasa tidak percaya diri dan tidak berharga.

Ingatlah bahwa remaja sedang dalam proses pembelajaran dan pertumbuhan. Sebagai orangtua, perannya adalah memberikan dukungan dan bimbingan, bukan mengkritik dengan keras. Cobalah untuk memberikan umpan balik yang konstruktif dan memberikan dorongan positif bagi perkembangan mereka.(fem/red)

Tags
beritaTerkait
Walikota Medan Apresiasi Kunjungan Kerja Spesifik Komisi II DPR RI ke PT.Bank Sumut
Polsek Torgamba Ungkap Pencurian di SPBU Pinang Awan
PT.PLN (Persero) Unit Induk Penyaluran Dan Pengaturan Beban Sumatera Utara Tandatangani Kerjasama dengan  Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara
Batalyon Para Komando 463 Pasgat Silaturahmi dan Halal Bihalal Guna Pererat Sinergi dengan Media Sumut
Sat Reskrim Polres Pelabuhan Belawan Bongkar Sindikat Penjualan Bayi, Enam Tersangka Diamankan
Unit Reskrim Polsek Tanjung Morawa Amankan Pelaku Pencurian dengan Pemberatan
komentar
beritaTerbaru