Ismael Saibari Rajai Gol Tercepat di Awal Piala Dunia
Ismael Saibari Rajai Gol Tercepat di Awal Piala Dunia 2026
Sport satu jam lalu
POSMETRO MEDAN,Medan- Sejumlah tokoh dan akademisi menyoroti dinamika gerakanmahasiswa, etika dalam menyampaikan kritik, hingga implementasi berbagai program pemerintah seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) dalam forum, "Temu Tokoh, Dialog dan Sikap Moral Menjaga Persatuan Bangsa" yang digelar di Rakan Khupi, Medan, Jumat (19/6/2026) sore.
Selain membahas arah gerakan sosial di tengah perubahan zaman, forum tersebut juga menekankan pentingnya adab, literasi informasi, komunikasi publik, serta partisipasi masyarakat dalam menjaga persatuan bangsa dan mengawal kebijakan yang berpihak kepada rakyat.
Forum ini menghadirkan berbagai pandangan lintas akademisi, tokoh masyarakat, hingga aktivis. Hadir sebagai narasumber Dr. Tappil Rambe, M.Si. (Akademisi UNIMED), Dr. Ara Auza, M.I.Kom. (Akademisi UMA), Dr. Iwan Nasution, M.H.I. (Akademisi UIN-SU), M. Ikhyar Velayati (Aktivis 98/Ketua Umum RPN), H. Alim Nur Nasution, S.E., M.M. (Tokoh Al Washliyah Sumut), serta Surya Kurniawan, S.T. (Tokoh Pemuda).
Baca Juga:
Perubahan arah gerakanmahasiswa dalam beberapa waktu terakhir menjadi sorotan dalam forum tersebut. Aktivis 98 sekaligus Ketua Umum RPN, M. Ikhyar Velayati, menilai kondisi itu sebagai anomali karena gerakanmahasiswa dinilai mulai bergeser dari fungsi historisnya sebagai kontrol sosial menjadi ruang yang rawan dipengaruhi kepentingan tertentu.
"Gerakan mahasiswa atau gerakan sosial sejatinya adalah agen perubahan. Dia mengkritisi persoalan yang ada pada zamannya. Tetapi sekarang kita perlu melihat, apakah gerakan itu benar-benar murni menyuarakan rakyat atau justru ada kepentingan lain yang ikut bermain," ujarnya.
Baca Juga:
Lebih lanjut, Ikhyar mengaitkan kondisi tersebut dengan perjalanan sejarah gerakanmahasiswa di Indonesia yang selalu lahir dari situasi konkret zamannya, seperti 1945, 1965, hingga 1998. Menurutnya, pada periode tersebut isu yang diangkat jelas dan mendapat dukungan publik secara luas karena langsung menyentuh persoalan rakyat.
"Dulu, isu yang diusung mahasiswa menjawab persoalan masyarakat, sehingga mendapat dukungan publik luas. Tahun 1945 untuk kemerdekaan, 1965 krisis politik dan ekonomi, 1998 menolak militerisme, KKN, dan represifitas negara," katanya.
Namun, ia menilai kondisi saat ini menunjukkan pola berbeda. Gerakan mahasiswa dinilainya mulai mengarah pada isu yang tidak selalu berpihak langsung pada kepentingan publik, bahkan berpotensi dipengaruhi kepentingan elit hingga global.
"Yang sekarang terjadi adalah anomali. Tidak lazim. Gerakan yang seharusnya membawa isu rakyat justru ada yang mengarah pada kepentingan elit, oligarki, bahkan kapitalisme internasional," ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa metode gerakan saat ini turut menjadi perhatian.
Ismael Saibari Rajai Gol Tercepat di Awal Piala Dunia 2026
Sport satu jam lalu
Bangunan Ruko milik Nur Asiah Siregar (72), warga Tebing Tingi di Jalan Cokroaminoto Kelurahan Mekar Baru, Kecamatan Kota Kisaran Barat.
Peristiwa satu jam lalu
POSMETRO MEDAN Ketua Forum Masyarakat Transparansi Sumatera Utara (FORMATSU), Rudy Harmoko SH, mengkritik langkah Panitia Khusus (Pansus) P
Peristiwa 2 jam lalu
Karmila Purba Cewek Simalungun Orang Indonesia Pertama Tampil jadi Joki Tong Setan di Inggris
Sumut 2 jam lalu
Hasil Amerika Serikat vs Australia di Piala Dunia 2026 The Stars and Stripes Lolos ke 32 Besar Usai Menang 20.
Sport 2 jam lalu
Seorang pria berinisial R (22) di Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara (Sultra), ditangkap polisi karena diduga memperkosa anak kandungnya.
Kriminal 2 jam lalu
Gerakan Mahasiswa Dinilai Alami Anomali, Tokoh dan Akademisi Medan Tekankan Adab dalam Dialog Kebangsaan.
Medan 3 jam lalu
Ramalan cuaca Kota Medan Sabtu 20 Juni 2026, warga diminta mewaspadai kondisi hujan lebat.
Medan 5 jam lalu
Neymar Jr kembali menjadi sorotan publik menjelang pertandingan Brasil melawan Haiti di ajang Piala Dunia 2026.
Sport 13 jam lalu
Pakai baju tahanan, Dokter Tifa menyusul Roy Suryo menjalani cek medis di RS Polri.
Peristiwa 13 jam lalu