2 Kg Sabu Asak Bireuen Nyangkut Bandara SSK II Pekanbaru
Gagal Lolos XRay, Kurir Asal Aceh Bawa 2 Kg Sabu Ditangkap, Polisi Telusuri Asal Barang.
Inter-Nasional 4 jam lalu
POSMETRO MEDAN, Medan— Keluhan pegawai Dinas Ketahanan Pangan (Ketapang) Provinsi Sumatera Utara semakin mengemuka. Selain sering terlambat, besaran gaji yang diterima juga dinilai tidak sepadan dengan beban kerja yang mereka tanggung, terutama dalam mendukung program swasembada pangan di wilayah tersebut.
Saat dikonfirmasi, Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Sumut enggan memberikan komentar langsung dan mengarahkan awak media kepada Husein, salah satu staf BKD yang menangani bidang pemberhentian pegawai.
"Semua mekanisme penggajian menjadi wewenang Organisasi Perangkat Daerah (OPD) masing-masing. Kami di BKD tidak terlibat langsung dalam penetapan maupun pencairan anggaran gaji mereka," jelas Husein.
Baca Juga:
Lebih lanjut, Husein memberikan pandangan pribadinya mengenai kondisi tersebut. Ia menilai bahwa lebih baik mengurangi jumlah pegawai daripada mempertahankan banyak orang dengan gaji yang kecil.
"Daripada mempekerjakan banyak orang tapi digaji kecil, lebih baik dikurangi jumlahnya, lalu gaji yang ada diberikan lebih layak kepada mereka yang benar-benar bekerja," ucapnya.
Baca Juga:
Pernyataan tersebut memicu reaksi beragam dari pegawai Dinas Ketapang yang merasa peran mereka sangat penting dalam menjaga ketahanan pangan daerah. Dengan tuntutan kerja yang tinggi—mulai dari pendampingan petani, distribusi pangan, hingga pemantauan harga komoditas—mereka menilai gaji yang minim tidak mencerminkan penghargaan yang layak.
"Swasembada pangan bukan bisa dicapai hanya dengan semangat. Kami membutuhkan dukungan nyata, salah satunya melalui gaji yang layak dan dibayarkan tepat waktu," keluh seorang pegawai yang enggan disebutkan namanya.
Situasi ini mengindikasikan adanya persoalan serius dalam tata kelola sumber daya manusia dan penganggaran di lingkungan Pemerintah Provinsi Sumut. Diperlukan transparansi dan evaluasi menyeluruh agar program ketahanan pangan tidak hanya menjadi slogan, tetapi juga didukung oleh sistem kerja yang adil dan profesional. (Rez)
Gagal Lolos XRay, Kurir Asal Aceh Bawa 2 Kg Sabu Ditangkap, Polisi Telusuri Asal Barang.
Inter-Nasional 4 jam lalu
Hasil Lengkap Grup A Piala AFF 2026 Vietnam Borong 7 Gol, Timnas Indonesia Masih Menunggu Giliran
Sport 4 jam lalu
Jaksa Agung memastikan tim 9 tetap menangani perkara eks Jampidsus.
Inter-Nasional 8 jam lalu
Anggaran Rp27,85 M digelontorkan, sinergitas Pemkab Samosir dan Pemprovsu berlanjut.
Sumut 8 jam lalu
Sat Reskrim Polres Pelabuhan Belawan menangkap seorang pelaku perampokan yang menggasak mobil box JNT Express.
Medan 9 jam lalu
Lapas Kelas I Medan menggelar penyuluhan kesehatan mental di Blok T3, sebuah komitmen mewujudkan kesejahteraan jiwa.
Sumut 10 jam lalu
Kakanwil Ditjenpas Sumut memberikan penguatan tugas dan fungsi di Lapas Tebing Tinggi, menekankan disiplin, keamanan, dan pelayanan prima.
Sumut 10 jam lalu
Jual minuman beralkohol tanpa Izin, pria ini diamankan Polres Sibolga.
Sumut 11 jam lalu
RS Murni Teguh Horas Insani Raih WSO Angels Awards, Wali Kota Wesly Sebut jadi Kebanggaan Kota Pematangsiantar
Sumut 11 jam lalu
Wujud Kepedulian TNI kepada Masyarakat, Babinsa Koramil 15/Dolok Pardamean Kawal Penyaluran BLT Dana Desa
Sumut 12 jam lalu