Ketua Nasdem Binjai Dr Edi Sitepu Meninggal Dunia di Medan
POSMETROMEDAN, Binjai Kabar duka cita datang dari kantor Dewan Perwakilan Rakyat Binjai tentang meninggalnya satu anggota dewan Fraksi Na
Sumut 12 menit lalu
POSMETRO MEDAN,Medan – Sejarah panjang Tanah Deli di Sumatera Timur tidak serta-merta dimulai ketika Jacobus Nienhuys datang pada 1863.
Jauh sebelumnya, wilayah Nusantara telah menjadi panggung perdagangan penting yang menghubungkan dunia timur dan barat melalui rempah, hasil hutan, dan komoditas langka.
Sejak abad ke-7, kerajaan-kerajaan maritim besar seperti Sriwijaya hingga Majapahit menjalin hubungan dagang dengan India, Cina, hingga Timur Tengah.
Baca Juga:
Kapal junk dari Cina rutin bersandar di pelabuhan-pelabuhan Nusantara, membawa porselin, sutra, dan logam mulia. Sebaliknya, mereka kembali dengan muatan rempah, kayu berharga, kapulaga, kamper, hingga lada dari Sumatra yang sangat diminati pasar dunia.
Sebelum Revolusi Industri, pola pertanian masyarakat Nusantara masih bercorak subsisten. Sejarawan mencatat, sistem yang dikenal adalah kebun campuran dengan lahan kecil, dikelola keluarga, dan hasilnya hanya untuk kebutuhan sendiri.
Baca Juga:
Namun, sejak abad ke-16, perdagangan internasional kian deras. Pedagang Gujarat, Arab, dan Tiongkok rutin singgah di Aceh, Malaka, dan Jawa, membawa serta pengaruh agama, budaya, sekaligus memperluas jaringan niaga.
Gelombang besar perubahan datang ketika bangsa Eropa menancapkan kekuasaan di kawasan. Portugis menguasai Malaka pada 1511, disusul Spanyol dan Belanda. Dominasi dagang Eropa mengubah wajah perniagaan Asia Tenggara, terutama terkait komoditas rempah dari Maluku dan lada dari Sumatera.
Tanah Deli baru benar-benar dikenal dunia pada paruh kedua abad ke-19. Kedatangan Jacobus Nienhuys menjadi tonggak lahirnya perkebunan tembakau skala besar yang berorientasi ekspor.
Dari lahan-lahan sederhana milik masyarakat lokal, tumbuh perkebunan modern dengan sistem kerja terorganisir, modal besar, dan tenaga kerja kontrak dari Jawa, India, hingga Cina.
Para planters atau pengelola perkebunan Eropa tak hanya mengubah bentang alam, tetapi juga struktur sosial. Mereka membangun jalur kereta api, gudang penyimpanan, perumahan, hingga klub sosial yang mencerminkan gaya hidup kolonial.
POSMETROMEDAN, Binjai Kabar duka cita datang dari kantor Dewan Perwakilan Rakyat Binjai tentang meninggalnya satu anggota dewan Fraksi Na
Sumut 12 menit lalu
POSMETROMEDAN, Binjai Mewakili Wali Kota Binjai, Sekretaris Daerah Kota Binjai Chairin F. Simanjuntak, S.Sos MM., menghadiri Rapat Koordin
Sumut 16 menit lalu
POSMETROMEDAN,Labuhanbatu Kepolisian Sektor (Polsek) Bilah Hilir Polres Labuhanbatu mengungkap dua kasus tindak pidana narkotika jenis sab
Kriminal 21 menit lalu
POSMETROMEDAN, Medan Walikota Medan Rico Waas membuka RapatKerja Pembangunan Kota tahun 2026 yang diadakan di Hotel Grand City Hall, Jalan
Medan 28 menit lalu
POSMETRO MEDAN,Pakpak Bharat Polres Pakpak Bharat mengucapkan terima kasih dan apresiasi atas bantuan masyarakat Desa Perolihen, Kecamatan
Sumut 40 menit lalu
POSMETRO MEDAN, Medan Prakiraan cuaca kota Medan hari ini Rabu 11 Februari 2026 tampaknya ramai diselimuti awan.Info prakiraan cuaca Kota
Medan satu jam lalu
POSMETRO MEDAN, Sergai Bupati Serdang Bedagai (Sergai) H. Darma Wijaya bersama Wakil Bupati (Wabup) Sergai H. Adlin Tambunan menghadiri Pen
Sumut 3 jam lalu
POSMETRO MEDAN,Sei Rampah Bupati Serdang Bedagai (Sergai) H. Darma Wijaya didampingi Wakil Bupati H. Adlin Tambunan secara resmi membuka M
Sumut 3 jam lalu
POSMETRO MEDAN, Tapanuli Selatan Personel Batalyon C Satuan Brimob Polda Sumut kembali menunjukkan kepedulian sosial melalui serangkaian ke
Berita 6 jam lalu
POSMETRO MEDAN, Tapanuli Selatan Kepedulian terhadap warga terdampak bencana kembali ditunjukkan oleh jajaran Satuan Brimob Polda Sumut. Pe
Sumut 6 jam lalu