Polsek Pantai Labu Gelar Patroli Antisipasi Peredaran Narkoba di Wilayah Rawan
POSMETRO MEDAN, Deli Serdang Dalam rangka menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Harkamtibmas), Polsek Pantai Labu, Polresta Deli Serd
Sumut 19 menit lalu
POSMETRO MEDAN,Medan — Dugaan praktik "uang klik" untuk mengakali sistem e-katalog dalam proyek pengerjaan jalan di Sumatera Utara kembali mencuat dalam persidangan kasus dugaan korupsi yang menjerat Topan Obaja Ginting.
Aktivis pemerhati korupsi, Eka, mendesak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) agar segera memeriksa dan menetapkan Kepala Biro Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ) Provinsi Sumut, Chandra Dalimunthe, sebagai tersangka.
"KPK harus memeriksa dan menetapkan tersangka terhadap Chandra Dalimunthe yang diduga mengetahui adanya kongkalikong dalam sistem layanan pengadaan di Pemprov Sumut terkait tender proyek jalan tersebut," ujar Eka kepada wartawan, Senin (13/10/2025).
Diketahui, Biro PBJ Sumut merupakan instansi yang menangani sistem Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) di lingkungan pemerintah provinsi. Melalui sistem inilah proses pemberkasan dan pemilihan perusahaan untuk proyek pemerintah dilakukan secara formal dan digital.
Eka menilai, indikasi adanya "uang klik" — istilah yang digunakan untuk menyebut praktik suap agar perusahaan tertentu dapat diloloskan dalam sistem e-katalog — menunjukkan lemahnya integritas dan pengawasan di lingkungan pengadaan barang dan jasa.
"Kalau memang benar praktik itu terjadi, maka kepala biro sebagai penanggung jawab sistem harus ikut dimintai pertanggungjawaban. Jangan hanya berhenti di pelaku lapangan," tegasnya.
Chandra Dalimunthe sendiri diketahui merupakan pejabat yang sebelumnya bertugas di Pemerintah Kota Medan. Ia ikut dibawa ke lingkungan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara ketika Wali Kota Medan, Bobby Nasution, menempatkannya dalam jabatan strategis di Biro PBJ Sumut.
Kasus dugaan korupsi yang menyeret nama Topan Obaja Ginting kini tengah disidangkan.
Sejumlah fakta baru terus terungkap di persidangan, termasuk dugaan adanya manipulasi sistem e-katalog untuk memenangkan pihak tertentu dalam proyek infrastruktur jalan.
Aktivis berharap KPK tidak hanya fokus pada pelaku utama, tetapi juga menelusuri pihak-pihak lain yang diduga terlibat dalam pengaturan tender dan praktik suap digital tersebut.(Rez)
POSMETRO MEDAN, Deli Serdang Dalam rangka menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Harkamtibmas), Polsek Pantai Labu, Polresta Deli Serd
Sumut 19 menit lalu
POSMETRO MEDAN DPC Gerakan Rakyat Indonesia Bersatu (GRIB) Jaya Kota Medan membuktikan eksistensinya sebagai pelayan masyarakat melalui aks
Medan satu jam lalu
POSMETRO MEDAN,MEDAN Perang terhadap narkoba terus digencarkan Polda Sumut. Dalam dua hari penindakan sejak 13 Mei 2026 hingga 14 Mei 2026
Kriminal satu jam lalu
POSMETRO MEDAN, Medan Setelah memburu hingga ke pelosok perkebunan sawit di Provinsi Jambi, Tim gabungan Direktorat Reserse Kriminal Umum
Kriminal 2 jam lalu
POSMETRO MEDAN,LABUHANBATU UTARA Warga Kelurahan Aek Kanopan Timur, Kecamatan Kualuh Hulu, Kabupaten Labuhanbatu Utara, menyampaikan apr
Kriminal 2 jam lalu
Becak Rusak di Tengah Jalan, Herman Menangis Haru Dapat Bantuan dari GRIB Jaya Medan dan Gojek Medan Peduli.
Medan 2 jam lalu
POSMETRO MEDAN,MEDAN Direktur Reserse Siber Polda Sumut, Bayu Wicaksono, memberikan kuliah umum kepada mahasiswa dan mahasiswi di Audito
Medan 2 jam lalu
Ibu di Labusel Curhat Pilu Anaknya Meninggal Dunia, Diduga Diabaikan Oknum Perawat.
Sumut 3 jam lalu
Polda Sumut melalui Ditreskrimsus menyita 9 aset Andi Hakim Febriansyah jadi tersangka penggelapan uang jemaat Katolik Paroki Aek Nabara.
Medan 5 jam lalu
Daur Ulang Sampah Plastik di Pakistan Jadi Pipa Bernilai Ekonomi.
Inter-Nasional 7 jam lalu