Bomber Timnas Mitchell Baker Dikabarkan Masuk Radar Tim MLS
Raih Gelar BIG EAST Preseason Offensive Player of the Year 2026, Mitchell Baker Dikabarkan Masuk Radar Tim MLS.
Sport 3 jam lalu
POSMETRO MEDAN,Medan — Terdakwa kasus dugaan korupsi proyek jalan yang juga Direktur Utama PT Dalihan Na Tolu Grup, Muhammad Akhirun Piliang alias Kirun, mengaku memberikan uang sebesar Rp50 juta kepada mantan Kepala Dinas PUPR Sumatera Utara, Topan Ginting.
Dalam sidang pemeriksaan terdakwa di Pengadilan Tipikor Medan, Kamis (23/10/2025), Kirun menjelaskan bahwa uang tersebut diberikan untuk membantu mengurus izin galian C miliknya yang tak kunjung keluar.
Menurut pengakuannya, penyerahan uang dilakukan pada 25 Juli 2025 malam di Grand City Hall Medan. Uang itu diberikan melalui Aldi Yudistira, ajudan Topan Ginting.
Baca Juga:
"Dalam pertemuan itu saya ingin membahas izin galian C. Saya sampaikan kepada Pak Topan, ini sudah akhir bulan Juli, kalau terlalu lama, pelaksanaan bisa habis waktunya," ujar Kirun di persidangan.
Di akhir pembicaraan, Kirun mengaku menyerahkan uang Rp 50 juta yang dibungkus plastik kresek kepada ajudan Topan. Sebelum menyerahkan, ia terlebih dahulu menanyakan langsung kepada Topan soal kepastian izin galian C miliknya.
Baca Juga:
"Saya bilang ke Pak Topan, saya cuma bawa uang Rp 50 juta. Beliau tahu. Saya kasih lewat ajudannya," tutur Kirun.
Kirun juga menyebutkan bahwa Topan sempat menolak secara halus dengan mengatakan uang itu tidak mempengaruhi tanda tangannya atas izin tersebut, namun mengaku memang sedang membutuhkan uang.
"Pak Topan bilang, 'Besok saya tandatangani, tapi bukan karena uang ini. Saya tidak butuh uang untuk tanda tangan. Tapi kalau Bapak mau beri, kebetulan saya sedang butuh uang,'" lanjut Kirun.
Kirun kemudian diarahkan untuk menyerahkan uang tersebut kepada ajudan Topan. Setelah itu, pertemuan pun berakhir dan mereka sempat makan bersama.
"Beliau yang mengarahkan ke ajudannya. Saya juga yang bayar makannya malam itu," tambah Kirun.
Namun dalam sidang sebelumnya, Topan Ginting membantah keras menerima uang dari Kirun. Ia menyatakan menolak pemberian uang tersebut.
Topan menjelaskan bahwa dirinya memang pernah beberapa kali bertemu dengan Kirun, salah satunya di Hotel Grand Aston Medan pada Mei 2025, membahas soal izin galian C, namun bukan proyek pembangunan jalan.
"Pada saat pertemuan di Aston, memang dia (Kirun) sempat menawarkan uang Rp 50 juta untuk urusan izin galian C. Tapi saya langsung tersinggung dan menolak. Saya berdiri dan meninggalkan tempat karena risih dia bicara uang," tegas Topan di hadapan majelis hakim.
Hingga kini, majelis hakim masih mendalami kesaksian kedua pihak untuk memastikan kebenaran pemberian uang tersebut, yang menjadi bagian dari rangkaian perkara korupsi proyek jalan dan perizinan galian C di Sumatera Utara. (REZ)
Raih Gelar BIG EAST Preseason Offensive Player of the Year 2026, Mitchell Baker Dikabarkan Masuk Radar Tim MLS.
Sport 3 jam lalu
Paris SaintGermain (PSG) lebih diunggulkan saat menghadapi Aston Villa dalam Piala Super Eropa di Red Bull Arena, Salzburg, Kamis (13/8).
Sport 3 jam lalu
Respon Cepat Polres Langkat, Ungkap Ladang Ganja di Kuala, 1 Tersangka dan 11 Batang Ganja Diamankan.
Sumut 3 jam lalu
Ahmad Faris Hidayah Marpaung, Peraih 5 Penghargaan Pada Ajang Project Ilmiah SDGs Tingkat Internasional.
Sumut 3 jam lalu
Wali Kota Temui Para Pedagang di Alunalun Sultan Abdul Jalil Rahmadsyah Tanjung Balai.
Sumut 4 jam lalu
Anggota DPRD Medan Rommy Desak Evaluasi Lurah dan Pendamping PKH Polonia.
Medan 4 jam lalu
Polres Tapanuli Tengah Tangkap Pengedar Narkoba di Pandan, Barang Bukti Ganja Disita
Sumut 4 jam lalu
Gempa Dahsyat 7,4 M Guncang Kolombia Barat, 254 Orang Tewas, Ribuan Orang Hilang.
Peristiwa 5 jam lalu
Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya menggagalkan upaya peredaran narkotika jenis ganja dari Penyabungan ke Jakarta.
Peristiwa 9 jam lalu
Wali Kota Tanjungbalai Launching Penerapan ASN BerAKHLAK, ASN Pemko Tanjungbalai Harus Memiliki Semangat "Bangga Melayani Bangsa".
Sumut 10 jam lalu