Semangat Bersama Membangun Kota Medan
Wali Kota dan Wakil Wali Kota Medan Hadiri Halal bi Halal Keluarga Besar Yayasan Gerakan Sumatera Utara Bergiat dan IKA MSP FISIP USU.
Medan satu jam lalu
POSMETRO MEDAN, Medan – Ketua Umum Horas Bangso Batak (HBB), Lamsiang Sitompul, sampaikan pernyataan keras kepada Presiden dan Menteri Kehutanan terkait rencana pemerintah melakukan audit terhadap PT Toba Pulp Lestari (TPL). HBB secara tegas menolak langkah audit tersebut dan mendesak pemerintah untuk langsung mencabut izin operasional perusahaan.
Menurut Lamsiang, proses audit hanya akan menjadi "akal-akalan" pemerintah untuk mengulur waktu dan menyelamatkan perusahaan dari penutupan
Baca Juga:
Lamsiang menyoroti adanya ketimpangan perlakuan antara PT TPL dengan perusahaan-perusahaan lain yang bermasalah. Ia mempertanyakan mengapa Kementerian Kehutanan bisa langsung mencabut 22 Perizinan Berusaha Pemanfaatan Hutan (PBPH) seluas 21 juta hektar tanpa melalui proses audit yang berbelit, namun tidak melakukan hal yang sama terhadap PT TPL.
"Kenapa yang lain dicabut? Kok si TPL ini seperti diistimewakan? Yang lain kan langsung dicabut, kok TPL diaudit? Hanya TPL yang diaudit," ujar Lamsiang, Rabu (17/12/2025).
Ia juga menyinggung dugaan adanya relasi kedekatan antara pemilik perusahaan dengan lingkaran kekuasaan sebagai alasan di balik perlakuan khusus tersebut.
"Apakah juga karena kedekatan saudaranya Pak Prabowo dengan pemilik TPL ini, sehingga ini diistimewakan?" lanjutnya.
HBB menilai data mengenai kerusakan lingkungan yang diakibatkan oleh operasional perusahaan sudah lebih dari cukup, sehingga audit teknis tidak lagi diperlukan. Lamsiang memaparkan rentetan bencana yang diduga kuat berkaitan dengan kerusakan ekosistem di wilayah operasional tersebut.
Bencana Alam: Banjir bandang yang mengakibatkan kerusakan masif. Korban Jiwa: Ribuan orang meninggal dunia dan ratusan lainnya hilang. Kerugian Materiil: Ribuan rumah hanyut tertutup lumpur, serta hancurnya sawah, ladang, jalan, jembatan, hingga fasilitas pendidikan.
"Menurut kami tidak ada lagi yang perlu diaudit. Banjir bandang dan kerusakan... kurang apa lagi?" tegas Lamsiang.
Pernyataan HBB ini sejalan dengan temuan lembaga swadaya masyarakat seperti Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi), yang sejak lama menempatkan PT TPL sebagai salah satu entitas penyebab utama kerusakan lingkungan di wilayah tersebut.
Lamsiang menutup pernyataannya dengan seruan tunggal kepada pemerintah agar menghentikan segala rencana audit dan segera mengambil tindakan tegas.
"Kami menyatakan segera tutup TPL. Tak ada lagi audit-audit. Perusahaan lain langsung dicabut. Sekali lagi kami minta tutup TPL," pungkasnya.( dam)
Wali Kota dan Wakil Wali Kota Medan Hadiri Halal bi Halal Keluarga Besar Yayasan Gerakan Sumatera Utara Bergiat dan IKA MSP FISIP USU.
Medan satu jam lalu
Catatan Duel PSMS Medan vs Pesikad Depok, Ayam Kinantan Belum Pernah Menang.
Sport 2 jam lalu
POSMETRO MEDANFederasi Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) AGN Sumut memastikan akan menggelar aksi damai besarbesaran p
Sumut 2 jam lalu
Jenazah 3 Prajurit TNI Gugur di Lebanon Tiba di Indonesia
Inter-Nasional 2 jam lalu
Peringatan Hari Ginjal Sedunia, Pemko Medan Perkuat Layanan dan Fasilitas RSUD Dr. Pirngadi.
Medan 2 jam lalu
Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas menghadiri acara Halal Bihalal Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kota Medan di Aula Asrama Haji Medan
Medan 3 jam lalu
Harga Tiket Partai Final Piala Dunia 2026 Tembus Rp 186 Juta
Sport 5 jam lalu
Harapan di Tengah Keterbatasan, Perjuangan Mohammad Arifin Melawan Penyakit dan Beban Hidup
Medan 5 jam lalu
Pemprov Sumut Buka Penjaringan Calon Anggota Komisi Informasi 20262030.
Sumut 6 jam lalu
Upaya Penyelundupan PMI Ilegal Digagalkan Tim Operasi Gabungan TNI AL dan Imigrasi.
Sumut 6 jam lalu