Bob Andika Sitepu Minta Kepala Daerah Berkreasi Mencari Anggaran Untuk Pembangunan Daerah
Posmetro Medan, Binjai DPC PDI Perjuangan Kota Binjai menggelar Musyawarah Cabang SeKota Binjai serta Pendidikan Politik Bagi Pengurus A
Politik 2 jam lalu
POSMETRO MEDAN,Medan— Bentrokan keras disertai aksi kekerasan dan intimidasi bersenjata terjadi di Jalan Adi Sucipto, Gang Pipa I, Kelurahan Sari Rejo, Kecamatan Medan Polonia, Kota Medan, pada Rabu (8/10/2025).
Insiden ini diduga kuat dipicu oleh upaya penyerobotan lahan milik Ricau Matondang dan Timo Purba, yang diduga dilakukan oleh orang-orang suruhan Acai dan Ahok.
Lahan seluas kurang lebih 600 meter persegi tersebut sebelumnya telah dibeli secara sah oleh Ricau Matondang dan Timo Purba melalui mekanisme penggantian rugi kepada ahli waris Hj. Samsiah, yakni Citra Arisandi, dan telah dikuatkan dengan akta notaris yang sah secara hukum.
Baca Juga:
Namun, pada Selasa (7/10/2025), situasi mulai memanas setelah Rakesh, Bowo, dan I Made Dodi, yang diduga merupakan orang suruhan Acai dan Ahok, datang ke lokasi dan memprovokasi warga untuk melakukan pemagaran beton secara sepihak.
Tindakan ini langsung memicu ketegangan dengan pihak ahli waris serta pemilik lahan sah lainnya, yakni Henry Pakpahan, S.H., dan Octo Simangunsong, S.H.
Baca Juga:

Menurut keterangan di lapangan, ketiganya tidak hanya mengumpulkan warga setempat, tetapi juga diduga sengaja mendatangkan massa dari luar lingkungan kampung.
Situasi semakin mencekam ketika Rakesh terlihat membawa senjata tajam, yang diduga digunakan untuk mengintimidasi dan memancing kerusuhan.
Puncak kericuhan terjadi pada Rabu (8/10/2025), saat kelompok tersebut kembali mengumpulkan massa dan melakukan penyerangan terhadap pihak ahli waris dan pemilik lahan sah.
Dalam rekaman kamera wartawan, terlihat jelas I Made Dodi membawa senjata rakitan, sementara Rakesh kembali menenteng senjata tajam di tengah bentrokan. Aksi tersebut diduga sengaja dilakukan untuk memancing reaksi anarkis, termasuk pelemparan batu.
Akibat penyerangan brutal itu, sejumlah ahli waris mengalami luka cukup serius di bagian tangan, akibat lemparan batu dari kelompok yang diduga sebagai preman bayaran.
Kuasa hukum ahli waris yang berada di lokasi menegaskan bahwa pihaknya memiliki seluruh dokumen kepemilikan yang sah dan terdaftar secara hukum.
"Penyerangan ini adalah bentuk nyata upaya penguasaan lahan dengan cara-cara melawan hukum. Kami memiliki bukti lengkap dan tidak akan mundur," tegas kuasa hukum.
Warga sekitar juga membenarkan bahwa orang-orang yang terlibat bentrokan bukan warga setempat, melainkan preman bayaran yang sengaja didatangkan untuk menciptakan ketakutan.
Pasca bentrokan, Intel Polsek Medan Baru yang dipimpin AKP Veron Tambunan, bersama Unit Sabhara, segera turun ke lokasi untuk membubarkan massa dan mengamankan situasi.
Atas peristiwa tersebut, Rakesh, Bowo, dan I Made Dodi telah resmi dilaporkan dengan nomor laporan polisi: STTPL/B/3463/X/2025/SPKT/POLRESTABES MEDAN/POLDA SUMATERA UTARA
Para terlapor berpotensi dijerat dengan sejumlah pasal berat, antara lain: Pasal 170 KUHP tentang pengeroyokan, Pasal 351 KUHP tentang penganiayaan.
Pasal 160 KUHP tentang penghasutan, Pasal 2 ayat (1) UU Darurat No. 12 Tahun 1951 terkait kepemilikan senjata tajam dan senjata rakitan tanpa izin, dengan ancaman hukuman penjara maksimal 10 tahun.
Masyarakat kini mendesak Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Jean Calvin Simanjuntak, untuk segera melakukan penyelidikan dan penyidikan menyeluruh, serta mengamankan para pelaku yang telah menebar teror bersenjata di tengah permukiman warga, guna mencegah terulangnya konflik berdarah serupa di Kota Medan.(REZ)
Posmetro Medan, Binjai DPC PDI Perjuangan Kota Binjai menggelar Musyawarah Cabang SeKota Binjai serta Pendidikan Politik Bagi Pengurus A
Politik 2 jam lalu
Hasil Imbang Austria vs Aljazair Buat Iran Tersingkir dan Gagal ke Babak 32 Besar Piala Dunia 2026.
Sport 6 jam lalu
Kapolda Sumut Pimpin Upacara Pemuliaan NilaiNilai Tribrata, Perkuat Integritas Personel Sambut Hari Bhayangkara ke80.
Medan 6 jam lalu
Pungli di SidebukDebuk Disikat, Gubernur Bobby Nasution Kerahkan Personel Jaga 24 Jam
Sumut 10 jam lalu
Bertambah! Korban Tewas Gempa Kembar Venezuela Jadi 1.430 Orang.
Inter-Nasional 10 jam lalu
Hasil Piala Dunia 2026 Imbang vs Kolombia, Portugal di Jalur Neraka.
Sport 11 jam lalu
POSMETRO MEDANRibut tender kerja peningkatan mutu infrastruktur Kabupaten Nias Utara yang dimenangkan perusahaan penawar harga tertinggi, h
Sumut 21 jam lalu
POSMETRO MEDAN, Medan Menyemarakkan Hari Bhayangkara ke80 Tahun 2026, Polrestabes Medan menggelar Lomba Cipta Lagu Musisi Jalanan di Aula
Medan 21 jam lalu
POSMETRO MEDAN, Tapsel Rumah Zakat imeresmikan masjid yang telah dibangun di Desa Tolang Julu, Kecamatan Sayur Matinggi, Kabupaten Tapan
Sumut 23 jam lalu
POSMETRO MEDAN, Medan Achiruddin Hasibuan membantah melakukan pemukulan terhadap warga bernama Fauzi di Jalan Guru Sinumba, Medan Helvetia
Peristiwa 23 jam lalu