Pendaftaran Terakhir 20 Juni, Kuota Bus Terbatas
POSMETRO MEDAN, Medan Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sumatera Utara, Farianda Putra Sinik mengajak seluruh anggota PWI kabupaten/
Medan 2 jam lalu
POSMETRO MEDAN— Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) angkat bicara terkait pihak yang mengatasnamakan aliansi gerakan mahasiswa BEM SI Kerakyatan. Sikap kelompok tersebut dinilai tidak mencerminkan nilai-nilai keadilan dan justru berpotensi memanfaatkan gerakan mahasiswa untuk kepentingan tertentu, bukan sebagai representasi perjuangan rakyat.
Koordinator Pusat BEM SI, Muzammil Ihsan, menegaskan pentingnya menjaga independensi gerakan mahasiswa, terutama dalam merespons persoalan hukum yang masih menyisakan polemik. Ia mengingatkan agar mahasiswa tidak tergesa-gesa memberikan legitimasi terhadap proses hukum yang belum sepenuhnya transparan.
Baca Juga:
Menurut Muzammil, kasus yang menyeret Amsal Sitepu menjadi perhatian serius karena diduga mengandung unsur ketidakadilan, khususnya terhadap pelaku ekonomi kreatif (ekraf). Ia menilai, hukum seharusnya hadir untuk melindungi, bukan justru mematikan ruang kreativitas masyarakat.
"Ketika muncul keputusan pembebasan, itu menjadi langkah positif sekaligus bentuk koreksi terhadap proses sebelumnya yang dipertanyakan. Ini menunjukkan bahwa keadilan masih memiliki ruang untuk ditegakkan," ujarnya.
Lebih lanjut, Muzammil menyebut peristiwa ini harus menjadi bahan evaluasi bagi negara, khususnya dalam sistem penegakan hukum. Ia mendorong agar pemerintah melakukan pembenahan menyeluruh guna mencegah adanya oknum yang dapat merusak kepercayaan publik.
"Ini momentum bagi Presiden untuk mengevaluasi institusi penegak hukum secara menyeluruh. Reformasi hukum harus diarahkan pada terciptanya keadilan yang bersih, jujur, dan bebas dari diskriminasi," tegasnya.
Sementara itu, Koordinator Daerah BEM SI Sumatera Utara, Istqon Wafi Fauzan, menekankan pentingnya keadilan substantif, bukan sekadar prosedural. Ia menilai, dalam kasus Amsal Sitepu terdapat indikasi perlakuan diskriminatif terhadap pelaku ekonomi kreatif.
"Keadilan tidak cukup hanya dilihat dari aspek formal. Harus benar-benar dirasakan oleh masyarakat. Keputusan pembebasan ini memberikan harapan bahwa keadilan masih bisa ditegakkan," katanya.
Istqon juga menegaskan bahwa pihaknya tidak memiliki keterkaitan dengan kelompok yang mengatasnamakan BEM SI Kerakyatan. Ia khawatir, hal tersebut dapat menimbulkan persepsi negatif dan merusak kepercayaan publik terhadap gerakan mahasiswa, khususnya di Sumatera Utara.
POSMETRO MEDAN, Medan Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sumatera Utara, Farianda Putra Sinik mengajak seluruh anggota PWI kabupaten/
Medan 2 jam lalu
POSMETRO MEDAN Labuhanbatu Proses perekrutan Pegawai Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT) di lingkungan PTPN IV Meranti Paham (MEP) menu
Sumut 3 jam lalu
MEDAN, POSMETRO MEDAN Tangis dan jeritan seorang ibu pecah di halaman Kantor Gubernur Sumatera Utara. Bersama suaminya, perempuan itu ber
Peristiwa 3 jam lalu
POSMETRO MEDAN, Medan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kota Medan membuka pelayanan administrasi kependudukan di Gedung
Medan 3 jam lalu
Momentum Trail of The Kings by UTMB 2026 diikuti 1.015 pelari dari 34 negara digelar di.Kabupaten Samosir.
Sport 3 jam lalu
Posmetro Medan, Medan Bayangbayang banjir yang berulang di Kota Medan dalam dua tahun terakhir menjadi pengingat kuat bahwa menjaga lingk
Medan 6 jam lalu
Bobby Nasution, Gubernur Sumut menegur seorang sopir angkot yang ugalugalan di jalan raya karena bisa membahayakan pengguna jalan lainnya.
Lifestyle 6 jam lalu
Sony Sonjaya mau menadi justice collaborator dan mengaku siap membongkar semua borok yang terjadi di proyek MBG.
Inter-Nasional 7 jam lalu
20 unit rumah rusak parah akibat dihantam cuaca ekstrem di Sumut persisnya di 2 kabupaten kota.
Sumut 8 jam lalu
Menkeu Purbaya berencana terbang ke China dan Inggris pertengahan bulan ini untuk mempromosikan penerbitan surat utang global.
Bisnis 9 jam lalu