Sabtu, 04 April 2026

Nasib Mohammad Arifin yang Kini Melawan Penyakit dan Beban Hidup

Faliruddin Lubis - Sabtu, 04 April 2026 15:22 WIB
Nasib Mohammad Arifin yang Kini Melawan Penyakit dan Beban Hidup
IST
Asmah bersama anaknya Mohammad Arifin

POSMETRO MEDAN,Medan - Di sebuah rumah sewa sederhana di kawasan Jalan Jala 1X, Lingkungan 04, Lorong Karmila, Kelurahan Paya Pasir, Kecamatan Medan Marelan, Kota Medan, Sumatera Utara, kisah pilu sebuah keluarga kecil tengah berlangsung.

Mohammad Arifin (49), seorang ayah dari dua anak sekaligus tulang punggung keluarga, kini hanya bisa terbaring lemah di atas kasur akibat penyakit tuberkulosis (TB) yang dideritanya.

Selama ini, Arifin dikenal sebagai sosok pekerja keras. Selain menafkahi kedua anaknya, ia juga menjadi satu-satunya harapan bagi ibunya, Asmah (68), yang sudah lanjut usia. Namun, keadaan berubah drastis sejak penyakit TB menggerogoti tubuhnya.

Baca Juga:

Dengan suara lirih dan mata berkaca-kaca, Asmah menceritakan kondisi anaknya kepada awak media. Ia mengaku tidak tega melihat Arifin yang kini hanya bisa pasrah tanpa mendapatkan perawatan medis yang memadai.

"Dulu dia yang mencari nafkah untuk kami semua. Sekarang dia hanya bisa terbaring, makin hari makin kurus," ujar Asmah dengan nada penuh kesedihan.

Baca Juga:

Sebelumnya, keluarga ini tinggal di Jalan M. Basir, Lingkungan 31, Kelurahan Rengas Pulau, Kecamatan Medan Marelan. Namun karena kondisi ekonomi yang semakin sulit, mereka terpaksa pindah dan kini menyewa rumah sederhana di lokasi saat ini.

Menurut penuturan Asmah, sejak November 2025 lalu, Arifin sudah sering keluar masuk rumah sakit, termasuk di RS Wulan Windi Marelan. Namun, keterbatasan biaya membuat pengobatan tidak dapat dilanjutkan secara optimal.

Kini, kondisi Arifin semakin memprihatinkan. Tanpa biaya, ia tidak lagi bisa dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan lanjutan atau rawat inap. Hari-harinya hanya dihabiskan di atas kasur, menahan sakit, sementara tubuhnya kian melemah.

"Bukan kami tidak mau berobat, tapi kami tidak punya uang. Untuk makan sehari-hari saja sudah susah," ungkap Asmah.

Di tengah kondisi tersebut, Asmah hanya bisa berharap uluran tangan dari para dermawan. Ia memohon dengan penuh harap agar ada pihak yang bersedia membantu biaya pengobatan anaknya, sehingga Arifin dapat kembali mendapatkan perawatan yang layak.

Tags
beritaTerkait
Dispora Medan dan Camat Medan Marelan Buka Turnamen Badminton PB Mitra Sporty
Ariswan Desak Jamwas Kejagung Turun Tangan, Aktor Utama Belum Tersentuh
Bandar Sabu Taruh Rp1,6 M di Depan Ruangan AKBP Didik dalam Kresek
MSIG Life Bayarkan Klaim Kesehatan dan Meninggal Dunia Senilai Rp1,07 Triliun Sepanjang 2025
10 Manfaat Puasa bagi Kesehatan, baik Fisik maupun Mental
Begini Detik-detik Tersangka Bawa Panci untuk Masak Teh Beracun
komentar
beritaTerbaru