Beberapa rumah di sekitar mengalami kerusakan ringan hingga sedang, termasuk atap seng rusak, dinding retak, kanopi rubuh, dan kaca pecah. Secara keseluruhan, sekitar 4–7 rumah terdampak.
Korban luka yang sudah terkonfirmasi hingga berita ini diturunkan adalah dua orang: seorang balita dan seorang kurir paket. Balita sedang menjalani perawatan intensif di rumah sakit, sementara kurir paket terluka akibat material reruntuhan (termasuk balkon yang menimpa motornya).
Baca Juga:
Ada tujuh orang yang berada di sekitar lokasi kejadian saat terjadinya ledakan. Dari total itu, empat orang berhasil selamat, yakni J (2), Hasan, seorang sopir, dan seorang kurir.
Tim SAR gabungan pun masih terus berupaya untuk mencari korban-korban lainnya yang diduga masih tertimbun reruntuhan.
Baca Juga:
Petugas gabungan dari Polresta Medan, Polda Sumut , TNI AU dari Lanud Soewondo, dan tim SAR masih berada di lokasi untuk evakuasi dan pencarian kemungkinan korban lain yang tertimbun reruntuhan.
Beberapa laporan menyebutkan ada 2 penghuni rumah yang belum ditemukan, sehingga upaya pencarian terus dilakukan. Akses ke kompleks dijaga ketat, dan wartawan dilarang masuk ke area inti kejadian.
Penyebab ledakan kebocoran gas. Tim ahli forensik dan Sat Bom dikerahkan untuk memastikan tidak ada unsur pidana atau bahan peledak.
Warga sekitar sempat panik akibat dentuman keras dan getaran yang dirasakan cukup jauh. Puing-puing bangunan beterbangan dan material runtuhan menimpa kendaraan serta rumah tetangga.
Hingga Selasa dini hari (21/7/2026), situasi di lokasi masih terkendali namun tegang. Pihak berwenang terus mengupdate perkembangan evakuasi dan penyelidikan. Masyarakat diminta menghindari lokasi untuk memberi ruang kerja tim rescue.
Peristiwa ini menjadi perhatian serius mengingat lokasi kompleks yang berada di kawasan elit dekat pangkalan udara.(BBS)
Tags
beritaTerkait
komentar