Senin, 24 Agustus 2026

Karyawan PTPN IV Kebun Rambutan Tewas Kecelakaan Saat Angkut Limbah PKS

Faliruddin Lubis - Minggu, 23 Agustus 2026 10:41 WIB
Karyawan PTPN IV Kebun Rambutan Tewas Kecelakaan Saat Angkut Limbah PKS
IST
Lokasi tempat kejadian perkara.

POSMETRO MEDAN,Tebing Tinggi-- Kecelakaan tunggal yang menewaskan Sudarno (40), karyawan PTPN IV Kebun Rambutan, hingga kini masih menyimpan sejumlah misteri. Dugaan adanya upaya penutupan informasi oleh pihak manajemen perkebunan terus menguat karena minimnya klarifikasi resmi.

Kejadian bermula saat Sudarno mengemudikan becak bermotor (betor) Viar roda tiga bersama rekannya. Mereka mengangkut limbah cair Pabrik Kelapa Sawit (PKS) dan melintas di Jalan Gunung Leuser, Kelurahan Tanjung Marulak, Kecamatan Rambutan, Kota Tebing Tinggi. Kendaraan tersebut menabrak pohon mahoni pada Selasa, 18 Agustus 2026.

Akibat kecelakaan itu, Sudarno, pengemudi betor yang membawa tiga drum plastik berwarna biru dan satu jerigen putih berisi limbah cair PKS, meninggal di tempat kejadian perkara (TKP). Rekannya mengalami luka-luka.

Baca Juga:

Tim media telah berupaya mengonfirmasi kejadian tersebut kepada pihak manajemen PTPN IV Kebun Rambutan, baik dengan mendatangi langsung maupun melalui WhatsApp.

Beberapa pihak yang dihubungi, antara lain Zulkarnain Harahap (General Manager), Rahmad Dani (Asisten Afdeling 1), Melinda Lubis (KTU PKS), Papam, serta Danton Security, hingga saat berita ini diterbitkan belum memberikan tanggapan.

Baca Juga:

Dari data yang dihimpun, muncul sejumlah pertanyaan terkait pengangkutan limbah cair Palm Oil Mill Effluent (POME) dari PKS. Pengangkutan limbah tersebut seharusnya dilengkapi dokumen pengeluaran barang dan menggunakan truk khusus.

Namun kenyataannya, limbah diangkut menggunakan betor Viar milik perkebunan yang kemudian terlibat kecelakaan dan menyebabkan kematian Sudarno.

Hingga berita ini diturunkan, pihak manajemen PTPN IV Kebun Rambutan belum mengeluarkan klarifikasi resmi maupun mengadakan konferensi pers terkait kematian karyawannya tersebut.

Situasi ini memperkuat dugaan adanya praktik tidak sesuai prosedur terkait keluarnya limbah cair industri dari PKS Rambutan yang diduga melibatkan oknum di internal manajemen. Dugaan serupa disebut pernah terjadi sebelumnya.

Petugas Pos Laka Lantas Polres Tebing Tinggi pada Jumat, 21 Agustus 2026, menyatakan bahwa pascakejadian, tiga drum plastik biru dan satu jerigen putih berisi limbah cair PKS diambil dan diamankan oleh pihak yang disebut sebagai Papam dari PTPN IV Kebun Rambutan.

Barang bukti yang diangkut menggunakan becak Viar milik perusahaan dan berkaitan langsung dengan kecelakaan yang menewaskan Sudarno (karyawan tetap Afdeling IV Sibarau) dapat diambil pihak manajemen menimbulkan pertanyaan. Apakah ada intervensi dalam proses pengamanan barang bukti tersebut?

Kepada Direksi PTPN IV dan aparat penegak hukum diharapkan segera menyelidiki misteri pengangkutan limbah cair PKS tanpa dokumen yang keluar dari perusahaan milik negara ini, yang berujung pada kematian karyawan bernama Sudarno. Oknum-oknum yang diduga berada di balik praktik tersebut perlu ditindak sesuai hukum yang berlaku. (Presisi.sbs)

Tags
beritaTerkait
Tragis! Gara-gara iPhone, 3 Sekeluarga Tewas Jatuh dari Bukit di Maharashtra India
Menteri Lingkungan Hidup-PTPN IV PalmCo Luncurkan Gerakan Tanam 1,5 Juta Pohon
Sudah 254 Orang Tewas, Ribuan Hilang Tertimbun Runtuhan Gedung
Pembalap Drag Race yang Tewaskan 8 Orang di Kotamobagu Berpotensi Jadi Tersangka
Drag Race Makan Korban: Mobil Pembalap Hantam Penonton, 7 Tewas dan 9 Luka-luka
Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Api di Perlintasan Tanpa Palang Tebing Tinggi
komentar
beritaTerbaru