Kenapa Seminar Internasional IECESS FEB Unimed Abal-abal?
POSMETRO MEDAN, Medan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Negeri Medan baru saja melangsungkan seminar internasional dengan nama
Peristiwa 2 jam lalu
POSMETRO MEDAN, Medan -Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Negeri Medan baru saja melangsungkan seminar internasional dengan nama IECESS 2026 The 3rd Internasional Economic Conference for Enabling Sustainabiliy di auditorium Unimed, Rabu 28 Oktober 2026, tepatnya di Perayaan Hari Sumpah Pemuda kemarin.
Jumlah pesertanya tercatat ada 1.043 yang hadir. Tapi anehnya, pesertanya dari kalangan internal FEB Unimed semua. Masing-masing Kaprodi diduga diperintah Dekan dan Wakil Dekan 1 FEB Unimed agar mengerahkan mahasiswa semester akhir atau yang mau skripsi untuk menjadi presenter dengan bayaran Rp250.000 per paper dan sebagai peserta Rp100.000.
Seminar ini kemudian dicap 'abal-abal' karena tidak memenuhi sejumlah syarat sebagai seminar internasional. Bagaimana penjajakan tim redaksi posmetromedan.id atas penilaian itu? Berikut kami sajikan laporannya dengan indepth news (analisis liputan mendalam).
Baca Juga:
Jadi bisa diperkirakan dari seminar yang dihadiri 1.043 peserta dikali Rp100.000 saja sudah lebih Rp100 juta dan penyelenggaraannya di auditorium Unimed. Peserta yang hadir semuanya dari kalangan internal semua prodi yaitu Akuntansi, Bisnis Digital, Ilmu Ekonomi, Kewirausahaan, Magister, Manajemen, Pendidikan Administrasi Perkantoran, Pendidikan Akuntansi, Pendidikan Bisnis, Pendidikan Ekonomi.
Jadi idealnya bukan seminar internasional, tapi kuliah umum walaupun ada tiga pembicara yang berasal dari luar negeri, seperti dari Thailand, Malaysia dan Irlandia yang hadir secara online (zoom).
Baca Juga:
Seluruh mahasiswa di semester akhir yang sedang menyusun skripsi atau yang masuk di semester tujuh diduga 'dipaksa' oleh Dekanat dan para Kaprodi untuk menjadi peserta. Jika Kaprodi tak bisa menghadirkan mahasiswa sesuai target makan Kaprodi pun diduga akan diberi sanksi oleh Wakil Dekan 1 termasuk tidak mencairkan sebagian dana PO para Kaprodi.
Menurut penelusuran tim redaksi, namanya saja yang seminar internasional, tapi pesertanya hanya dari kalangan internal semua.
Lalu kenapa IECES ini jadi seminar 'abal-abal' dan tak layak jadi seminar internasional? Tim redaksi mengkomparasi pelaksanaanya seminar ini dengan ketentuan dari Kemendiktisaintek. Dari informasi yang diperoleh berdasar ketentuan Kemendiktisaintek, seharusnya dalam melaksanakan seminar internasional ada beberapa syarat yang harus dipenuhi termasuk luaran publikasi. Di seminar IECES ini luaranya hanya berbekal E-ISSN (Electronic International Standard Serial Number) sebagai identitas digital bagi prosiding yang diterbitkan secara berkala secara online.
Memang keberadaan E-ISSN ini untuk menunjukkan kumpulan artikel ilmiah dari satu seminar terdaftar secara resmi di pangkalan data internasional (seperti ISSN International Centre). Namun, untuk prosiding dan seminar internasional, E-ISSN saja tidak cukup. Agar sebuah paper di seminar internasional memiliki nilai angka kredit (KUM) yang diakui oleh Tim Penilai Angka Kredit (PAK) Dikti serta memiliki reputasi akademik yang kuat, ada standar dan komponen wajib lain yang harus dipenuhi.
Lalu kenapa E-ISSN saja tidak cukup? Berdasarkan Panduan Operasional Penilaian Angka Kredit (PO PAK), status prosiding internasional tidak hanya dinilai dari nomor identifikasinya saja, melainkan dari keseluruhan ekosistem publikasinya. Maka komponen wajib tambahan selain E-ISSN adalah prosiding seminar internasional yang diterbitkan sebagai satu jilid buku kumpulan artikel, sehingga diwajibkan memiliki ISBN (International Standard Book Number).
POSMETRO MEDAN, Medan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Negeri Medan baru saja melangsungkan seminar internasional dengan nama
Peristiwa 2 jam lalu
POSMETRO MEDAN, Lubuk Pakam Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Deli Serdang, Dedi Maswardy, mengambil sumpah/janji dan melantik tiga pej
Sumut 3 jam lalu
POSMETRO MEDAN, Lubuk Pakam Pemerintah Kabupaten Deli Serdang mengapresiasi keberhasilan Polresta Deli Serdang mengamankan 12 bandar narko
Sumut 3 jam lalu
POSMETRO MEDAN Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Rakyat Indonesia Bersatu (GRIB) Jaya Kota Medan kembali menunjukkan kepedulian sosial
Medan 6 jam lalu
POSMETRO MEDAN Forum Komunikasi Antar Lembaga Adat (FORKALA) Kota Medan kembali menggelar program &039Goes to School ke 4. Kali ini lemba
Medan 6 jam lalu
POSMETRO MEDAN Satresnarkoba Polrestabes Medan kembali menunjukkan eksistensinya, dalam memberantas peredaran narkoba. Kali ini, petugas be
Medan 6 jam lalu
POSMETRO MEDANMedan, Pemerintah Kota (Pemko) Medan terus memperkuat komitmennya dalam mendorong transformasi digital sebagai langkah stra
Medan 11 jam lalu
POSMETRO MEDANMedan, Pemerintah Kota (Pemko) Medan terus mendorong optimalisasi pemanfaatan aset daerah guna menunjang pelayanan publik s
Medan 11 jam lalu
Posmetro Medan , BINJAI Satresnarkoba Polres Binjai mengamankan dua lakilaki berinisial DR (37) dan HA (18) dari lokasi berbeda dengan
Kriminal 17 jam lalu
Sat Resnarkoba Polres Tapteng Bekuk Buruh Harian Diduga Pengedar Sabu di Pandan.
Sumut 22 jam lalu