Ia pun diajak untuk mengecek kediaman C. Tohir menyaksikan tim Inafis Polrestabes Medan turut serta ke kamar C yang berada di lantai tiga.
"Anehnya, kamar itu seperti sudah dibersihkan. Untungnya, tim Inafis ini mendapatkan sisa darah di gorden, sudut lantai, dan handuk. Anehnya, seprai tidak ada," ungkap Tohir.
Baca Juga:
Tohir turut mengamati rumah C dan ditemukan sejumlah CCTV. Namun, C menyampaikan bahwa CCTV itu sudah tidak aktif. Setelah itu, C dibawa polisi. B
"Pagi tadi saya ditelepon lagi untuk jadi saksi pengambilan barang bukti. Dapatlah di lantai empat ada seprai berlumuran darah dan botol alkohol berbahan kaca," ungkap Tohir.
Baca Juga:
Tohir menyebutkan, dari ponsel C didapati video korban disiksa menggunakan sejumlah alat, termasuk botol kaca tersebut.
Terkait hal itu, wartawan telah berupaya mengonfirmasi Kasat Reskrim Polrestabes Medan, AKBP Bayu Putro Nugroho, tetapi belum ditanggapi.(kpc/mp)
Tags
beritaTerkait
komentar