Sipropam Polres Karo Selidiki, Personel Di-Test Urine
Sipropam Polres Karo Selidiki, Personel DiTest Urine.
Sumut 42 menit lalu
POSMETRO MEDAN, Jakarta - Media sosial seperti Facebook dulu fungsi utamanya adalah untuk menjalin hubungan online dengan teman dan keluarga. Namun dalam dekade terakhir, media sosial telah menjadi lebih menyerupai media biasa.
Ada video promosi yang dibuat selebritas, berita, video, gelombang konten yang dihasilkan AI, dan lainnya. Orang-orang yang kita ikuti dan pesan yang mereka unggah semakin terasa jarang. Media sosial menjadi kurang sosial.
CEO Meta Mark Zuckerberg sendiri yang mengatakan masa awal Facebook menyatukan kembali teman-teman lama tampaknya sudah berakhir. Dalam kesaksiannya di sidang Federal Trade Commission (FTC) Zuck menyebut jumlah orang yang berbagi dengan teman-teman di Facebook khususnya, telah menurun.
"Bahkan jumlah teman baru yang ditambahkan orang-orang saya rasa telah menurun," kata Zuckerberg, meski ia tidak menyebutkan seberapa tajam penurunan tersebut. "Saya tidak tahu angka pastinya."
Baca Juga:
Mantan kepala operasi Meta, Sheryl Sandberg, juga pernah mengutarakan hal yang sama. "Berbagi dengan teman dan keluarga menurun drastis dari waktu ke waktu. Jika strateginya menargetkan teman dan keluarga, Anda akan mengalami masalah pendapatan yang serius," ujarnya.
Popularitas TikTok yang meledak telah mengubah dinamika media sosial saat ini. "Bagi banyak pengguna, aplikasi sekarang berfungsi terutama sebagai mesin penemuan," cetus Zuckerberg. Interaksi sosial semakin banyak muncul dengan kreator konten, daripada melalui interaksi dengan konten teman atau anggota keluarga.
Baca Juga:
Menurut Zuck, tulah sebabnya Meta menambahkan Reels dan baru-baru ini, fungsionalitas seperti TikTok Shop. Agar tetap relevan, Meta harus membuat platformnya lebih seperti TikTok dan berinvestasi besar dalam algoritma.
"TikTok masih lebih besar daripada Facebook atau Instagram, dan saya tidak suka jika pesaing kami lebih baik dari kami," sebut Zuck seperti dikutip detikINET dari Ars Technica.
Dan karena Meta tidak tertarik membeli TikTok, satu-satunya pilihan Meta adalah menjadikan aplikasinya mirip TikTok untuk menghindari eksodus massal setelah pengguna Facebook mulai menurun untuk pertama kalinya pada tahun 2022. (wan/dtc)
Sipropam Polres Karo Selidiki, Personel DiTest Urine.
Sumut 42 menit lalu
Melihat dari Dekat Sosok Irjen Pol. (Purn) Arman Depari punya kedudukan istimewa di salah satu BUMN.
Profil 2 jam lalu
Polse Sianar Marihat mediasi kasus pelemparan rumah di Gang Buntu.
Sumut 3 jam lalu
Melihat dari dekat sosok nyata Iman Irdian Saragih, Wali Kota Tebing Tinggi.
Profil 3 jam lalu
Menjalin silahturahmi, Bhabinkamtibmas Polsek Siantar Timur &039DDS&039 di Gudang Expedisi.
Sumut 4 jam lalu
POSMETRO MEDAN, Taput Wakil Bupati Tapanuli Utara, Dr. Deni Parlindungan Lumbantoruan, M.Eng., menghadiri kegiatan Penyusunan dan Pemapara
Sumut 9 jam lalu
Posmetro Medan,Medan Dalam upaya mengoptimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Medan terus mengintens
Medan 9 jam lalu
Posmetro Medan, Medan Pemko Medan menargetkan 60.000 hingga 70.000 pekerja terlindungi BPJS Ketenagakerjaan pada 2026 sebagai bagian dari p
Medan 9 jam lalu
Posmetro Medan , Karo Logo Festival Bunga dan Buah Kabupaten Karo 2026 yang dirancang oleh Event Organizer (EO) CV. J & M menuai kritik se
Sumut 10 jam lalu
POSMETRO MEDAN Labuhanbatu Aktivis mahasiswa yang tergabung dalam Serikat Pemuda Pantai Peduli Labuhanbatu (LPPPLU) menggelar aksi damai d
Sumut 10 jam lalu