RSUD Amri Tambunan Tanggapi Keluhan Pasien dan Evaluasi Pelayanan
POSMETRO MEDAN, Deli Serdang RSUD Drs. H. Amri Tambunan menyampaikan tanggapan terkait pemberitaan mengenai keluhan pasien yang memperta
Sumut 2 jam lalu
POSMETRO MEDAN,Medan- Mitra Arsitektur Indonesia (MAI) menilai rangkaian banjir dan longsor yang melanda Aceh Tamiang, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat beberapa waktu lalu merupakan bukti bahwa pemerintah dan masyarakat sama-sama gagap dalam menghadapi bencana.
Hal itu disampaikan oleh Syahlan, arsitek sekaligus pendiri MAI, menanggapi pertanyaan terkait penyebab utama kerusakan ekologis di kawasan Sumatera.
Menurut Syahlan, kesalahan paling mendasar terletak pada tata ruang yang tidak cermat, diperparah oleh alih fungsi lahan, perambahan hutan, dan ketidaksiapan pemerintah dalam mitigasi darurat.
Baca Juga:
"Bencana ini bukan sesuatu yang tiba-tiba. Kita tidak punya persiapan," ujarnya.

Baca Juga:
Kantor MAI.
Tata Ruang yang Diabaikan
Syahlan menegaskan bahwa pembangunan permukiman yang masih diizinkan di bantaran sungai telah memicu risiko banjir berantai. Banyak rumah dibangun tanpa konsep adaptif terhadap risiko air. "Bangunannya tidak antisipatif. Seadanya saja," katanya.
Ia juga menyoroti minimnya akses publik terhadap informasi tata ruang. "Untuk hal dasar seperti KRK saja sulit diakses, apalagi peta risiko bencana," tambahnya.
Pemerintah Tak Siap Hadapi Bencana
Ketidaksiapan pemerintah ketika peralatan Peralaan Penanggulangan Bencana darurat datang terlambat. Menurut Syahlan, alat tersebut seharusnya sudah disiagakan di kelurahan yang berada di zona rawan.
"Ada peta kawasan rawan, tapi tidak diikuti kesiapsiagaan dalam Penanggulangan Bencana," kritiknya.
MAI juga menilai pengawasan terhadap hutan lindung-baik legal maupun ilegal- belum berjalan efektif. Perambahan yang terjadi di hulu, menurutnya, menjadi faktor paling berbahaya. "Kerusakannya luar biasa. Kita negeri hutan hujan tropis, tapi tidak menjaganya."
Kerusakan Lingkungan Akibat Ulah Manusia
Syahlan menekankan bahwa bencana kali ini tidak hanya disebabkan cuaca ekstrem atau badai siklon, tetapi juga
"akibat ulah manusia" yang merusak lingkungan tanpa memperhatikan daya dukung alam. "Lahan lindung dirampas legal maupun ilegal. Ini persoalan kesadaran dan nafsu eksploitasi," ujarnya.
Di tengah lambannya mitigasi pemerintah, MAI menjadi salah satu komunitas yang bergerak cepat menggalang bantuan, hingga dalam waktu kurang dari satu hari kebutuhan donasi dapat terpenuhi. MAI terdiri dari arsitek, akademisi, kontraktor, konsultan, regulator, dan masyarakat. "Ini bukti bahwa kolaborasi lintas profesi dapat bekerja nyata," kata Syahlan.
Pemulihan Bisa Makan Waktu 2-4 Tahun
MAI memperkirakan pemulihan total kawasan terdampak akan membutuhkan waktu 2 tahun, bahkan dapat berlangsung hingga akhir masa pemerintahan Presiden Prabowo. "Kerja perbaikan infrastruktur dan sosial ini panjang. Tidak bisa hanya respons euforia awal bencana," ucapnya.
Seruan Nasional: Etika Lingkungan Sejak Usia Dini
Sebagai solusi jangka panjang, Syahlan mendorong pemerintah memasukkan etika lingkungan (environmental ethics) ke dalam kurikulum dari TK hingga perguruan tinggi, serta mewajibkan tokoh agama menyisipkan materi menjaga lingkungan dalam khotbah.
"Kalau tidak dilakukan, tahun depan pola bencana yang sama akan berulang," ujarnya.(erni)
POSMETRO MEDAN, Deli Serdang RSUD Drs. H. Amri Tambunan menyampaikan tanggapan terkait pemberitaan mengenai keluhan pasien yang memperta
Sumut 2 jam lalu
Posmetro Medan, Binjai Kapolres Binjai AKBP R. Bimo Moernanda, S.I.K., M.H., memimpin kegiatan syukuran dan doa bersama anak yatim yang d
Sumut 5 jam lalu
POSMETRO MEDAN, Lubuk Pakam Bupati Deli Serdang, dr H Asri Ludin Tambunan, membuka Pesta Paduan Suara Gerejani Katolik (Pesparani) I Kabu
Sumut 5 jam lalu
Polres Sibolga Sosialisasi Aktivasi Portal Perlinsos Digital Bagi Personel
Sumut 6 jam lalu
Kapolsek Tigapanah Sosialisasikan Pencegahan Karhutla kepada Warga Desa Tongging.
Sumut 7 jam lalu
Sapa Hangat Rico Waas dan Warga Beringin, Momen Sederhana Penuh Makna.
Medan 7 jam lalu
Bupati Pakpak Bharat Franc Bernhard Tumanggor menemui Wakil menteri Kesehatan RI, dr. Benjamin Paulus Octavianus,
Sumut 8 jam lalu
Simpan Setengah Kilogram Ganja di Ember Cat, Pria Asal Madina Ditangkap Satresnarkoba Polres Tapteng.
Sumut 8 jam lalu
Polda Sumut Ungkap Tiga Kasus Narkoba, Sita 244 Kg Sabu
Sumut 9 jam lalu
Wali Kota Wesly Silalahi Sambut Silaturahmi Kapolres Pematangsiantar, Bahas Peningkatan Toleransi dan Perkuat Kolaborasi.
Sumut 9 jam lalu