Selain penegakan hukum, Jean Calvijn menekankan pentingnya pendekatan humanis dan edukatif. Melalui kegiatan "Curhat Warga" dan pembagian paket bantuan, polisi mencoba menggali aspirasi serta harapan masyarakat untuk masa depan wilayah mereka.
Kapolrestabes Medan juga mencatat dampak positif yang tak terduga dari penggempuran barak-barak narkoba dan judi secara masif. Berdasarkan data evaluasi, angka kejahatan jalanan di Kota Medan tercatat mengalami penurunan secara signifikan.
Baca Juga:
"Di luar ekspektasi saya, ternyata penindakan masif di barak narkoba berdampak langsung pada menurunnya kejahatan jalanan. Hal ini kami lakukan tidak hanya di Jermal, tapi juga di Sibolangit, Tembung, dan titik-titik lainnya," tambahnya.
Ia menceritakan pengalaman di wilayah Tembung, di mana anggotanya sempat mendapatkan perlawanan fisik. Polisi kemudian melakukan tindakan tegas dengan mengamankan para pelaku kekerasan tersebut pada malam harinya.
Baca Juga:
Masyarakat Jermal 15 menyampaikan aspirasi agar kehadiran polisi dan program pembinaan ini dilakukan secara berkelanjutan. Warga mengaku masih membutuhkan pengawasan ketat agar wilayah mereka benar-benar bebas dari pengaruh narkoba demi masa depan generasi muda.
Kombes Pol Jean Calvijn meminta dukungan dari seluruh lapisan masyarakat, termasuk tokoh agama, tokoh pemuda, dan awak media.
"Polri tidak bisa melangkah sendirian. Kami butuh dukungan media yang berimbang serta doa dari seluruh masyarakat agar wilayah ini benar-benar bersih dan aman," tutupnya.(DAM)
Tags
beritaTerkait
komentar