Brasil vs Haiti, Neymar Tak Main
Neymar Jr kembali menjadi sorotan publik menjelang pertandingan Brasil melawan Haiti di ajang Piala Dunia 2026.
Sport 30 menit lalu
POSMETRO MEDAN, Medan - Suasana di Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 2 Medan siang itu tampak begitu hidup. Riuh rendah tawa dan selebrasi siswa memecah atmosfer madrasah pascapelaksanaan ujian akhir semester.
Di lapangan terbuka, sebagian siswa tampak asyik beradu ketangkasan dalam pertandingan badminton, futsal, dan kasti dalam gelaran Pekan Olahraga dan Seni (Porseni). Di sudut lain, sayup-sayup terdengar harmoni alat musik seperti suara gitar yang dipetik oleh guru dan siswa. Begitu juga langkah kaki yang ritmis dari siswa yang tengah berlatih tari.
Sementara itu, ketenangan justru merajai ruang perpustakaan dan keheningan yang khusyuk menyelimuti Masjid, tempat jemari dan bibir para siswa lincah melakukan murajaah hafalan Al-Qur'an. Di antara riuhnya aktivitas, beberapa kelompok siswa tampak asyik berguyon sembari menikmati program makanan bergizi gratis.
Baca Juga:
Di taman mini, guru pendamping dan siswa "Duta Lingkungan Hidup" sedang asyik merawat tanaman-tanaman "Apotek Hidup". Sebagian membersihkan batang dan daun usang, ada yang menyiram air, ada yang berdiskusi betapa berartinya tanaman bagi manusia.
Di bulan Juni 2026 ini, atmosfer MTsN 2 Medan seolah menjelma bait-bait puitis mahakarya Sapardi Djoko Darmono: Hujan Bulan Juni. Seperti siklus tahunan yang tak terelakkan, Juni selalu menjadi panggung tempat bertemunya rasa cinta dan getirnya perpisahan. Ada cinta yang mendalam karena mereka telah berhasil mengukir memori belajar, berproses, dan menorehkan prestasi bersama. Namun, ada pula perpisahan yang harus dihadapi karena gerbang kenaikan kelas telah melambaikan tangan—memaksa mereka meninggalkan ruang kelas lama demi menapaki anak tangga yang lebih tinggi.
Sejak madrasah ini mengimplementasikan Kurikulum Berbasis Cinta (KBC), pertemuan dan perpisahan tak lagi dipandang sebagai akhir, melainkan dua sisi mata uang yang saling menggenapi. Output dari proses humanis ini mulai berbuah manis; para siswa kini tampil jauh lebih percaya diri dalam mengeksplorasi potensi diri mereka masing-masing.
Manifestasi KBC: Saat Kognitif dan Afektif Melebur di Ruang Kelas
Penerapan Kurikulum Berbasis Cinta terbukti membawa lompatan kualitas yang signifikan, baik bagi lini pendidik maupun peserta didik di MTsN 2 Medan. Kurikulum ini berhasil mengawinkan aspek kognitif (kecerdasan intelektual) dan afektif (kecerdasan emosional) menjadi sebuah kolaborasi pembelajaran yang memikat.
Dafa, seorang siswa kelas VIII, merasakan betul transformasi spiritual dan emosional tersebut. Bagi Dafa, dinamika belajar di kelas VIII saat ini terasa sangat kontras jika dibandingkan dengan pengalamannya di kelas VII dahulu.
"Melalui Kurikulum Cinta, nilai kasih sayang, toleransi, dan kepedulian ditanamkan dalam setiap aktivitas pembelajaran," ucap Dafa saat diwawancarai di kelasnya, Rabu (17/06/2026).
Senada dengan Dafa, Nadrah, siswi kelas VIII lainnya, mengungkapkan bahwa KBC telah memperluas cakrawala pandangnya mengenai esensi kemanusiaan.
"Kurikulum ini menuntun kami untuk memahami cara mencintai sesama manusia dan merawat lingkungan, sekaligus bergerak bersama untuk mewujudkan cita-cita," ucapnya.
Perubahan paradigma ini juga dirasakan sebagai angin segar oleh para guru. Maimunah, salah satu guru di MTsN 2 Medan, mengakui bahwa pendekatan humanis dalam KBC telah mengikis sekat kaku antara guru dan murid. Ruang kelas tidak lagi mencekam, melainkan berubah menjadi hangat, inklusif, dan menyenangkan. Guru bertransformasi tidak hanya sebagai pengajar yang mentransfer ilmu, tetapi juga sebagai sahabat, mentor, dan pembimbing spiritual.
"Kami ditantang untuk menyelami dan memahami kebutuhan psikologis siswa secara personal. Ketika hubungan emosional guru dan siswa semakin erat, proses transfer ilmu menjadi jauh lebih nyaman, organik, dan efektif," jelas Guru Maimunah.
KBC: Laksana Air di Tengah Gurun Pasir
Secara historis, Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) merupakan paradigma pendidikan transformatif yang diluncurkan secara resmi oleh Kementerian Agama Republik Indonesia pada 24 Juli 2025 di Makassar. Kehadiran KBC dirancang sebagai respons taktis dan strategis Kemenag terhadap situasi global saat ini dan juga bagaimana penerapan kurikulum klasik yang berbasis nilai belajar saja.
Selama bertahun-tahun, kurikulum konvensional dinilai terlalu menitikberatkan pada capaian akademik dan angka-angka kognitif mutlak. Dampaknya, dimensi afektif, empati, dan spiritualitas yang sejatinya merupakan ruh (jiwa) dari pendidikan Islam sering kali terabaikan. Proses pendidikan kerap terjebak dalam rutinitas administratif yang gersang akan makna kasih sayang, kehilangan orientasi transendental (kedekatan dengan Tuhan), serta kurang menyentuh kodrat kemanusiaan peserta didik secara utuh.
Melalui Kemenag, implementasi KBC di madrasah-madrasah kini diintegrasikan melalui rekonstruksi materi ajar, penguatan moderasi beragama yang inklusif, serta metode experiential learning (belajar berbasis pengalaman langsung). Kemenag berkomitmen menjadikan madrasah bukan sekadar pabrik kelulusan, melainkan ekosistem persemaian karakter mulia yang berbasis pada nilai Rahmatan lil 'Alamin (rahmat bagi semesta alam).
Kepala MTsN 2 Medan, Pesta Berampu, menegaskan bahwa denyut nadi nilai-nilai cinta dalam KBC tidak boleh mandek di balik dinding-dinding ruang kelas. Kurikulum ini dirancang untuk mendobrak batas madrasah guna melahirkan budaya gotong royong, kepekaan sosial, dan tanggung jawab moral terhadap lingkungan sekitar.
"Kami menyaksikan sendiri bagaimana atmosfer madrasah bertumbuh menjadi jauh lebih harmonis. Relasi antar-siswa dan guru semakin solid. Bahkan, dampaknya meluas hingga ke lingkungan luar madrasah. Penerapan KBC berhasil membangun jembatan harmonisasi yang kuat antara siswa dan masyarakat sekitar, di mana mereka kini saling bahu-membahu," ucapnya.
Kepala MTsN 2 Medan berharap, resonansi Kurikulum Berbasis Cinta ini dapat terus dijaga dan diimplementasikan oleh para siswa di mana pun mereka berada—baik di lingkungan keluarga maupun di tengah masyarakat luas. Goal besarnya adalah mencetak generasi cendekiawan masa depan yang tidak hanya unggul dalam inovasi dan teknologi, tetapi juga matang secara emosional dan spiritual.
Sore pun menjemput di MTsN 2 Medan. Suasana senja di pertengahan Juni itu mendadak liris, seindah alunan musikalisasi puisi Sapardi yang dibawakan oleh duet legendaris Ari Reda. Petikan dawai gitar yang sunyi berpadu dengan vokal yang merdu, berhasil mengubah bait Hujan Bulan Juni menjadi sebuah simfoni yang menawan hati. Lewat Kurikulum Berbasis Cinta, MTsN 2 Medan tampaknya sedang memahat langkah pasti: mengantarkan anak-anak didiknya tumbuh menjadi manusia yang manusia seutuhnya.( Rel)
Neymar Jr kembali menjadi sorotan publik menjelang pertandingan Brasil melawan Haiti di ajang Piala Dunia 2026.
Sport 30 menit lalu
Pakai baju tahanan, Dokter Tifa menyusul Roy Suryo menjalani cek medis di RS Polri.
Peristiwa satu jam lalu
POSMETRO MEDAN, Medan Suasana di Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 2 Medan siang itu tampak begitu hidup. Riuh rendah tawa dan selebrasi s
Profil 2 jam lalu
POSMETRO MEDAN, Medan Persidangan perkara dugaan percobaan penyelundupan manusia dengan tiga terdakwa warga negara Sri Lanka kembali meng
Peristiwa 3 jam lalu
POSMETRO MEDAN, Siborongborong Pemandangan berbeda terlihat di sepanjang jalur menuju Bandara Silangit, Jumat (19/6/2026). Ratusan aparatu
Sumut 3 jam lalu
POSMETRO MEDAN, Medan Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Jean Calvijn Simanjuntak kembali turun langsung menjadi Negosiator ketika ratusan wa
Medan 3 jam lalu
Posmetro Medan, Karo Menyemarakkan Hari Bhayangkara ke80, Polres Karo menggelar turnamen bola voli antarpersonel di Lapangan Voli Mapolres
Sport 6 jam lalu
POSMETRO MEDAN,Medan Kajati Sumut, Muhibuddin, SH., MH didampingi Asisten Intelijen Irfan Wibowo, SH., MH dan Asisten Tindak Pidana Umum S
Medan 6 jam lalu
Kondisi Terkini Pemain Kanada Ismael Kone yang Alami Patah Kaki.
Sport 6 jam lalu
Marsdya TNI M. Khairil Lubis menduduki jabatan sebagai Dansesko TNI dalam acara di Mabes TNI.
Profil 6 jam lalu