Selasa, 21 April 2026

Semangat Kartini di Tirtanadi Sumut, Nurleli Buktikan Ketangguhan Perempuan Dalam Dunia Teknik Sipil

Faliruddin Lubis - Selasa, 21 April 2026 07:17 WIB
Semangat Kartini di Tirtanadi Sumut, Nurleli Buktikan Ketangguhan Perempuan Dalam Dunia Teknik Sipil
Wiwin
Kepala Divisi Litbang Perumda Tirtanadi Sumut, Nurleli, S.T., M.M., saat ditemui di Kantor Perumda Tirtanadi Sumut di Medan, Kamis (16/4/2026). Di momen Hari Kartini, ia membuktikan perempuan mampu bersaing dan tangguh dalam dunia teknik.

POSMETRO MEDAN, Medan - Di dunia teknik sipil yang sering kali diidentikkan dengan debu jalanan, mesin berat, dan dominasi pria, muncul sosok Nurleli, S.T., M.M., Kepala Penelitian dan Pengembangan (Litbang) Perumda Tirtanadi Sumatera Utara (Sumut).

Baginya, menjadi perempuan di sektor teknis bukanlah hambatan, melainkan peluang untuk menunjukkan bahwa ketegasan dan kelembutan bisa berjalan beriringan.

Lulusan Teknik Sipil Universitas Sumatera Utara (USU) angkatan 1995 ini memulai karier profesionalnya di sektor swasta sebagai pengawas di perusahaan konstruksi pembangunan jalan. Pengalaman ini membentuk mentalitasnya menjadi pribadi yang disiplin dan detail.

Baca Juga:

"Sejak awal bekerja, saya terbiasa turun langsung. Saya pernah mengawasi progres pekerjaan jalan setiap hari di lapangan," ujar perempuan murah senyum itu, saat ditemui di Kantor Perumda Tirtanadi Sumut di Medan, Kamis (16/4/2026).

Bergabung dengan Tirtanadi sejak tahun 2002, perjalanannya merupakan bukti nyata dedikasi dari nol. Mulai dari pegawai divisi perencana, sekretaris direksi, kepala bagian, kepala cabang di berbagai wilayah (Medan Labuhan, Amplas, Denai), hingga kini dipercaya memimpin divisi litbang.

Baca Juga:

Salah satu kisah paling ikonik dalam perjalanan kariernya adalah saat ia menjabat sebagai Kepala Cabang Medan Denai. Di sana, ia harus berhadapan dengan berbagai dinamika sosial, termasuk merangkul organisasi kepemudaan (OKP).

"Kuncinya adalah komunikasi. Saya tidak segan bersilaturahmi langsung ke kantor mereka, mengajak diskusi, dan memberikan pemahaman dengan cara yang baik. Sebagai pemimpin, kita harus merangkul, bukan memusuhi," ungkapnya.

Ketangguhannya juga teruji saat menghadapi situasi darurat, seperti pipa pecah yang mengakibatkan banjir di rumah pelanggan.

Meski pernah diintimidasi oleh pelanggan hingga menangis karena dikasari, Nurleli tetap berdiri tegak. Ia membuktikan bahwa kebijakan seorang pimpinan sering kali lahir dari keberanian mengambil inisiatif di tengah situasi kritis, tanpa harus selalu menunggu instruksi atasan.

Tempuh Pendidikan Tanpa Batas

Di tengah kesibukan kerja, semangat belajarnya tidak pernah padam. Nurleli mampu menyelesaikan Magister Manajemen di UISU dengan IPK nyaris sempurna, 3,99 pada tahun 2010 sambil tetap bekerja secara profesional.

Uniknya, ia mengenang masa kuliahnya sebagai sumber informasi bagi teman-temannya yang juga bekerja. Si pecinta rujak buah ini mengaku selalu terbuka untuk berbagi ilmu kepada siapa saja. Menurutnya, berbagi pengetahuan baik berupa teori maupun pengalaman praktis tidak akan merugikan dirinya.

"Saya sering jadi tempat bertanya tugas sebelum masuk kelas. Saya berbagi ilmu dengan senang hati. Ilmu yang saya bagikan mungkin hanya sebatas teori atau pengalaman yang sebenarnya mereka sudah tahu, namun karena keterbatasan tertentu, mereka mungkin belum sempat mengerjakan tugas kuliahnya sendiri," tuturnya sambil tersenyum.

Keberhasilan Nurleli dalam meraih gelar magister tak lepas dari dukungan penuh sang suami. Namun, takdir berkata lain, sembilan tahun lalu, suami tercintanya berpulang.

Separuh jiwanya pergi. Beruntung, Nurleli memiliki tiga orang buah hati yang memberinya semangat untuk terus berjuang. Semangatnya dalam membesarkan dan mendidik anak-anak kini terus berkobar tanpa celah.

Warisan Disiplin Orang Tua

Karakter tangguh perempuan penggemar buku agama dan psikologi ini berakar dari didikan sang ayah yang sangat disiplin. Sejak kecil, ia diajarkan untuk menuntaskan setiap pekerjaan rumah dengan benar sebelum diperbolehkan bermain. Nilai tanggung jawab inilah yang ia bawa hingga dewasa dan ia tanamkan kepada anak-anaknya.

"Prinsip saya sederhana, bekerjalah sesuai aturan, jangan 'neko-neko', dan syukuri apa yang kita terima. Selagi kita melakukan yang benar, Allah pasti akan melindungi dan memberi jalan keluar," tegasnya.

Pesan untuk Perempuan Indonesia

Dalam semangat Hari Kartini, Nurleli berpesan agar perempuan Indonesia tidak ragu untuk bersaing secara sehat di bidang apa pun, termasuk sektor yang dianggap sulit bagi perempuan.

"Perempuan harus mandiri dan tangguh. Kita mampu bersaing dengan pria di masyarakat, baik di level kecil maupun nasional, tanpa melupakan kodrat dan tanpa lupa mengurus diri sendiri. Percayalah pada kemampuan diri, karena saat kita merasa percaya diri, kita akan melangkah dengan semringah dan tanpa ragu," pesan perempuan kelahiran 13 April 1977 itu. (Win)

Tags
beritaTerkait
Semangat Kartini di Tirtanadi Sumut, Halimatussa'diah Ajak Perempuan Berproses dari Bawah
Kementerian ATR/BPN Dukung Kebun Pangan Lokal Perempuan
Direksi Tirtanadi Hadiri Rapat Pansus LKPJ Gubernur Sumut 2025 di DPRD Provsu
Viral! Cewek Diduga Alami Gangguan Kejiwaan Joget Hanya Pakai Bra dan Celdam di Acara Dangdutan
Dirut PDAM Tirtanadi Adrian Surbakti Tegaskan Isu Pencaloan Kasus Lama 2022, Oknum Sudah Dipanggil Polda Sumatera Utara
Geger, Mayat Wanita Diduga Dibunuh Ditemukan di Tumpukan Sampah
komentar
beritaTerbaru