Kamis, 02 Juli 2026

Geofest 2026 Jadi Momentum Perkuat Green Card dan Promosi Global Toba Caldera

Faliruddin Lubis - Kamis, 02 Juli 2026 11:07 WIB
Geofest 2026 Jadi Momentum Perkuat Green Card dan Promosi Global Toba Caldera
IST/Asep
The 7th Geotourism Festival and International Conference 2026 yang berlangsung pada 1-5 Juli 2026 di Kabupaten Simalungun, Samosir, dan Karo.

POSMETRO MEDAN, Parapat - Kawasan Danau Toba kembali menjadi pusat perhatian dunia internasional melalui penyelenggaraan The 7th Geotourism Festival and International Conference 2026 yang berlangsung pada 1-5 Juli 2026 di Kabupaten Simalungun, Samosir, dan Karo.

Mengusung tema "Showcase Geology, Biology and Cultured Diversity", ajang ini menjadi momen untuk merayakan keberhasilan Toba Caldera UNESCO Global Geopark (UGGp) kembali meraih status Green Card, sekaligus memperkuat promosi geowisata dan pembangunan berkelanjutan.

Rangkaian kegiatan diawali dengan welcome dinner di Hotel Khas Parapat yang dihadiri peserta dari berbagai daerah di Indonesia serta delegasi mancanegara yang terdiri dari akademisi, pakar, pejabat pemerintah, pelaku UMKM, dan pengelola geopark dari berbagai daerah di Indonesia dan luar negeri.

Baca Juga:

Selama lima hari, peserta mengikuti field trip kawasan Toba Caldera, konferensi internasional, workshop, meeting dan talkshow, capacity building, hingga promosi UMKM lokal.

Baca Juga:

Direktur General Manager Toba Caldera UNESCO Global Geopark, Azizul Kholis, menegaskan keberhasilan memperoleh Green Card bukanlah tujuan akhir, melainkan awal untuk memastikan pelestarian dan keberlanjutan kawasan geopark.

"Status green card itu bukan menjadi satu tujuan akhir. Ini baru permulaan bagaimana kita bisa menjaga pelestarian dan keberlanjutan dari Geopark itu sendiri," ujarnya, Rabu (1/7/2026) di sela-sela acara welcome dinner di Hotel Khas Parapat.

Menurut Azizul, Geofest menjadi sarana meningkatkan edukasi, sosialisasi, dan promosi Geopark Toba, sekaligus memperluas gaungnya hingga tingkat internasional. Ke depan, pengelola juga akan memperkuat penataan geosite. Saat ini Toba Caldera memiliki 16 geosite, padahal potensinya mencapai lebih dari 40 lokasi.

"Bagaimana kita bisa memperkuat geosite-geosite yang dapat melibatkan langsung masyarakat setempat. Ini menjadi percepatan bagi kawasan Geopark Toba Caldera untuk lebih dikenal dan lebih terpromosikan dari daya tarik saintifik menjadi daya tarik wisata atau geowisata," katanya.

Ia menambahkan, penguatan geopark diharapkan mampu mendorong pengembangan geoproduct, meningkatkan perekonomian masyarakat, serta menjaga kelestarian lingkungan melalui tiga pilar utama geopark, yakni Geo, Bio, dan Culture.

Sementara itu, Ketua Dewan Pakar Komite Geopark sekaligus perwakilan Jaringan Geopark Indonesia (JGI), Dedi Irpan Bahri, mengapresiasi perkembangan Toba Caldera setelah berhasil mempertahankan Green Card.

Menurutnya, kolaborasi pentahelix yang melibatkan pemerintah, akademisi, dunia usaha, komunitas, media, dan masyarakat menjadi modal utama membangun geopark yang berkelanjutan.

"Kami dari Jaringan Geopark Indonesia senang sekali melihat perkembangan yang luar biasa di Geopark Toba Caldera UNESCO Global Geopark. Kehadiran seluruh tamu undangan memperlihatkan bagaimana kolaborasi pentahelix menjadi satu kesatuan yang menjadi poin penting dalam membangun sebuah geopark," ucapnya.

Dedi menilai tantangan berikutnya adalah memastikan status Green Card tidak hanya menjadi simbol, tetapi diwujudkan melalui program nyata di bidang edukasi, konservasi, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.

"Yang harus kita perhatikan adalah bagaimana mempertahankan status ini bukan hanya sekadar status, tapi benar-benar bisa teraplikasikan di semua bidang," tegasnya.

Di sisi lain, Plt Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif Provinsi Sumatera Utara, Yuda Pratiwi Setiawan, berharap Green Card mampu meningkatkan kunjungan wisatawan ke tujuh kabupaten dan satu kabupaten penyangga kawasan Danau Toba.

"Alhamdulillah kita sudah mendapatkan kembali green card untuk Toba Caldera. Dengan semangat Bapak Gubernur, para bupati, wakil bupati, dewan pakar, dan masyarakat, akhirnya kita mendapatkan green card kembali," katanya.

Yuda mengatakan Pemprov Sumut menargetkan penambahan jumlah geosite dari 16 menjadi 40 lokasi pada tahun ini. Selain itu, seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) diminta berkolaborasi menjaga keberlanjutan Green Card melalui program di sektor pariwisata, ekonomi masyarakat, pembangunan berkelanjutan, dan perlindungan kawasan.

Sebagai bentuk dukungan, Dinas Kebudayaan, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif Provinsi Sumatera Utara mengalokasikan anggaran sekitar Rp5 miliar pada 2026 untuk mendukung penyelenggaraan festival, pelatihan, kajian, serta berbagai program pengembangan pariwisata.

"Kalau pariwisata, kita menganggarkan kurang lebih hampir Rp5 miliar tahun ini, termasuk penyelenggaraan festival. Selain itu, kita juga melaksanakan pelatihan-pelatihan, kajian, dan berbagai kegiatan lainnya," ungkapnya.

Dukungan promosi internasional juga datang dari Parlindungan Purba, Konsul Kehormatan Republik Korea Selatan untuk Sumatera Utara. Ia menilai peluang mendatangkan wisatawan asal Korea Selatan ke Danau Toba sangat besar dan siap memperkuat promosi melalui jejaring yang dimiliki.

"Dari Medan ke Korea memang masih transit, tetapi penerbangannya penuh. Itu menandakan potensinya besar," ujarnya.

Parlindungan mengungkapkan pihaknya telah berkomunikasi dengan PHRI dan ASITA Sumatera Utara untuk menyusun strategi promosi wisata. Bahkan, dalam waktu dekat sekitar 50-60 pelajar dan dosen asal Korea Selatan dijadwalkan berkunjung ke Medan dan Danau Toba sebagai bagian dari kerja sama pendidikan dan pariwisata.

"Saya yakin dengan adanya Konsul Kehormatan Korea di Medan akan mendorong wisatawan dari Korea datang ke Sumatera Utara. Kita juga akan membuat Business Summit Korea-Indonesia untuk memperkuat kerja sama," pungkasnya. (win)

Tags
beritaTerkait
Pemkab Samosir Dukung Polri Wujudkan Pelayanan Presisi dan Humanis
Wakil Bupati Apresiasi Pelayanan Humanis Kapolres Samosir AKBP Rina SN Tarigan
Judi Online Internasional Dibongkar, Cuan Rp8,5 M Lebih Disita, 287 WNA dan 4 WNI Tersangka
Wabup Samosir Ajak Pomparan Toga Samosir Berkontribusi Bangun Bona Pasogit, Pesta Bolon PTSBI Gaungkan Persatuan dan Pelestarian Budaya Batak
Bareskrim Polri Amankan DPO Jaringan Fredy Pratama, Ungkap Peran Pengendali Keuangan Sindikat Narkotika Internasional
Sumut Perkuat Posisi Danau Toba Jadi Destinasi Wisata Olahraga Dunia
komentar
beritaTerbaru