Hutama Karya Percepat Pemulihan Aceh Pascabencana
Dari Jalan hingga Air Bersih, Hutama Karya Percepat Pemulihan Aceh Pascabencana.
Inter-Nasional 53 menit lalu
POSMETRO MEDAN, Karo-- Puluhan orang tua siswa yang mengalami dugaan keracunan setelah mengonsumsi makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG), bersama Elemen Masyarakat Karo Peduli (EMKAP), mengikuti Rapat Dengar Pendapat (RDP) di DPRD Kabupaten Karo, Senin (7/9/2026).
RDP tersebut digelar sebagai tindak lanjut atas surat yang disampaikan EMKAP kepada DPRD Kabupaten Karo terkait kasus dugaan keracunan yang dialami sejumlah siswa penerima manfaat program MBG di Sekolah Berastagi.
Rapat berlangsung alot. Sejumlah orang tua siswa terlihat kecewa hingga murka lantaran penyebab pasti munculnya gejala yang dialami anak-anak mereka hingga kini belum diketahui secara jelas.
Baca Juga:
Para orang tua mempertanyakan proses penanganan serta hasil pemeriksaan terhadap makanan yang diduga berkaitan dengan munculnya keluhan kesehatan para siswa.
Mereka meminta seluruh pihak terkait tidak saling lempar tanggung jawab dan segera memberikan penjelasan secara terbuka kepada masyarakat.
Baca Juga:
Dalam RDP, transparansi proses pemeriksaan juga menjadi sorotan. Orang tua siswa meminta hasil uji laboratorium serta pemeriksaan terhadap makanan yang dikonsumsi anak-anak mereka disampaikan secara terbuka agar tidak menimbulkan spekulasi dan keresahan berkepanjangan.
Kasus dugaan keracunan ini menjadi perhatian serius karena menyangkut kesehatan dan keselamatan anak-anak yang merupakan penerima manfaat program MBG.
Orang tua siswa berharap pemerintah dan aparat penegak hukum segera mengungkap penyebab sebenarnya, termasuk memastikan apakah kejadian tersebut berkaitan dengan makanan MBG atau faktor lainnya.
Selain itu, orang tua juga meminta kompensasi karena selama ini harus menjaga anak mereka yang menjalani perawatan di rumah sakit akibat kejadian tersebut.
Salah satu orang tua siswa yang hadir dalam RDP mengatakan anaknya kini sudah berada di rumah. Namun, sebelumnya anak tersebut harus beberapa kali menjalani pemeriksaan di rumah sakit.
Ia mengaku pada Jumat lalu anaknya baru dua kali masuk sekolah sebelum kembali menjalani pemeriksaan di rumah sakit. Menurutnya, pihak rumah sakit juga belum dapat memastikan penyebab keluhan kesehatan yang dialami anaknya.
"Saya bawa hasil rontgen ini. Saya tanya dokter paru apa penyebabnya, kemudian dokter mengatakan asap rokok. Bukan saya saja, semua anak-anak yang terkena racun MBG merasakan paru sesak, kepala sakit, tenggorokan sakit. Tapi kenapa dibilang akibat asap rokok?" ucapnya.
Ia mempertanyakan pernyataan tersebut karena menurutnya gejala serupa juga dialami oleh anak-anak lain yang diduga terdampak setelah mengonsumsi makanan MBG.
Para orang tua menegaskan, persoalan tersebut bukan semata-mata untuk mencari pihak yang harus disalahkan. Mereka meminta pemerintah dan seluruh pihak terkait memastikan kejadian serupa tidak kembali terjadi serta menjamin keamanan makanan yang diberikan kepada siswa.
Perwakilan Elemen Masyarakat Karo Peduli, Jhon Ginting, mengatakan terdapat delapan poin tuntutan orang tua siswa yang telah disepakati dalam RDP. Delapan tuntutan tersebut selanjutnya akan disampaikan kepada Kepala Badan Gizi Nasional (BGN).
Menurut Jhon, hingga saat ini pihaknya belum mengetahui secara pasti hasil pemeriksaan laboratorium terhadap sampel makanan yang berkaitan dengan dugaan keracunan tersebut.
"Dalam arti kata, selama ini kami belum tahu apa hasil labnya. Ini sudah keluar tapi tidak diumumkan. Dari keterangan Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Utara mengatakan racun MBG ada tiga," ucapnya.
Jhon mengatakan, dari delapan poin tuntutan yang disepakati, pihaknya meminta notulen hasil rapat segera disampaikan kepada mereka paling lambat satu minggu.
"Supaya orang tua tidak was-was lagi terhadap penanganan anaknya," katanya.
Ia menyebut ada dua poin yang dinilai paling mendesak untuk segera diselesaikan, yakni pemulihan kesehatan anak-anak yang diduga mengalami keracunan serta pendampingan psikologis agar anak-anak tersebut tidak mengalami trauma.
"Di antara kedelapan itu ada dua yang harus segera diselesaikan, yaitu pemulihan kesehatan terhadap anak-anak yang telah keracunan MBG dan pendampingan psikologinya supaya anak ini tidak trauma. Kedua, kompensasi terhadap orang tua yang selama ini menjaga anaknya di rumah sakit akibat MBG," pungkas Jhon.
Sementara itu, Ketua DPRD Kabupaten Karo, Iriani Br Tarigan, mengatakan pihaknya akan mengupayakan solusi terbaik terkait keluhan para orang tua siswa.
"Terkait RDP dengan orang tua siswa, kami dari DPRD Kabupaten Karo mengupayakan yang terbaik. Mungkin dalam waktu dekat kami DPRD Kabupaten Karo dan Pemerintah Kabupaten Karo akan sesegera mungkin mendatangi BGN pusat untuk mencari solusi terbaik untuk anak-anak. Semoga kita akan mendapatkan solusi yang terbaik dari BGN pusat," ucapnya.
Ia menegaskan, DPRD Kabupaten Karo telah menampung seluruh keluhan dari orang tua siswa dan akan menyampaikannya kepada pihak BGN.
"DPRD Kabupaten Karo menampung semua keluhan dari orang tua siswa dan akan kita sampaikan kepada pihak BGN," pungkas Ketua DPRD. (JPG)
Dari Jalan hingga Air Bersih, Hutama Karya Percepat Pemulihan Aceh Pascabencana.
Inter-Nasional 53 menit lalu
POSMETRO MEDAN, Lubuk Pakam Bupati Deli Serdang, dr H Asri Ludin Tambunan, menyerahkan kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan secara gratis kep
Sumut satu jam lalu
14 Pengunjung Positif Narkoba di Kito Cafe Disorot, Wali Kota Tanjungbalai Ditantang Tutup.
Sumut satu jam lalu
POSMETRO MEDAN, Lubuk Pakam Pemerintah Kabupaten Deli Serdang menerima kunjungan audiensi dari Konsulat Kehormatan Republik Korea Wilayah
Sumut satu jam lalu
Gerak Cepat Tanggapi Viral, Reskrim Polsek Medan Tembung Berhasil Ungkap Kasus Pencurian Sepeda Motor di Komplek MMTC.
Kriminal satu jam lalu
Pj Sekda Kota Medan Ajak Seluruh Elemen Masyarakat Bersama Membangun Kota Medan.
Medan satu jam lalu
Tindak Lanjut Keracunan MBG, Delapan Hasil Kesepakatan RDP Akan Disampaikan ke BGN.
Sumut 2 jam lalu
Sidang Waterfront City Samosir Tak Ada Aliran Dana ke PPK Enda Ketaren.
Medan 2 jam lalu
POSMETRO MEDAN, Beringin Pemerintah Kabupaten Deli Serdang terus berkomitmen memastikan pelaksanaan Program Strategis Nasional (PSN) berj
Sumut 2 jam lalu
POSMETRO MEDAN, Lubuk Pakam Staf Ahli I Tim Penggerak (TP) PKK Kabupaten Deli Serdang, Asniar Lom Lom Suwondo, bersama jajaran melaksanakan
Sumut 3 jam lalu