Polsek Pantai Labu Gelar Patroli Antisipasi Peredaran Narkoba di Wilayah Rawan
POSMETRO MEDAN, Deli Serdang Dalam rangka menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Harkamtibmas), Polsek Pantai Labu, Polresta Deli Serd
Sumut 9 jam lalu
POSMETRO MEDAN, Medan - Video bernarasi anggota DPRD Sumut, Megawati Zebua mencekik leher pramugari di dalam pesawat viral di media sosial.
Peristiwa ini terjadi saat boarding sebelum keberangkatan penerbangan IW-1267 rute Gunungsitoli (GNS) menuju Medan Kualanamu (KNO) pada 13 April 2025.
Dalam video yang dilihat, Senin (14/4/2025) seorang pramugari berseragam merah terlihat adu mulut wanita berbaju putih (Megawati Zebua). Terlihat seorang pria berbaju hitam berdiri juga di sekitar kedua wanita ini.
Baca Juga:
Setelah itu, wanita berbaju putih (Megawati Zebua) itu terlihat mencekik pramugari itu. Selain cekikan, pramugari itu juga terlihat terdorong setelahnya.
Pihak Wings Air dikabarkan menempuh jalur hukum terkait kasus dugaan pencekikan pramugari yang dilakukan anggota DPRD Sumut Megawati Zebua.
Baca Juga:
Menanggapi video viral tersebut, politisi Partai Golkar, Megawati Zebua akhirnya memberikan keterangan terkait perbuatan yang dilakukannya di dalam pesawat maskapai Wings Air.
"Inilah media sosial, suka membesar-besarkan dan membalikkan fakta. Saya justru membela penumpang lain agar tasnya tidak dipindahkan. Tidak ada pencekikan," ujar Megawati Zebua.
“Saya tidak ada mencekik, hanya menyuruh pramugari itu bergeser, agar penumpang yang lain bisa masuk,” ucapnya pada awak media, setelah pelaksanaan paripurna DPRD dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) Sumut ke-77, Selasa (15/4/2025).
Megawati mengatakan, dirinya hanya berniat membantu seorang pria paruh baya yang tidak ingin barang bawaannya diletakkan di bagasi, karena akan melakukan perjalanan transit.
“Saya hanya membantu seorang bapak yang sudah tua untuk barangnya tidak dibagasikan karena perjalanan transit. Karena kalau transit dibagasikan harus menunggu satu jam, jadi bisa hangus tiketnya kalau menunggu ambil barang di bagasi,” katanya.
Megawati menegaskan, tidak memiliki niat untuk mencelakai pramugari tersebut, dan tak ada melakukan tindakan penganiayaan. Hanya saja menolong penumpang yang membutuhkan pertolongan dirinya.
“Pramugarinya ngotot pada saat itu, dengan alasan barangnya sudah dilabel dan harus dibagasi. Jadi bukan permasalahan barang bawaan saya, saya hanya membantu orang. Demi Tuhan saya tidak ada niat buruk,” ujarnya.
Saat ditanya komunikasi dirinya dengan pihak maskapai, Megawati mengaku sudah melakukan komunikasi lebih lanjut terkait video viral yang menyangkut dirinya.
“Saya sudah komunikasi, kita lihat saja ke depannya, yang pasti saya tidak akan memperkeruh masalah ini,” katanya.
Megawati mengaku tidak mengetahui sikap maskapai tersebut dan siap melakukan klarifikasi.
"Saya tidak tahu, yang penting saya akan ceritakan sesungguhnya apa yang sedang terjadi pada saat itu. Mungkin kejadiannya pada hari itu sekitar jam 3 atau jam 4 sore," ungkap Megawati saat hadiri Rapat Paripurna DPRD Sumut, Selasa (15/4/2025).
Sementara itu, ia mengklaim bahwa kedua pihak juga sudah berdamai terkait peristiwa tersebut.
"Sudah (komunikasi) dan saling memaafkan, biarlah ini jadi pembelajaran untuk kita juga biar para penumpang dan pramugari. Saya enggak tahu (tindakan hukum), baru dengar juga. Belum ada komunikasi dengan pihak pramugari karena saya anggap sudah selesai dan memaafkan, biarlah ini jadi pembelajaran," ujarnya.
Ia menyebutkan bahwa perdamaian dilakukan saat masih di Bandara Binaka, usai dirinya diturunkan dari Pesawat Wings Air tujuan Bandara Kualanamu.
"Pas masih di bandara (saling meminta maaf), saya mau pulang karena sudah ketinggalan pesawat. Saat itu juga saya telepon direktur bandara Pak Zulkifli, saya jelaskan permasalahannya dan dia bilang "sabar-sabar", saya bilang "saya pun sabarnya pak, ini jadi pembelajaran buat kita"," ucapnya.
Sementara itu, dirinya harus melakukan perjalanan pada Senin (14/4/2025) keesokan harinya. Hal ini terjadi lantaran dirinya ketinggalan pesawat untuk memberikan klarifikasi tersebut.
"Akhirnya naik penerbangan berikutnya, hari Senin pagi," pungkasnya.
Kuasa hukum Megawati Zebua, Martin menyebut, kliennya dipaksa turun dari pesawat oleh petugas bandara, dan mengalami luka karena tarikan tangan petugas.
"Mereka seharusnya tahu siapa beliau. Ini anggota DPRD aktif, suara terbanyak di dapilnya. Tapi diperlakukan seperti bukan siapa-siapa," ujarnya.
Sementara itu, Ketua DPRD Sumut Erni Ariyanti mengaku belum bertemu dengan Megawati.
"Saya belum ketemu nanti setelah ini baru kita tanyakan. Ya seharusnya sebagai wakil rakyat ya bisa menjaga sikapnya tapi saya kan belum mendapatkan keterangan yang bersangkutan jadi saya belum bisa komentar banyak banyak," ungkap Erni, usai Rapat Paripurna DPRD Sumut, Selasa (15/4/2025).
Erni mengakui jika pihaknya belum bertemu fraksi Partai Golkar terkait bantuan hukum. "Saya kan belum ketemu, juga dengan Partai Golkar, belum ada rapat fraksi mengenai ini juga," ujarnya.
Tapi, Erni sudah mendapat informasi kalau Megawati Zebua sudah memberikan keterangan ke Fraksi Golkar.
“Yaa Kak, beliau sudah memberikan keterangan ke ketua fraksi,” kata Ketua DPRD Sumut, Erni Ariyanti singkat, saat dihubungi via pesan WhatsApp.
Setelah dilaporkan ke kepolisian oleh maskapai Wings Air, Megawati Zebua juga terancam sanksi dari Partai Golkar.
Sekjen DPP Golkar Sarmuji menegaskan bakal memberikan pembinaan dan sanksi terhadap Megawati Zebua.
Sarmuji mengatakan, pihaknya memang belum mendapatkan laporan resmi terkait insiden yang melibatkan salah satu kadernya.
Namun, kejadian tersebut sudah diketahui oleh dia dan jajaran DPP Golkar dari informasi dan unggahan yang beredar di media sosial.
“Sampai saat ini belum ada laporan ke DPP. Kami tahu dari medsos. Kalau benar, kami akan lakukan pembinaan. Dalam pembinaan bisa diberikan sanksi. Nanti tergantung tingkat kesalahannya,” ujar Sarmuji, Selasa (15/4/2025).
Meski begitu, Sarmuji mengingatkan semua kader Golkar untuk menghargai setiap profesi, tak terkecuali seorang pramugari ketika menjalankan tugasnya.
“Setiap orang mesti menghargai profesi orang lain, termasuk profesi pramugari. Apalagi tugas pramugari bukan tugas mudah, mengingat dia harus melayani orang lain dengan standar keselamatan yang tinggi,” kata Sarmuji.
Sementara itu, Ketua DPD Golkar Sumut Musa Rajekshah alias Ijeck mengatakan akan meminta klarifikasi dari Megawati.
“Iya (Mega). Saya belum mendengar langsung dari yang bersangkutan tentang kejadian ini, apa masalah sebenarnya,” kata Ijeck, Selasa (15/4/2025).
“Iya (kami minta klarifikasi). Mohon bisa kita tanggapi dengan tenang dulu ya,” jelasnya.
Megawati Zebua (47) merupakan Anggota DPRD Sumatera Utara selama dua periode 2019-2024 dan 2024-2029 yang mewakili daerah pemilihan (dapil) Sumatera Utara VIII meliputi Kabupaten Nias, Nias Selatan, Nias Barat, dan Kota Gunungsitoli.
Politisi dari Partai Golkar itu pada Pemilu 2024 mendapatkan 19.883 suara di dapil Sumatera Utara VIII.
Sedangkan di periode pertama 2019-2024, Megawati Zebua menjadi Anggota DPRD Sumatera Utara berkat perolehan 27.897 suara. (mis/dtc/trb)
POSMETRO MEDAN, Deli Serdang Dalam rangka menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Harkamtibmas), Polsek Pantai Labu, Polresta Deli Serd
Sumut 9 jam lalu
POSMETRO MEDAN DPC Gerakan Rakyat Indonesia Bersatu (GRIB) Jaya Kota Medan membuktikan eksistensinya sebagai pelayan masyarakat melalui aks
Medan 10 jam lalu
POSMETRO MEDAN,MEDAN Perang terhadap narkoba terus digencarkan Polda Sumut. Dalam dua hari penindakan sejak 13 Mei 2026 hingga 14 Mei 2026
Kriminal 10 jam lalu
POSMETRO MEDAN, Medan Setelah memburu hingga ke pelosok perkebunan sawit di Provinsi Jambi, Tim gabungan Direktorat Reserse Kriminal Umum
Kriminal 10 jam lalu
POSMETRO MEDAN,LABUHANBATU UTARA Warga Kelurahan Aek Kanopan Timur, Kecamatan Kualuh Hulu, Kabupaten Labuhanbatu Utara, menyampaikan apr
Kriminal 10 jam lalu
Becak Rusak di Tengah Jalan, Herman Menangis Haru Dapat Bantuan dari GRIB Jaya Medan dan Gojek Medan Peduli.
Medan 11 jam lalu
POSMETRO MEDAN,MEDAN Direktur Reserse Siber Polda Sumut, Bayu Wicaksono, memberikan kuliah umum kepada mahasiswa dan mahasiswi di Audito
Medan 11 jam lalu
Ibu di Labusel Curhat Pilu Anaknya Meninggal Dunia, Diduga Diabaikan Oknum Perawat.
Sumut 11 jam lalu
Polda Sumut melalui Ditreskrimsus menyita 9 aset Andi Hakim Febriansyah jadi tersangka penggelapan uang jemaat Katolik Paroki Aek Nabara.
Medan 14 jam lalu
Daur Ulang Sampah Plastik di Pakistan Jadi Pipa Bernilai Ekonomi.
Inter-Nasional 15 jam lalu