Kamis, 13 Agustus 2026

Sejarah dan Kearifan Kebun Teh Bah Butong Sidamanik, Akar dan Nilai yang Menghidupi Perkebunan

Administrator - Jumat, 08 Agustus 2025 23:44 WIB
Sejarah dan Kearifan Kebun Teh Bah Butong Sidamanik, Akar dan Nilai yang Menghidupi Perkebunan
GoodNews
Kebun Teh Bah Butong Sidamanik, yang berdiri sejak era kolonial Belanda.

Kehidupan masyarakat di sekitar kebun ini mencerminkan keberagaman yang hidup dalam harmoni. Di tengah rencana pemekaran kabupaten yang sempat tersendat karena perbedaan nama dan identitas suku, masyarakat Simalungun tetap memegang teguh prinsip bahwa Simalungun adalah satu. Perbedaan bukan pemisah, tetapi justru pengikat yang memperkaya.

Pergantian kepemimpinan pun menjadi bukti toleransi yang nyata. Bupati saat ini beragama Islam, sedangkan pendahulunya, JR Saragih, adalah seorang Nasrani. Namun keduanya diterima dan dihormati oleh seluruh masyarakat, tanpa melihat latar belakang agama. Sebuah cerminan betapa masyarakat Simalungun memelihara nilai keberagaman sebagai kekuatan, bukan kelemahan.

Baca Juga:

Antara Tradisi dan Modernitas

Di balik daya tarik wisata yang ditawarkan kebun teh ini, tersembunyi semangat perjuangan masyarakat dalam menjaga keseimbangan antara modernitas dan tradisi. Di sini, teknologi pengolahan teh terus diperbarui, namun tanpa meninggalkan nilai-nilai yang diwariskan nenek moyang.

Baca Juga:

Kebun ini bukan sekadar destinasi agrowisata, tapi juga ruang belajar tentang kehidupan. Tentang bagaimana manusia dapat hidup selaras dengan alam dan sesama. Bah Butong bukan hanya tempat petik teh, tetapi juga tempat memetik pelajaran tentang makna hidup yang penuh nilai.

Warisan yang Terus Hidup

Kini, Kebun Teh Bah Butong Sidamanik telah menjadi salah satu ikon wisata andalan Sumatera Utara. Ribuan wisatawan datang setiap tahun, tak hanya untuk menikmati hamparan kebun yang hijau dan udara yang sejuk, tetapi juga untuk merasakan denyut sejarah dan kearifan lokal yang tetap hidup.

Dari kebun teh yang hijau di bawah langit cerah, terselip hikmah yang bisa kita petik bersama: bahwa dalam setiap helai daun teh, terdapat cerita yang dalam, akar yang kuat, dan nilai yang tak lekang oleh waktu.

Habonaron Do Bona. Kebenaran adalah segalanya. (erni)

Editor
: Faliruddin Lubis
Tags
beritaTerkait
Duh..!!! Polisi Bongkar Kasus Peredaran Ganja di Universitas Simalungun
Resmob Sat Reskrim Polres Simalungun Tegaskan Komitmen Patroli Malam Demi Rasa Aman Warga
Gaspol di Trek Tobasari,  Ijeck Juara APRC 2026 dan Nasional Rally 2026
Pereli Ryan Nirwan Kuasai 3 SS Awal APRC Tobasari, Ijeck Menempel Ketat
Babinsa Kodim 0207/Simalungun Turun Langsung Ajak Warga Kibarkan Merah Putih
Polsek Gunung Malela Amankan 2 Wanita dalam Perkara Sabu-sabu
komentar
beritaTerbaru