Jika diam, banjir raksasa berikutnya tinggal menunggu giliran.
Jika bergerak, moratorium bisa menjadi sejarah baru.
Baca Juga:
Langkah DPRD Sumut melalui Bapemperda membuka ruang,
pemerintah daerah dapat menekan kementerian, menagih audit, menutup celah perizinan, dan akhirnya menahan laju pembalakan.
Baca Juga:
Bukan hanya untuk menjaga pohon.
Tapi untuk menjaga manusia.
Alam Sudah Bicara. Kini Giliran Negara. Banjir adalah amarah.
Kayu gelondongan adalah bukti.
Penyangkal adalah masalah.
Dan DPRD Sumut melalui suara Darma Putra mulai menjadi tumpuan harapan.
Tags
beritaTerkait
komentar