Rabu, 11 Februari 2026

Tembakau, Kekuasaan, dan Luka Lama Medan: Warisan yang Dipadamkan

Faliruddin Lubis - Kamis, 11 Desember 2025 01:37 WIB
Tembakau, Kekuasaan, dan Luka Lama Medan: Warisan yang Dipadamkan
IST
Peta dan grafis

POSMETRO MEDAN,Medan- Ketika kapal-kapal uap Eropa mulai melintasi Selat Malaka pada paruh kedua abad ke-19, sebuah revolusi diam-diam tengah menyapu pesisir timur Sumatera. Wilayah yang dikenal sebagai Sumatera Timur—dibatasi Aceh di barat laut, Bengkalis di tenggara, dan Selat Malaka di timur—perlahan tumbuh menjadi salah satu pusat perkebunan paling dinamis di Asia Tenggara.

Transformasi besar ini dipicu oleh ambisi kolonial, kemajuan teknologi, serta jaringan kekuasaan lokal yang kemudian diikat melalui perjanjian politik bernama Tractaat Siak.

Awal Kehadiran Perkebunan di Sumatera Timur

Baca Juga:

Sebelum pengusaha Eropa menjejakkan kaki, masyarakat Melayu, Karo, dan Simalungun telah lama berdagang lada, rotan, pinang, hingga getah perca—komoditas yang rutin mereka bawa ke Penang dan Malaka.

Namun potensi agraris wilayah ini baru benar-benar masuk peta perdagangan global setelah Belanda menandatangani Tractaat Siak pada 1 Februari 1858. Perjanjian ini menempatkan Deli, Serdang, dan Langkat di bawah perlindungan kolonial, membuka jalan bagi masuknya modal Eropa.

Baca Juga:

Perjanjian tersebut menjadi dasar pembentukan Karesidenan Sumatra Timur pada 15 Mei 1873. Ketika ekonomi mulai berkembang pesat, statusnya bahkan ditingkatkan menjadi Provinsi Sumatera Timur pada awal abad ke-20.

Tokoh yang Mengubah Tanah Deli

Ledakan industri tembakau di Deli tidak bisa dilepaskan dari dua tokoh: Jacobus Nienhuys, pengusaha Belanda asal Jawa, dan Said bin Abdullah bin Umar Bilfagih, pedagang keturunan Arab-Surabaya.

Said, yang memiliki hubungan keluarga dengan Sultan Deli karena menikahi adik sang Sultan, menjadi perantara penting yang mempertemukan Nienhuys dengan istana dan membuka akses konsesi lahan ribuan hektare.

Pada 7 Juli 1863, kapal Josephine yang membawa rombongan pengusaha tembakau dari Jawa berlabuh di muara Sungai Deli—titik awal perubahan besar Sumatra Timur.

Tags
beritaTerkait
Sukseskan  Green Dharma, Pembimas Hindu  Lepaskan  Satwa dan Tanam Pohon
Waduh, Bertahun Produksi Proyek PTPN IV PAJ Panai Tengah Diduga Masih Dalam Pengkajian
Gajah Sumatera Mati Tanpa Kepala, Polisi Kejar Jaringan Pemburu Liar!
Baznas Launching Lumbung Pangan Padi, Perkuat Ketahanan Pangan di Sumut
Rumah Manager PKS PTPN IV PalmCo Regional II Perkebunan Ajamu Dilempar OTK
Pesan Kakanwil Ditjenpas Sumut kepada Pengamanan Rutan I Medan, Life Is Choice...
komentar
beritaTerbaru