Minggu, 28 Juni 2026

Tembakau, Kekuasaan, dan Luka Lama Medan: Warisan yang Dipadamkan

Faliruddin Lubis - Kamis, 11 Desember 2025 01:37 WIB
Tembakau, Kekuasaan, dan Luka Lama Medan: Warisan yang Dipadamkan
IST
Peta dan grafis

Tahun pertama, Nienhuys gagal. Namun pada 1869, ia bangkit kembali. Tembakau hasil tanamannya dikirim ke Rotterdam dan langsung meledak di bursa lelang Eropa sebagai bahan pembungkus cerutu kelas premium: Tembakau Deli.

Untuk memenuhi permintaan pasar, ribuan pekerja kontrak didatangkan dari berbagai wilayah:

Baca Juga:

Cina: Penang, Singapura, Swatow, Amoy, Kanton

India: Koromandel

Baca Juga:

Siam

Jawa: Bagelen

Pada 1 November 1869, Nienhuys mendirikan perusahaan raksasa Deli Maatschappij, yang kemudian menjadi penguasa perkebunantembakau terbesar di Asia. Hanya satu dekade berselang, puluhan perusahaan baru membentang dari Sungai Wampu hingga Sungai Ular. Pada 1884, jumlah perkebunantembakau melonjak menjadi 76 perusahaan, tersebar hingga ke Padang, Sumatera Barat.

Kebijakan Agraria dan Gelombang Liberalisasi

Tags
beritaTerkait
Kapolri Listyo Sigit Prabowo Rotasi Jabatan di Polda Sumut
Sekdako Binjai Apresiasi Perjuangan Kafilah Kota Binjai Raih Juara Umum IV MTQ ke-40 Sumut
Kemenag Batu Bara Juara di MTQ KORPRI VIII Sumatera Utara 2026
UINSU Medan Dan Universitas PGRI Yogyakarta Sepakati Kerjasama Perkuat TPT
Bimwin, Langkah Strategis Wujudkan Keluarga Sakinah
Badko HMI Sumut Unjuk Rasa di PT INL Medan, Soroti Harga Minyak Subsidi dan Dugaan Bobroknya Tata Kelola Perusahaan
komentar
beritaTerbaru