Rabu, 12 Agustus 2026

Tembakau, Kekuasaan, dan Luka Lama Medan: Warisan yang Dipadamkan

Faliruddin Lubis - Kamis, 11 Desember 2025 01:37 WIB
Tembakau, Kekuasaan, dan Luka Lama Medan: Warisan yang Dipadamkan
IST
Peta dan grafis

Tahun pertama, Nienhuys gagal. Namun pada 1869, ia bangkit kembali. Tembakau hasil tanamannya dikirim ke Rotterdam dan langsung meledak di bursa lelang Eropa sebagai bahan pembungkus cerutu kelas premium: Tembakau Deli.

Untuk memenuhi permintaan pasar, ribuan pekerja kontrak didatangkan dari berbagai wilayah:

Baca Juga:

Cina: Penang, Singapura, Swatow, Amoy, Kanton

India: Koromandel

Baca Juga:

Siam

Jawa: Bagelen

Pada 1 November 1869, Nienhuys mendirikan perusahaan raksasa Deli Maatschappij, yang kemudian menjadi penguasa perkebunantembakau terbesar di Asia. Hanya satu dekade berselang, puluhan perusahaan baru membentang dari Sungai Wampu hingga Sungai Ular. Pada 1884, jumlah perkebunantembakau melonjak menjadi 76 perusahaan, tersebar hingga ke Padang, Sumatera Barat.

Kebijakan Agraria dan Gelombang Liberalisasi

Tags
beritaTerkait
Waka Polres Nias Hadiri Penjemputan Wagubsu di Bandara Binaka
Pereli Ryan Nirwan Kuasai 3 SS Awal APRC Tobasari, Ijeck Menempel Ketat
Kunker ke Tapteng, Kapolda Sumut Letakkan Batu Pertama Pembangunan Rusun Polres Tapanuli Tengah
PWI Beri Kesempatan KTA Yang Mati Lebih Dari Setahun Diaktifkan Kembali
Semarak HUT ke-81 RI, Kemenagsu Gelar Turnamen Olahraga Antarpegawai
Alumni MAS Tahfizhul Qur'an Yayasan Islamic Centre Sumut Raih Beasiswa BIB Kemenag
komentar
beritaTerbaru