Rabu, 13 Mei 2026

Tembakau, Kekuasaan, dan Luka Lama Medan: Warisan yang Dipadamkan

Faliruddin Lubis - Kamis, 11 Desember 2025 01:37 WIB
Tembakau, Kekuasaan, dan Luka Lama Medan: Warisan yang Dipadamkan
IST
Peta dan grafis

Tahun pertama, Nienhuys gagal. Namun pada 1869, ia bangkit kembali. Tembakau hasil tanamannya dikirim ke Rotterdam dan langsung meledak di bursa lelang Eropa sebagai bahan pembungkus cerutu kelas premium: Tembakau Deli.

Untuk memenuhi permintaan pasar, ribuan pekerja kontrak didatangkan dari berbagai wilayah:

Baca Juga:

Cina: Penang, Singapura, Swatow, Amoy, Kanton

India: Koromandel

Baca Juga:

Siam

Jawa: Bagelen

Pada 1 November 1869, Nienhuys mendirikan perusahaan raksasa Deli Maatschappij, yang kemudian menjadi penguasa perkebunantembakau terbesar di Asia. Hanya satu dekade berselang, puluhan perusahaan baru membentang dari Sungai Wampu hingga Sungai Ular. Pada 1884, jumlah perkebunantembakau melonjak menjadi 76 perusahaan, tersebar hingga ke Padang, Sumatera Barat.

Kebijakan Agraria dan Gelombang Liberalisasi

Tags
beritaTerkait
Panitia PMBM MTsN 2 Madina Pastikan Seleksi Transparan dan Sesuai Regulasi
Profil Kombes Firman Darmansyah, Arsitek Tilang Canggih yang Kini Mengatur Denyut Jalanan Ibu Kota
Airin Rico Waas : Cetak Talenta Digital Untuk Indonesia Emas 2045
Diduga Langgar Juknis dan Tak Sesuai Kontrak, Proyek Rabat Beton 200 Meter CV NAS di PTPN IV Ajamu Mangkrak
Terbakar...Bus ALS Semarang-Medan Tabrakan dengan Truk Tangki BBM di Sumsel, 16 Orang Tewas
KPK dan Kanwil Kemenag Sumut Perkuat Pendidikan Antikorupsi melalui Safari Keagamaan
komentar
beritaTerbaru