Minggu, 28 Juni 2026

Tembakau, Kekuasaan, dan Luka Lama Medan: Warisan yang Dipadamkan

Faliruddin Lubis - Kamis, 11 Desember 2025 01:37 WIB
Tembakau, Kekuasaan, dan Luka Lama Medan: Warisan yang Dipadamkan
IST
Peta dan grafis

Titik balik terbesar datang melalui Agrarische Wet 1870, sebuah undang-undang agraria yang memungkinkan investor swasta menyewa tanah Sultan hingga 75 tahun. Sistem ini menggantikan cultuurstelsel dan menjadi mesin baru liberalisasi perkebunan Hindia Belanda.

Perusahaan-perusahaan raksasa seperti Deli Maatschappij, Senembah Maatschappij, hingga kongsi Inggris Harrison & Crosfield mulai menguasai roda ekonomi Sumatra Timur. Memasuki abad ke-20, tembakau bukan lagi satu-satunya komoditas utama. Karet, kopi, dan kelapa sawit mulai ditanam. Beberapa tonggak penting di antaranya:

Baca Juga:

1902: Kebun karet pertama di Serdang oleh Harrison & Crosfield

1909–1914: Masuknya perusahaan Amerika, termasuk United States Rubber Company dan Goodyear

Baca Juga:

1916: Jumlah perusahaan perkebunan mencapai 320 perusahaan

Perkembangan pesat ini menjadikan Medan—ibukota Karesidenan sejak 1887—kota kolonial paling kosmopolit di luar Jawa. Jalur kereta api dibangun, pelabuhan Belawan diperluas, dan ribuan tenaga kerja kontrak (koeli) menghidupkan pusat-pusat ekonomi perkebunan.

Namun, di balik gedung-gedung megah dan laba besar para planter Eropa, kehidupan para koeli berlangsung keras: sistem kerja berikat, pemukiman barak, pengawasan ketat mandor, hingga kekerasan yang tercatat dalam arsip kolonial. Luka-luka sosial ini menjadi bagian dari sejarah kelam perkebunan Sumatra Timur.

Jejak Panjang yang Mengubah Sumatera

Sejarah perkebunan di Sumatera Timur adalah kisah tentang modal, kolonialisme, dan perjumpaan budaya di kawasan strategis jalur Selat Malaka. Para planter Eropa, saudagar Melayu, serta migran Cina, India, Siam, dan Jawa membentuk lanskap sosial baru yang kemudian menjadi fondasi ekonomi modern Sumatera Utara.

Ekspansi perkebunan lintas komoditas sejak tembakau pertama ditanam pada 1863 hingga puncak kejayaan awal abad ke-20 tumbuh seiring kemajuan teknologi kapal uap, dibukanya Terusan Suez, dan kebijakan agraria Belanda.

Tags
beritaTerkait
Kapolri Listyo Sigit Prabowo Rotasi Jabatan di Polda Sumut
Sekdako Binjai Apresiasi Perjuangan Kafilah Kota Binjai Raih Juara Umum IV MTQ ke-40 Sumut
Kemenag Batu Bara Juara di MTQ KORPRI VIII Sumatera Utara 2026
UINSU Medan Dan Universitas PGRI Yogyakarta Sepakati Kerjasama Perkuat TPT
Bimwin, Langkah Strategis Wujudkan Keluarga Sakinah
Badko HMI Sumut Unjuk Rasa di PT INL Medan, Soroti Harga Minyak Subsidi dan Dugaan Bobroknya Tata Kelola Perusahaan
komentar
beritaTerbaru