Kamis, 14 Mei 2026

Yahdi Khoir: Jangan Gusur Rakyat Demi Keserakahan Korporasi, Hentikan Represi Terhadap Masyatakat dan Petani

Faliruddin Lubis - Jumat, 30 Januari 2026 13:51 WIB
Yahdi Khoir: Jangan Gusur Rakyat Demi Keserakahan Korporasi, Hentikan Represi Terhadap Masyatakat dan Petani
IST
Yahdi Khoir Harahap, Ketua Fraksi PAN sekaligus Wakil Ketua Komisi D DPRD Sumut.

Sebagai solusi, Yahdi mendorong skema kemitraan seperti perkebunan plasma atau bentuk kerja sama lain yang memungkinkan perusahaan tetap beroperasi tanpa menyingkirkan masyarakat.

Alternatif lain, menurutnya, adalah ganti rugi yang layak atau relokasi manusiawi dengan jaminan keberlanjutan hidup warga.

Baca Juga:

"Pembangunan tidak boleh mengorbankan rakyat kecil. Justru di situlah ukuran keberhasilan negara-apakah ia melindungi yang lemah atau membiarkan mereka tersisih," ucapnya.

Ketika Tanah Menjadi Cermin Negara

Baca Juga:

Peristiwa di Padang Halaban memperlihatkan satu hal, sengketa tanah di Indonesia bukan semata soal batas dan sertifikat, melainkan tentang relasi kuasa, sejarah penguasaan, dan masa depan keluarga-keluarga kecil di desa.

Yahdi Khoir memilih berdiri di sisi yang jarang terdengar suaranya-petani yang kehilangan rumahnya dalam satu hari.

Seruannya mungkin tak serta-merta menghentikan alat berat, tetapi ia mengingatkan bahwa di balik setiap putusan hukum, selalu ada manusia yang harus tetap diperlakukan sebagai warga negara, bukan sekadar objek sengketa.(erni)

Tags
beritaTerkait
Bank Sumut Serahkan CSR Rp 4,46 Miliar Perkuat Penanganan Bencana di Sumut
Stok Vaksin Kosong, Suspek Campak di Sumut Melonjak Tajam
Diduga Jual Nama APH, Sosok Berinisial "Mbeng" Kuasai Proyek Meubelair Puluhan Miliar di Disdik Sumut
Bobby Nasution Tegaskan Mobil Dinas Diprioritaskan untuk Kepentingan Kerja dan Efisiensi Anggaran
Pelantikan Pengurus FORWAKA Medan: Ketua Forwaka Sumut  Irfandi Berharap Perkuat Sinergi Pers dan Aparat Penegak Hukum
20 Gedung Baru dan Fasum Berdiri di Polda Sumut, Kapolda Whisnu Hermawan: Simbol Perubahan
komentar
beritaTerbaru