POSMETRO MEDAN, Medan - Himpunan Pengusaha Syariah Indonesia (HIPSI) kian mengokohkan posisinya sebagai simpul konsolidasi ekonomi umat di daerah.
Melalui Dewan Pimpinan Wilayah Sumatera Utara, HIPSI menggelar sosialisasi pembentukan struktur organisasi yang dirangkai dengan agenda strategis penguatan ekonomi berbasis syariah.
Kegiatan berlangsung pada Jumat, 17 April 2026 di Aula Rumah Makan Ayam Goreng Wong Solo, Medan itu dihadiri 78 peserta.
Baca Juga:
Mereka tidak hanya datang sebagai undangan, tetapi langsung mengambil peran dengan resmi mendaftarkan diri sebagai anggota Himpunan Pengusaha Syariah Indonesia.
Yang menarik, forum ini juga dihadiri perwakilan pelaku usaha UMKM dari beberapa kabupaten dan kota di Sumatera Utara, menegaskan bahwa Himpunan Pengusaha Syariah Indonesia tidak hanya membangun struktur organisasi, tetapi juga merangkul basis ekonomi riil di daerah.
Baca Juga:
Ketua Himpunan Pengusaha Syariah Indonesia, Muhammad Nasution, memaparkan arah pembentukan bidang organisasi sekaligus menekankan pentingnya integrasi antar pelaku usaha dalam satu ekosistem.
Menurutnya, HIPSI harus menjadi rumah bersama yang mampu menghubungkan potensi usaha dari berbagai daerah.
Kehadiran Ketua Umum DPP Himpunan Pengusaha Syariah Indonesia, Effriady Guaman, memberi bobot strategis pada kegiatan ini.
Ia menegaskan bahwa penguatan HIPSI di daerah merupakan bagian dari upaya membangun jaringan ekonomi syariah yang terstruktur secara nasional.
Tak berhenti pada pembentukan organisasi, HIPSI Sumatera Utara juga memperkenalkan rencana pendirian Koperasi Produsen HIPSI DPW Sumatera Utara. Koperasi ini dirancang sebagai instrumen konkret untuk memperkuat ekonomi anggota, khususnya pelaku UMKM yang selama ini menghadapi keterbatasan akses permodalan dan distribusi.
Dengan konsep berbasis syariah, koperasi tersebut diharapkan tidak hanya menjadi lembaga simpan pinjam, tetapi juga pusat produksi dan distribusi yang mampu menghubungkan pelaku usaha dari berbagai kabupaten dan kota dalam satu rantai ekonomi.
Peserta kegiatan yang terdiri dari pengurus, calon pengurus bidang, komunitas usaha, serta perwakilan UMKM lintas daerah menunjukkan antusiasme tinggi.
Diskusi berkembang pada isu-isu praktis, bagaimana memperluas pasar, memperkuat kolaborasi, hingga menciptakan sistem distribusi yang lebih efisien di bawah naungan Himpunan Pengusaha Syariah Indonesia.
Kegiatan ini menjadi penanda bahwa HIPSI tidak sekadar hadir sebagai organisasi formal, tetapi sebagai gerakan ekonomi yang berupaya menjawab kebutuhan nyata pelaku usaha.
Dengan merangkul UMKM dari berbagai kabupaten/kota dan menyiapkan koperasi sebagai instrumen utama, HIPSI Sumatera Utara mulai membangun fondasi ekonomi kolektif yang terarah.
Di tengah dinamika ekonomi yang terus berubah, langkah HIPSI ini memperlihatkan satu arah, memperkuat dari dalam, menghubungkan dari daerah, dan membangun kemandirian ekonomi umat secara berkelanjutan.(erni)
Tags
beritaTerkait
komentar