Satgas Tindak Polres Tapteng Sita Puluhan Botol Minuman Keras Ilegal
Gelar Ops Pekat Toba 2026, Satgas Tindak Polres Tapteng Sita Puluhan Botol Miras Tanpa Izin di Andam Dewi
Peristiwa 3 menit lalu
Ada bermacam-macam gaya kepemimpinan. Banyak yang memilih terbuka, tidak pelit atau bahkan sampai mengumbar kata. Ada pula yang memutuskan berbicara seperlunya, lalu membiarkan hasil kerja menjadi penjelasan yang paling meyakinkan. Di lingkungan penegakan hukum, tipe yang kedua sering kali justru lebih menarik untuk dicermati.
Di tengah era ketika jabatan publik sering diiringi derasnya pernyataan dan publikasi, hadirnya sosok yang lebih memilih bekerja daripada berbicara menjadi sesuatu yang menarik untuk dicermati.
Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara, Muhibuddin, tampaknya termasuk dalam kategori itu. Sejak dipercaya memimpin Kejati Sumut, publik belum banyak mendengar pernyataan-pernyataan yang mengundang perhatian. Tidak ada janji yang berlebihan. Tidak pula terlihat upaya membangun popularitas melalui ruang publik.
Baca Juga:
Yang justru kerap disampaikannya adalah kebutuhan untuk melakukan konsolidasi internal. Sebuah pernyataan yang sederhana, bahkan mungkin terdengar biasa. Namun dalam organisasi penegakan hukum yang besar dan kompleks, konsolidasi bukanlah pekerjaan kecil. Ia merupakan fondasi bagi lahirnya langkah-langkah yang lebih besar.
Pilihan sikap tersebut tidak lahir dari ruang kosong. Ia dibentuk oleh perjalanan karier yang panjang dan beragam. Muhibuddin bukanlah figur yang tiba-tiba muncul di puncak organisasi. Jaksa senior kelahiran Medan tahun 1968 yang berasal dari Peudada, Bireuen, Aceh, itu menapaki kariernya dari berbagai penugasan strategis yang menuntut ketelitian, kesabaran, dan kemampuan bekerja secara sistematis.
Baca Juga:
Lulusan Fakultas Hukum Universitas Syiah Kuala yang kemudian meraih gelar Magister Hukum di kampus yang sama itu pernah dipercaya sebagai Koordinator Bidang Pelacakan Aset dan Eksekusi di Komisi Pemberantasan Korupsi. Sebuah bidang yang jauh dari gemerlap pencitraan, tetapi sangat menentukan dalam memastikan penegakan hukum benar-benar menghasilkan efek nyata.
Ia juga pernah menjadi Atase Hukum di Kedutaan Besar Republik Indonesia di Riyadh, menduduki sejumlah posisi penting di lingkungan Kejaksaan, mulai dari bidang perdata dan tata usaha negara, tindak pidana umum, hingga menjadi Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi Aceh. Sebelum dipercaya memimpin Kejati Sumut, ia sempat menjabat Direktur Pelanggaran HAM Berat di Kejaksaan Agung dan kemudian menjadi Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatera Barat.
Rekam jejak semacam itu biasanya membentuk satu kesadaran penting: bahwa hasil kerja lebih bernilai daripada riuhnya kata-kata. Bahwa keberhasilan sebuah institusi tidak ditentukan oleh seberapa sering pemimpinnya muncul di hadapan publik, melainkan oleh seberapa efektif organisasi menjalankan tugas dan fungsinya.
Tentu publik tetap membutuhkan keterbukaan informasi. Transparansi merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari tata kelola pemerintahan dan penegakan hukum yang baik. Namun keterbukaan tidak selalu identik dengan banyak berbicara. Ada kalanya sebuah institusi justru menunjukkan keseriusannya melalui ketepatan langkah, konsistensi kebijakan, dan capaian yang dapat diukur.
Karena itu, pendekatan yang diperlihatkan Muhibuddin patut dipandang sebagai pilihan kepemimpinan yang sah dan relevan. Terlebih dalam dunia penegakan hukum, kehati-hatian sering kali menjadi bagian dari profesionalisme. Tidak semua hal perlu diumumkan sebelum waktunya. Tidak semua pekerjaan harus dipertontonkan ketika prosesnya masih berlangsung.
Gelar Ops Pekat Toba 2026, Satgas Tindak Polres Tapteng Sita Puluhan Botol Miras Tanpa Izin di Andam Dewi
Peristiwa 3 menit lalu
Mengenal lebih dekat sosok Pdt. Dr. S.A.E. Nababan yang masih dikenang hingga sekarang.
Profil 33 menit lalu
Situasi restoran Mie Gacoan sempat panik, hingga pengunjung berhamburan ke luar lantaran keberadaan sekelompok orang datang bawa sajam.
Viral 48 menit lalu
Polda SumutKejati Sumut sepakat mewujudkan penegakan hukum profesional tanpa praktik transaksional.
Sumut 50 menit lalu
John Ester Lase hadir mendampingi Walikota Medan Rico Waas meresmikan jembatan Perintis Garuda di Medan Polonia.
Medan 59 menit lalu
Komsos Humanis Babinsa Koramil 11/Girsang Sipangan Bolon, Tanamkan Budaya Wisata Bersih dan Aman di Parapat
Sumut satu jam lalu
Mengenal Lebih Dekat Sosok Efarina Margaretha Malemna Saragih, anak mantan Bupati Simalungun, JR Saragih.
Profil satu jam lalu
POSMETRO MEDAN Pemerhati Sosial dan juga Tokoh Masyarakat, M. Arif Tanjung, menyampaikan keprihatinan mendalam atas kasus dugaan pengeroy
Peristiwa satu jam lalu
Polsek Bangko mengungkap dugaan peredaran barang terlarang di Bagan Hulu, 2 pria diamankan.
Peristiwa 2 jam lalu
Setia Novanto alias Setnov tampak pamer saat menghadiri sebuah pesta mewah bertema BTS, Netizen pun langsung murka.
Viral 2 jam lalu