Jumat, 14 Agustus 2026

'Gonggongan' Bertuan Publik: Bedah Redaksi Debut POSMETRO MEDAN

Ditulis Faisal Matondang*
Faisal Matondang - Jumat, 14 Agustus 2026 16:32 WIB
'Gonggongan' Bertuan Publik: Bedah Redaksi Debut POSMETRO MEDAN
IST
Faisal Matondang

hasil study University College London (UCL).

Lantas apa yang membuat warga Sumatera Utara pernah kecanduan massal membaca POSMETRO MEDAN ?

Baca Juga:

"Berani, interaktif, dan unik. Itu tiga karakter surat kabar. Unik, karakter itu yang menonjol dari produk POSMETRO (MEDAN). Dan ciri itu sulit ditonjolkan oleh harian lain (terbitan Medan)," tutur H. Lokot Ray (alm.), sebelum berpulang di tahun berlalu.

Semasa hidup, Lokot Ray dikenal sebagai sosok wartawan 'tiga zaman' dan pengajar jurnalisme di Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi Pembangunan (STIKP), Medan.

Baca Juga:

"Kalau soal berani, banyak koran yang kritis (dalam pemberitaan). Semua (media) juga interaktif terhadap pembacanya," tandasnya soal sejarah jaya POSMETRO MEDAN yang debut redaksionalnya tengah kita bahas.

Seperti apa praktik jurnalisme era booming media yang mulai 1 Oktober (2026) mendatang memasuki usia 'perak' ini ?

Pemilihan berita bertema dekat dengan kehidupan rakyat banyak disaji lewat bahasa yang mudah dimengerti.

Itulah 'password' POSMETRO MEDAN sukses mendongkrak keminiman minat baca warga Sumatera Utara, dua dekade lalu. Persisnya begini.

Fakta dan data valid hasil liputan diolah dengan gaya saji ala fiksi. Itulah resep guna 'menghidupkan' berita. Menjadi seru karena mengandung emosi. Dan, itu hanya didapat lewat penggalian cerita di balik berita.

Di fase inilah redaksi kemudian memainkan jurus 'menggebrak dan merawat'. Artinya, berita yang seru digebrak sebagai headline, dan temuan cerita penuh emosi di balik berita dirawat dalam sajian serial.

Editor
: Faliruddin Lubis
Tags
beritaTerkait
Sambut HUT Perak, Posmetro Medan Bikin Rakerda
Diduga Lecehkan Profesi Jurnalis di Facebook, Seorang Warga Dilaporkan ke Polres Binjai
Shanaz Khairuz Putri Lauzia, Dari Dunia Jurnalistik Menuju Politik dan Bisnis
Jude Bellingham Banjir Pujian usai Jawab Pertanyaan Jurnalis Disabilitas Asal Venezuela
Rico Waas : Kota tak Bisa Hanya Jadi Konsumen, Saat Bangun Ketahanan Pangan
Seniman Teater Hafiz Taadi Gelar Panggung di Aliran Sungai Deli
komentar
beritaTerbaru