Selasa, 03 November 2026

Sebulan Pertama Kapolda Sonny Irawan yang Menumbuhkan Harapan

Toga Nainggolan - Selasa, 03 November 2026 14:22 WIB
Sebulan Pertama Kapolda Sonny Irawan yang Menumbuhkan Harapan

POSMETRO MEDAN

Hampir sebulan setelah apel perdananya, Sumatera Utara sudah punya cukup alasan untuk memberi apresiasi kepada Irjen Pol Sonny Irawan, SIK, MH.

Meski kesan pertama bukan segalanya, ia kerap kerap menentukan arah percakapan publik tentang seorang pemimpin. Karena itu, sebulan sejak Irjen Pol Sonny Irawan diamanahkan menjadi Kepala Kepolisian Daerah Sumatera Utara layak dicatat. Bukan sebagai kesimpulan, melainkan sebagai pembuka yang menjanjikan dan menumbuhkan harapan, dan karena itu patut diapresiasi.

Baca Juga:

Sonny bukan wajah asing di Medan. Lulusan Akpol 1997 ini lebih dulu bertugas sebagai Wakapolda Sumut, sebelum dipindahkan ke Sespim Lemdiklat Polri pada Juli 2026. Surat Telegram Kapolri Nomor ST/2205/X/KEP./2026 tertanggal 2 Oktober 2026 kemudian membawanya pulang sebagai Kapolda, menggantikan Irjen Pol Whisnu Hermawan Februanto yang ditugaskan sebagai Wairwasum Polri. Ia kembali dengan tanggung jawab yang lebih besar, tetapi dengan pemahaman yang sudah terbentuk tentang provinsi yang ia pimpin. Kesinambungan pengalaman itu menjelaskan mengapa langkah-langkah awalnya terasa mantap, tanpa masa perkenalan yang berlarut-larut.

Dari Apel Perdana hingga Silaturahmi Lintas Iman

Baca Juga:

Pada apel perdananya di Mapolda, Kamis 8 Oktober, Sonny tidak menjanjikan revolusi. Ia meminta jajarannya amanah, terbuka, dan berintegritas, lalu menitipkan satu kalimat sederhana yang justru paling sulit dijalankan: "Permudah urusan orang, jangan dipersulit." Profesi Polri, katanya, hendaknya dijadikan ladang ibadah. Ia memilih melanjutkan apa yang sudah baik dan mengevaluasi apa yang masih kurang, tanpa memulai dengan membongkar. Ketegasan tetap dijanjikan, tetapi dengan menghargai setiap individu.

Pesan itu segera diterjemahkan menjadi program. Dalam pertemuan dengan Gubernur Bobby Nasution pada 13 Oktober, Sonny memaparkan tiga program unggulan: Germas Tolak Narkoba, gerakan yang menggarap persoalan narkotika dari pencegahan hingga penindakan dan menjangkau tingkat desa, RT, dan RW; Kompak (Kolaborasi Pemberantasan Kejahatan Jalanan), yang menyasar begal, tawuran, dan premanisme; serta Sahata (Satu Hati Satu Kekuatan dalam Tertib Lalu Lintas), yang menekankan pembinaan dan penegakan hukum secara humanis. Di hadapan para ulama dan tokoh agama, program itu dirumuskan sebagai empat prioritas, dengan tambahan menjaga persatuan dalam bingkai Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika, selaras dengan program Kapolri "Polisi Bersama Masyarakat". Narkoba diposisikan tegas sebagai musuh bersama: "Kita perang dengan narkoba," ujar Sonny.

Yang patut dicatat adalah cara ia membangun dukungan. Sejak pekan kedua, Sonny mendatangi berbagai pintu: PWNU Sumut pada 14 Oktober, Ephorus HKBP pada 22 Oktober, Pondok Pesantren Al-Kautsar Al-Akbar yang dipimpin Buya Syekh Ali Akbar Marbun pada 28 Oktober, hingga PHDI Sumut di Kuil Shri Balaji Venkateshwara pada 2 November. Dalam waktu sekitar tiga pekan, ia menemui ulama, pendeta, dan pinandita, di provinsi yang keberagamannya adalah kekayaan sekaligus ujian. Ia datang untuk memohon doa dan dukungan, bukan sekadar menyampaikan arahan.

Penegakan hukum pun berjalan berdampingan. Pada 11 Oktober, pekan pertama kepemimpinannya, Bareskrim Polri bersama Polda Sumut dan instansi terkait menggerebek sembilan sarang narkoba di sejumlah wilayah Sumut. Operasi yang melibatkan 451 personel gabungan itu mengamankan 36 orang. Ke dalam, Polda Sumut juga menyatakan akan menindaklanjuti surat edaran Kapolri tentang larangan vape bagi seluruh personel.

Apresiasi yang Datang dari Banyak Arah

Yang membuat sebulan ini menarik adalah luasnya spektrum pihak yang merespons dengan hangat. Apresiasi itu datang dari birokrasi, ormas keagamaan, gereja, pesantren, hingga organisasi kepemudaan, bukan dari satu kelompok saja.

Pemerintah daerah. Gubernur Sumut Bobby Nasution, didampingi Ketua TP PKK Kahiyang Ayu, menyambut langsung Sonny di Bandara Kualanamu pada 6 Oktober, dan kemudian menyatakan kesiapan memperkuat kolaborasi antara Pemprov dan kepolisian. Dukungan itu disertai harapan yang jernih: Bobby meminta program pemberantasan narkoba "tidak hanya seremonial saja, namun dapat memberikan hasil nyata", serta mendorong Polda merumuskan usulan regulasi khusus bersama DPRD Sumut.

Ormas Islam. Ketua PWNU Sumut, KH Marahalim Harahap, menyampaikan apresiasi atas amanah yang diemban "Gus Sonny", sapaan akrab sang Kapolda. Ia menilai pengalaman Sonny sebagai Wakapolda menjadi bekal penting merawat harmoni, mengingat Sumatera Utara adalah "miniatur Indonesia dengan berbagai keberagaman". PWNU menyatakan siap bersinergi. Dari kalangan ulama lain, KH Akhmad Khambali melihat sambutan hangat atas kedatangan Sonny sebagai momentum memperkuat kolaborasi.

Gereja. Ephorus HKBP, Pdt Dr Victor Tinambunan, MST, menyambut kunjungan Kapolda sebagai momentum mempererat hubungan kepolisian dan gereja. Ia berjanji meneruskan pesan Kapolda kepada jemaat HKBP dan menegaskan komitmen mendukung pencegahan serta pemberantasan narkoba. Pertemuan itu turut dihadiri pimpinan HKI, GKPS, dan PGI Wilayah Sumut. Sonny sendiri menyampaikan harapan sederhana: "Kami ingin masyarakat merasa aman dan tidak takut kepada Polri."

Pesantren dan tokoh masyarakat. Buya Syekh Ali Akbar Marbun menyambut baik kunjungan Kapolda ke kediamannya, sekaligus mengusulkan agar komunikasi polisi dan ulama dilakukan berkala, misalnya dua atau tiga bulan sekali. Ketua Umum DPP Angkatan Muda Sisingamangaraja XII, Paulus Ronald Sinambela, SH, menegaskan dukungan kaum muda: "Kami mendukung langkah Kapolda Sumut dalam memberantas peredaran narkoba dan menjaga kamtibmas."

Nada yang sama didengar langsung oleh redaksi dari Dr RE Nainggolan, MM, tokoh masyarakat Sumut yang turut hadir dalam silaturahmi di Pesantren Al-Kautsar Al-Akbar. Ia menyampaikan apresiasinya atas langkah-langkah awal Kapolda. Bahwa apresiasi serupa terdengar dari kalangan yang berbeda keyakinan, latar organisasi, dan generasi adalah isyarat yang tidak boleh diabaikan: kepercayaan publik sedang dibangun dari banyak arah sekaligus.

Dari Apresiasi Menuju Pembuktian

Apresiasi bukanlah cek kosong, dan Sonny tampaknya paham itu. Ketika Buya Ali Akbar Marbun mengingatkan pentingnya masukan masyarakat, Sonny menanggapinya dengan permohonan maaf atas pelayanan personel yang belum maksimal, dan menegaskan bahwa kritik akan menjadi bahan evaluasi. Sikap seperti itu langka dan berharga: pemimpin yang mau mengakui kekurangan lebih mungkin memperbaikinya.

Ujiannya tidak ringan. Menurut data BNN yang dikutip Kemenko Polkam tahun lalu, prevalensi penyalahgunaan narkoba di Sumut mencapai 10,49 persen, atau sekitar 1,5 juta jiwa. Germas Tolak Narkoba harus bergerak dari deklarasi menuju kebiasaan di tingkat RT dan RW. Kompak harus dirasakan warga lewat jalanan yang lebih aman. Sahata harus tampak pada disiplin berlalu lintas yang tumbuh tanpa kesan menindas. Dan arahan "permudah urusan orang" harus terbukti di loket pelayanan, bukan hanya di podium apel.

Sebulan memang terlalu singkat untuk menyimpulkan, tetapi cukup untuk mengenali arah. Ia mengajak, bukan menggurui. Ia merangkul ulama, pendeta, pinandita, dan pemuda, bukan hanya memberi perintah. Ia menempatkan pelayanan sebagai ibadah, dan penindakan sebagai konsekuensi, bukan tujuan.

Untuk itu, Irjen Pol Sonny Irawan layak mendapat apresiasi. Tugas kita, masyarakat Sumatera Utara, adalah menjaganya tetap dekat dengan janjinya: dengan dukungan yang tulus, dan kritik yang jujur bila diperlukan. (Toga Nainggolan, Pemred Posmetro Medan)

Editor
: Administrator
Tags
beritaTerkait
Kapolda Sonny Irawan dan Kesungguhan Memikul Amanah
Kapolda Sumut Sonny Irawan Apresiasi Peran Bhayangkari dalam Mendukung Tugas Polri
Kapolda Sumut Pimpin Sertijab Wakapolda dan Kapolresta Deli Serdang
Ustaz Zulfan Nababan Apresiasi Gerak Cepat Kapolda Sumut Dekati Umat Beragama, Usulkan Program Polri Gemilang
Gerak Cepat Kapoldasu Diapresiasi Tokoh Masyarakat
Kapolda Sumut Irjen Pol Sonny Irawan Ajak NU Bersinergi Jaga Keamanan dan Kerukunan
komentar
beritaTerbaru