Selasa, 02 Juni 2026

Ultah Unik ala Marandus Sirait dalam Peringatan HLH

P. Silalahi - Selasa, 02 Juni 2026 00:43 WIB
Ultah Unik ala Marandus Sirait dalam Peringatan HLH
Relis
Marandus Sirait dalam Peringatan Hari Lingkungan Hidup.

POSMETRO MEDAN-Tokoh lingkungan asal Toba, sekaligus penerima Kalpataru Tahun 2005, Marandus Sirait, merancang kegiatan yang unik untuk merayakan ulang tahunnya, yang bertepatan dengan Hari Kelahiran Pancasila 1 Juni 1967, yang kemudian disusul dengan Hari Lingkungan Hidup (HLH) Sedunia pada 6 Juni 2026.

Menginjak usia ke-59 tahun, anak sulung dari keluarga pengelola Geosite Taman Simalem di Kabupaten Toba itu tidak membuat pesta di sebuah restoran atau hotel dengan dihadiri para tamu berbaju rapi.

Dia malah mengajak mereka ke pinggiran hutan dan sungai untuk menanam pohon dan melepaskan benih ikan.

Baca Juga:

"Pesta ulang tahun" bernuansa pelestarian lingkungan ini memang dirangkai dengan penyambutan Hari Lingkungan Hidup Sedunia (World Environment Day) yang jatuh setiap tahunnya pada tanggal 6 Juni.

Baca Juga:

Dengan menjadikan hari kelahirannya sebagai momentum aksi pelestarian lingkungan, Marandus mengisyaratkan bahwa ia telah memberikan hampir seluruh usianya untuk usaha-usaha konservasi dan pelestarian lingkungan.

"Kami ingin terus melestarikan Taman Eden sebagai simbol keharmonisan hidup antara manusia, tumbuhan dan hewan sebagai satu kesatuan. Serta menjadi bukti otentik bahwa Toba Caldera memang memiliki keragaman hayati yang tinggi. Dalam kerangka itu, saya tidak bosan-bosannya mengajak kita semua untuk menghargai kekayaan ini.

Lingkungan adalah landasan dari kehidupan kita, dan karena itu ia harus menjadi perhatian utama di atas segala aspek pembangunan. Tidak akan ada nilai yang bisa kita banggakan apabila semua berakhir pada kerusakan lingkungan," ungkap pelopor pemberdayaan UMKM berbasis produk berbahan baku lokal ini di hadapan para tamu yang terdiri dari unsur pemerintahan, Badan Pengelola Toba Caldera UNESCO Global Geopark (UGGp), tokoh agama, akademisi, dan tokoh-tokoh masyarakat.

Begitu pentingnya kesadaran masyarakat terhadap pelestarian lingkungan, Marandus selanjutnya mengungkapkan bahwa, "Lebih baik menanam sebatang pohon di alam terbuka ketimbang menyimpan sebatang emas di dalam lemari besi terkunci".

Tampak hadir di antara undangan, General Manager Toba Caldera UGGp Dr Azizul Kholis, Plt. Dirut BPODT diwakili Mosanda selaku Plt Direktur Investasi, Ketua Umum DPP KMDT Edison Manurung, Kapolres Toba yang diwakili Kapolsek Lumban Julu, pemuka agama dari kalangan Gereja HKBP dan HKI, akademisi dari pimpinan Universitas Murni Teguh Pematang Siantar, serta Kepala SMAN Uluan.

Didapuk sebagai pemimpin acara pelepasan ikan di hulu sungai kecil Lumban Rang yang mengalir jernih dari Air Terjun Taman Eden 100, General Manager Toba Caldera UGGp, Azizul Kholis, menyampaikan apresiasi yang mendalam atas ketokohan Marandus Sirait dalam berbagai isu lingkungan.

"Pada kesempatan ini, izinkanlah saya mewakili BP TC-UGGp mengucapkan selamat berulang tahun kepada Pak Marandus sebagai tokoh inspiratif perjuangan lingkungan. Semoga langkah dan pilihan yang Bapak tunjukkan dapat kiranya menjadi tauladan dan pengajaran yang berharga bagi generasi muda kita untuk juga mau peduli dan mencintai lingkungan. Untuk itu, Taman Eden yang merupakan salah satu geosite dalam kawasan Toba Caldera Geopark ini harus terus dipertahankan sebagai salah satu pusat edukasi lingkungan berbasis geopark kepada masyarakat luas, khususnya generasi muda kita," papar dosen FEB UNIMED itu.

Marandus lahir di Dusun Lumban Rang, Desa Sionggang Utara, Kecamatan Lumban Julu, sebagai putra sulung dari almarhum Leas Sirait, yang selama hidupnya juga dikenal sebagai tokoh pejuang lingkungan di Sionggang Julu.

Jejak langkah Marandus yang meneruskan perjuangan Ayahnya dalam usaha-usaha pelestarian lingkungan secara turun temurun telah menarik perhatian publik nasional sehingga Presiden Susilo Bambang Yudhoyono berkenan menganugerahinya Penghargaan Kalpataru sebagai penghargaan tertinggi di Indonesia untuk bidang lingkungan pada tahun 2005.

Proyek lingkungan mereka yang paling monumental adalah menjadi palang pintu dalam mempertahankan hutan lindung di bagian atas Taman Eden dan menghijaukan lingkungan pemukiman keluarga mereka dengan lebih dari 100 jenis tanaman buah-buahan lokal, di samping mengoleksi ratusan jenis anggrek hutan khas dataran tinggi Toba sebagai pusat edukasi dan wisata yang kemudian ditetapkan sebagai salah satu situs geologi di Toba Caldera Geopark.

Untuk memeriahkan ulang tahunnya yang ke-59, serta dalam rangka menyambut Hari Lingkungan Sedunia, tokoh yang telah berkali-kali dipilih menjadi utusan untuk berbagai event lingkungan nasional ini mengajak para undangan untuk menanam pohon khas Toba seperti anturmangan dan andaliman, melepaskan ikan, melepasliarkan burung (ruak-ruak/sibontar andora, jalak, kacir), dan menghadiri pameran aneka produk turunan andaliman seperti andaliman bubuk, biji kering, bandrek andaliman, sambal andaliman, keripik andaliman, sabun andaliman, handbody andaliman skincare andaliman, dan lain-lain.

Lokasi penanaman pohon dilakukan antara lain di Air Terjun Taman Eden (15 pohon anturmangan dan andaliman), komplek gereja, kantor pemerintahan di Desa Sionggang Utara (sebanyak 15 batang), komplek Kantor Camat, Polsek, Dan Ramil, SMKN Aeknatolu (sebanyak 20 batang), Kota Pematang Siantar (5 batang), dan Komplek USU Medan (5 batang). Penanaman itu dilakukan secara berurutan sejak 1 Juni hingga 5 Juni 2026, yaitu pada puncak peringatan Hari Lingkungan Sedunia. (Relis)

Tags
beritaTerkait
Pabrik Sawit PTPN IV PalmCo Raih PROPER Hijau, Dorong Transisi Energi dan Efisiens
PJS Simalungun Tanam 1.000 Pohon Buah di Kawasan Danau Toba
Polsek Siantar Martoba Tangkap  Pelaku Curas di Depan Suzuya
Wabup Lom Lom Suwondo Pimpin Susur Sungai Program Kali Bersih di Tanjung Morawa
Operasi Ketupat Toba 2026 Tekan Gangguan Kamtibmas 24,27 Persen
Tragis! Truk Gagal Menanjak Tabrak Mobil Hendak Berlibur ke Danau Toba, 3 Orang Tewas
komentar
beritaTerbaru