Minggu, 29 Maret 2026

Modus Penipuan Ngaku Petugas Bea Cukai, Warga Binjai Hampir Jadi Korban Tagihan Fiktif Rp2,7 Juta

Administrator - Senin, 08 September 2025 19:53 WIB
Modus Penipuan Ngaku Petugas Bea Cukai, Warga Binjai Hampir Jadi Korban Tagihan Fiktif Rp2,7 Juta
foto ist
MODUS PENIPUAN: Inilah foto identitas pelaku modus penipuan yang diterima Rospida Dolok Saribu (46) warga Binjai Estate , Kecamatan Binjai Selatan

POSMETRO MEDAN,BINJAI – Aksi penipuan dengan modus mengatasnamakan petugas Bea dan Cukai kembali marak. Kali ini, seorang warga Binjai Selatan bernama Rospida Dolok Saribu (46) warga Binjai Estate , Kecamatan Binjai Selatan, hampir jadi korban penipuan. Ini setelah dia menerima pesan berantai melalui aplikasi WhatsApp yang mengaku sebagai petugas Bea Cukai Bandara Soekarno-Hatta, Jakarta.

Dalam pesan tersebut, pelaku menginformasikan bahwa korban melakukan pembelian pakaian di sebuah toko online bernama Toko Galery Batik.

Baca Juga:

Barang pesanan disebut tertahan karena tidak dilengkapi "Label Pajak". Pelaku kemudian mengancam barang akan disita dan kasus dilimpahkan ke ranah hukum jika biaya label tidak segera dibayarkan.

Tak tanggung-tanggung, pelaku meminta korban segera mentransfer uang senilai Rp2,7 juta ke rekening pribadi atas nama Muhammad Hisyam Al Huhajir di salah satu bank nasional. Untuk meyakinkan korban, pelaku turut mengirimkan foto kartu identitas dan surat palsu yang mengatasnamakan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai.

Baca Juga:

Pesan ancaman terus dilancarkan, bahkan pelaku menakut-nakuti korban dengan mengatakan akan mengirim surat penangkapan ke kepolisian jika dalam 30 menit tidak ada pembayaran.

Korban Rospida Dolok Saribu, warga Binjai yang hampir menjadi korban penipuan ini, mengaku awalnya panik saat menerima pesan dari seseorang yang mengaku petugas Bea Cukai.

"Saya tiba-tiba dapat pesan WhatsApp, katanya saya membeli pakaian dari toko online dan barang saya tertahan di bandara. Mereka bilang saya harus bayar Rp2,7 juta untuk biaya label pajak. Kalau tidak, kasusnya akan dibawa ke polisi. Ia mengatakan, pelaku bahkan mengirim foto kartu identitas dan surat resmi palsu untuk meyakinkan dirinya," ujar Rospida, Senin (8/9/2025)

"Awalnya saya sempat ragu dan takut, karena mereka bilang bisa ditangkap kalau tidak segera bayar. Tapi setelah saya pikir-pikir, ada banyak kejanggalan, apalagi nomor rekeningnya atas nama pribadi, bukan instansi," tambahnya.

Rospida pun memilih tidak menuruti permintaan pelaku dan menyadari bahwa hal itu adalah modus penipuan.

"Saya bersyukur tidak sempat transfer uang. Semoga dengan kejadian ini, masyarakat lebih hati-hati dan tidak mudah percaya kalau ada yang minta uang dengan mengatasnamakan Bea Cukai atau instansi pemerintah lainnya," pungkasnya. ( Oji )

Editor
: Salamuddin Tandang
Tags
beritaTerkait
Warga Jalan Turi Kec Medan Denai Tolak Rencana RTH Dijadikan Tempat Pembuangan Sampah
Reuni 40 Angkatan 1986 SMAN 2 Binjai Penuh Romantika dan Semangat Kolaborasi
Anggota Komisi III DPR RI Mangihut Sinaga Kunjungi Kejari Binjai
Awalnya Positif Narkoba, Belakangan Dinyatakan Negatif
Tragedi Mobil Brio Hantam Pedagang Pasar Kaget, AMPI Binjai Minta Pelaku Dihukum Berat
Wike Rahayu: Pikiran Saya Tak Tenang, Habis Ribut Sama Pacar
komentar
beritaTerbaru