POSMETRO MEDAN-Kelakuan AM alias Abi (31) benar-benar mencoreng dunia pendidikan agama. Pria yang menjabat sebagai pemilik sekaligus pengajar di sebuah Pondok Tahfidz di Desa Sei Mencirim ini tega mencabuli hingga menyetubuhi santriwatinya sendiri.
Kasat Reskrim Polrestabes Medan, Kompol Bayu Putro Wijayanto mengungkapkan, berdasarkan hasil penyelidikan, terdapat lima orang santriwati yang menjadi korban kebejatan tersangka. Dari jumlah tersebut, empat orang dicabuli, sementara satu orang lainnya dipaksa bersetubuh.
"Total ada lima korban. Seluruhnya sudah menjalani analisis psikologi. Untuk pemulihan hak-hak korban, kami berkoordinasi dengan UPT PPA dan Peksos Deli Serdang," tegas Bayu, Jumat (20/2/2026).
Baca Juga:
Hasil interogasi polisi mengungkap fakta miris di balik aksi nekat tersangka. AM mengaku nekat menggerayuti anak didiknya karena kecanduan menonton film dewasa. Sebelum melancarkan aksi bejatnya, Abi lebih dulu mencekoki para korban dengan tayangan video porno dari ponselnya.
Baca Juga:
"Motifnya karena yang bersangkutan sering melihat film dewasa. Saat beraksi, korban diperlihatkan video tersebut terlebih dahulu," beber Kasat.
Aksi "predator" ini dilakukan AM dengan memanfaatkan situasi sunyi di pondok. Tersangka memilih waktu saat istrinya—yang juga pengajar di sana—sedang keluar rumah untuk belanja keperluan pondok.
Adapun lokasi yang digunakan tersangka untuk melampiaskan nafsu setannya adalah kamar mandi dan sebuah ruangan tertutup yang berada di area dapur.
"Jadi saat istrinya keluar belanja, di situlah tersangka beraksi. Lokasinya ada di kamar mandi dan satu ruangan agak tertutup di bagian dapur," tambah Bayu.
Selain itu, aksi tak terpuji itu dilakukan AM di kamar mandi ponpes dan di sebuah ruangan yang tertutup di bagian dapur. "Di dapur itu ada satu ruangan agak tertutup," kata Bayu.
Tags
beritaTerkait
komentar