Resmi Pimpin Polda Sumut, Irjen Pol Sonny Irawan Disambut Ulos dan Tarian Tradisional
POSMETRO MEDAN, Medan Kapolda Sumatera Utara yang baru, Irjen Pol. Sonny Irawan, S.I.K., M.H., mendapat sambutan adat dan penghormatan jaj
Medan 4 jam lalu
POSMETRO MEDAN,Medan — Aroma tajam operasi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menyeruak di Sumatera Utara. Setelah menyisir rumah pemilik DNG Group pada siang hari, malam harinya giliran Kantor Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Mandailing Natal yang diobrak-abrik.
Tim antirasuah keluar dari lokasi dengan membawa sejumlah barang bukti, yang hingga kini belum dirinci secara resmi.
Langkah cepat dan agresif KPK ini sontak mengundang tanda tanya besar, baik di kalangan jurnalis maupun masyarakat Sumut. Grup-grup WhatsApp penuh spekulasi: "Beranikah KPK menyentuh sang gubernur?" Sebuah pertanyaan yang menggantung, namun tajam, mengingat posisi Gubernur sebagai pucuk pimpinan pemerintahan di provinsi ini.
Baca Juga:
Topan Obaja Ginting, pejabat Pemprov Sumut yang lebih dulu ditangkap, disebut-sebut hanya bagian dari permukaan gunung es. Pertanyaan klasik pun kembali mencuat: "Mungkinkah Topan bermain sendiri tanpa restu atau perlindungan dari atasannya?" Dalam birokrasi yang sarat hierarki dan intrik, sulit dipercaya seorang pejabat level menengah bisa bergerak bebas tanpa sokongan dari 'atas angin'.
Banyak pihak menduga, penangkapan Topan hanyalah pintu masuk. KPK diyakini sedang menelusuri jalur uang, perintah, dan relasi kuasa. Jika benar ada struktur yang melibatkan nama-nama besar, bukan tidak mungkin akan muncul babak baru dalam drama besar korupsi di Sumatera Utara.
Baca Juga:
Rakyat Sumut kini menanti transparansi dan keberanian dari KPK. Terlalu lama provinsi ini dirundung praktik "dagang sapi" dan proyek bagi-bagi kue yang menguntungkan elite, namun memiskinkan rakyat. Publik pun mulai muak dengan pola lama yang terus berulang.
Logika publik berkata: Topan tak akan seberani itu jika tak merasa kebal. Narasi umum menyimpulkan: tak mungkin ia bertindak tanpa tameng kuat. Maka, wajar jika sorotan mulai diarahkan ke kantor tertinggi di provinsi ini.
Pertanyaannya kini: Apakah KPK siap membongkar semuanya? Apakah benar ada "raja-raja kecil" di balik pengaturan proyek? Dan yang paling ditunggu: Apakah KPK berani menyentuh figur tertinggi di Sumut?
Untuk sekarang, Sumatera Utara hanya bisa menunggu. Tapi satu hal pasti: rakyat tidak akan diam. Semua mata kini tertuju pada siapa yang akan terseret berikutnya dalam pusaran korupsi ini.
Sumut butuh bersih—bukan basa-basi. (Reza Nst)
POSMETRO MEDAN, Medan Kapolda Sumatera Utara yang baru, Irjen Pol. Sonny Irawan, S.I.K., M.H., mendapat sambutan adat dan penghormatan jaj
Medan 4 jam lalu
Samosir Ekspansi Bawang Putih Hingga 2.000 Hektare, Bupati Vandiko Gultom Butuh Dukungan Alsintan dan Irigasi.
Sumut 4 jam lalu
POSMETRO MEDAN, Tiga Lingga Memanfaatkan waktu istirahat dengan kegiatan yang positif menjadi salah satu bagian dari upaya MIN 4 Dairi dal
Sumut 4 jam lalu
Walikota Medan Rico waas didampingi OPD serta Camat
Medan 4 jam lalu
Kadis SDABMBK Khairul Azmi Dampingi Walikota Medan Rico Waas
Medan 5 jam lalu
POSMETRO MEDANKepedulian terhadap masyarakat yang membutuhkan terus mengalir melalui DPC Gerakan Rakyat Indonesia Bersatu (GRIB) Jaya Kota M
Medan 5 jam lalu
POSMETRO MEDANSeorang pria yang diduga merupakan mahasiswa baru meninggal dunia usai melompat dari lantai 20 Gedung Universitas Prima Indone
Peristiwa 11 jam lalu
Walikota Medan Rico Waas tinjau RTLH Belawan
Medan 11 jam lalu
Kegiatan HUT TNI
Medan 21 jam lalu
Pj sekda Kota Medan Erfin Fachrurrazi memberikan arahan
Medan 21 jam lalu