Rahasia TK Pembina Rantauprapat Ajarkan Kemandirian: Sulap Pekarangan Jadi Sekolah Ketahanan Pangan
MEDANRahasia TK Pembina Rantauprapat Ajarkan Kemandirian Sulap Pekarangan Jadi Sekolah Ketahanan Pangan.
Sumut 11 menit lalu
POSMETROMEDAN, Medan — Dugaan penyimpangan penyaluran bantuan sosial (bansos) kembali mencuat di Kota Medan. Sejumlah elemen masyarakat yang tergabung dalam Solidaritas Aliansi Masyarakat Peduli Kota Medan (SEMA) menggelar aksi unjuk rasa di Gedung DPRD Kota Medan dan Kantor Wali Kota Medan, Rabu (28/1/2025).
Aksi tersebut digelar sebagai bentuk protes atas dugaan tidak transparannya penyaluran berbagai bantuan sosial di Lingkungan 12, Kelurahan Binjai, Kecamatan Medan Denai. Massa aksi menilai kebijakan dan praktik di tingkat lingkungan selama ini tidak berpihak kepada masyarakat kecil, khususnya warga yang berhak menerima bantuan pemerintah.
Baca Juga:
Dalam orasinya, massa menyebut Kepala Lingkungan (Kepling) 12 diduga kuat tidak aspiratif dan telah menyalahgunakan kewenangan dalam proses pendataan hingga penyaluran bantuan sosial, seperti Program Keluarga Harapan (PKH), bansos reguler, BLT disabilitas, hingga bantuan bagi warga lanjut usia (lansia).
Koordinator aksi, Johan Merdeka, menegaskan bahwa dugaan penyimpangan tersebut bukan persoalan baru, melainkan telah berlangsung cukup lama dan merugikan banyak warga.
Baca Juga:
"Kami melakukan aksi damai ini untuk meminta Wali Kota Medan segera mencopot Kepling 12 yang sudah berkuasa selama 17 tahun di Kelurahan Binjai, Kecamatan Medan Denai. Kami menduga kuat telah terjadi manipulasi data penerima bansos yang sangat merugikan masyarakat," tegas Johan dalam orasinya.
Menurut Johan, banyak warga yang seharusnya berhak menerima bantuan justru tidak terdata, sementara penerima bantuan diduga tidak sesuai dengan kriteria yang telah ditetapkan pemerintah. Bahkan, kata dia, muncul kejanggalan di mana warga yang awalnya tidak mendapatkan bantuan, baru menerima bansos setelah adanya protes dan tekanan dari masyarakat.
"Ini menimbulkan kecurigaan. Awalnya dibilang tidak dapat bantuan, tapi setelah ada gebrakan dan pengaduan, tiba-tiba bantuan bisa keluar. Artinya ada yang tidak beres dalam pendataan," ujarnya.
Dalam aksi tersebut, SEMA menyampaikan sejumlah tuntutan kepada Pemerintah Kota Medan dan DPRD Kota Medan, di antaranya:
1. Mencopot dan mengevaluasi Kepling 12 Lingkungan 12 Kelurahan Binjai karena dinilai tidak aspiratif dan tidak transparan.
2. Mengusut tuntas dan membuka secara transparan data penerima bantuan sosial, termasuk PKH, BLT disabilitas, bantuan lansia, dan bansos lainnya.
3. Menyelidiki dugaan manipulasi data penerima bansos yang diduga dilakukan oleh Kepling 12.
4. Memastikan penyaluran bantuan sosial di Lingkungan 12 dilakukan secara adil, tepat sasaran, dan sesuai aturan.
Aksi yang berlangsung tertib tersebut akhirnya mendapat respons dari Pemerintah Kota Medan. Massa diterima langsung oleh Kepala Dinas Sosial Kota Medan, Camat Medan Denai, serta Lurah Binjai untuk menyampaikan aspirasi dan laporan warga.
Di hadapan massa aksi, Camat Medan Denai, Toni Sidabalok, menyatakan komitmennya untuk menindaklanjuti seluruh laporan dan keluhan masyarakat terkait dugaan penyimpangan bansos tersebut.
"Kami akan menindaklanjuti keluhan warga dan melakukan pemeriksaan terhadap Kepling 12. Apabila dalam pemeriksaan nanti terbukti bersalah, akan kami copot saat ini juga," tegas Toni.
Ia juga menambahkan bahwa pihak kecamatan akan berkoordinasi dengan Dinas Sosial Kota Medan guna melakukan verifikasi ulang data penerima bantuan sosial di Lingkungan 12 agar penyaluran bansos benar-benar tepat sasaran.
Sementara itu, perwakilan massa aksi berharap janji tersebut tidak hanya menjadi pernyataan seremonial semata. Mereka meminta Pemerintah Kota Medan bersikap tegas terhadap oknum aparat di tingkat lingkungan yang diduga menyalahgunakan kewenangan.
SEMA menegaskan akan terus mengawal kasus dugaan penyimpangan bansos ini hingga tuntas, demi memastikan hak-hak masyarakat kecil tidak dirampas dan kepercayaan publik terhadap pemerintah dapat dipulihkan.( Rez)
MEDANRahasia TK Pembina Rantauprapat Ajarkan Kemandirian Sulap Pekarangan Jadi Sekolah Ketahanan Pangan.
Sumut 11 menit lalu
POSMETRO MEDAN,Medan Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara bersama PT.PLN (Persero) Unit Induk Penyaluran Dan Pengaturan Beban Sumatera Utara me
Medan 13 menit lalu
POSMETRO MEDAN,Medan Batalyon Para Komando (Yonko) 463 Pasukan Gerak Cepat (Pasgat) menggelar kegiatan silaturahmi dan halal bihalal bersa
Medan 22 menit lalu
Posmetro Medan, Binjai Pemerintah Kota Binjai secara resmi menyampaikan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Wali Kota Akhir Tahun
Sumut 40 menit lalu
Posmetro Medan, Medan Walikota Medan Rico Waas buka sosialisasi Program Keluarga Harapan ( PKH) Medan Makmur dan Digitalisasi bantuan sosia
Medan satu jam lalu
Posmetro Medan, MedanWali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, siap mengikuti kebijakan Pemerintah Pusat yang telah menetapkan sistem kerj
Medan 2 jam lalu
Menurut Rico Waas, saat ini Pemko Medan telah mempersiapkan pelaksanaan kebijakan tersebut di lingkungan Pemerintah Kota (Pemko) Medan.
Medan 2 jam lalu
POSMETRO MEDAN,Belawan Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim) Polres Pelabuhan Belawan melalui Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA)
Medan 2 jam lalu
Langkah berani ini pun menuai apresiasi luas, khususnya bagi jajaran Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, Cipta Karya, dan Ruang Terbuka Hi
Medan 3 jam lalu
Menindaklanjuti informasi tersebut, tim melakukan penyelidikan dan pemantauan terhadap pergerakan para tersangka hingga akhirnya berhasil m
Kriminal 3 jam lalu