Kamis, 14 Mei 2026

Soroti Kasus Penjual Es dan MBG, YouTuber Abah Safwan Khayat Sebut Hukum Tajam ke Bawah Tumpul ke Atas

Faliruddin Lubis - Senin, 02 Februari 2026 12:28 WIB
Soroti Kasus Penjual Es dan MBG, YouTuber Abah Safwan Khayat Sebut Hukum Tajam ke Bawah Tumpul ke Atas
IST
YouTuber Abah Safwan Khayat.

POSMETRO MEDAN,Medan – YouTuber Abah Safwan Khayat menyoroti dugaan ketimpangan penegakan hukum di Indonesia melalui tayangan di kanal YouTube miliknya.

Dalam video tersebut, ia membandingkan penanganan kasus penjual es keliling dengan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang disebut telah menelan banyak korban.

Abah Safwan mengungkapkan keprihatinannya terhadap penangkapan Sudrajat, seorang penjual es keliling yang dituding menjual es berbahan gabus atau spons yang diduga berbahaya bagi kesehatan.

Baca Juga:

Menurutnya, tudingan tersebut masih sebatas dugaan, namun Sudrajat langsung diamankan aparat dan diperlakukan secara represif.

"Ini baru dugaan, tapi langsung ditangkap. Padahal beliau sudah puluhan tahun berjualan dan tidak pernah menimbulkan korban," ujar Abah Safwan dalam videonya. Ia menyebut perlakuan tersebut mencerminkan hukum yang keras terhadap rakyat kecil.

Baca Juga:

Di sisi lain, Abah Safwan menyoroti program Makan Bergizi Gratis yang dilaporkan menyebabkan banyak siswa jatuh sakit hingga harus dirawat di rumah sakit. Ia menyebut jumlah korban mencapai ribuan orang, namun hingga kini belum ada pihak yang ditetapkan sebagai tersangka.

"Korban MBG berjatuhan di mana-mana, tapi tidak ada yang diproses hukum. Tidak ada yang ditahan. Ini yang membuat publik bertanya-tanya," katanya.

Ia juga menyinggung anggaran MBG yang disebut sebesar Rp15.000 per porsi. Namun menurut informasi yang beredar, nilai makanan yang diterima siswa diduga jauh di bawah angka tersebut, bahkan diperkirakan hanya sekitar Rp6.500 per porsi. Abah Safwan mempertanyakan ke mana sisa anggaran tersebut mengalir.

Dalam tayangan itu, ia juga menampilkan contoh menu MBG yang dinilainya tidak layak disebut bergizi, seperti ikan lele berukuran kecil dan kurus serta potongan semangka yang sangat tipis. "Apakah ini layak disebut makanan bergizi?" ujarnya.

Lebih lanjut, Abah Safwan menyampaikan bahwa sejumlah orang tua murid di beberapa sekolah disebut telah berani mengambil sikap dengan menghentikan program MBG di sekolah mereka. Ia menilai langkah tersebut sebagai bentuk kepedulian terhadap kesehatan anak-anak.

Tags
beritaTerkait
TNI dan MAN Tanjungbalai Kolaborasi Pastikan MBG Berjalan Lancar
YLBH Keadilan Setara–Polres Tanjungbalai Kompak Dorong Restorative Justice
LBH Keadilan Setara Dorong Pemenuhan Hak Hukum Warga Binaan, Jajaki MoU dengan Lapas TBA
Bersama Kejaksaan, ABPEDNAS Kota Binjai Hadiri Jaga Dapur MBG
Kejari Belawan Musnahkan Barang Bukti 216 Perkara
Dugaan Pungli Uang Perpisahan di SDN 05 Rantau Utara, Praktisi Hukum: Terancam 9 Tahun Penjara
komentar
beritaTerbaru