Rabu, 11 Februari 2026

Ahli hukum Pidana: Kasus Pancur Batu Berbeda Jauh dengan Sleman, Penganiayaan Terencana & Bukan Spontanitas

Salamudin Tandang - Selasa, 03 Februari 2026 18:01 WIB
Ahli hukum  Pidana: Kasus Pancur Batu Berbeda Jauh dengan Sleman, Penganiayaan Terencana & Bukan Spontanitas
Ist
Ahli pidana Prof. Alvi Syahrin didampingi Kasatreskrim Polrestabes Medan AKBP Bayu Putro Wijayanto, menegaskan, Tidak ada dasar hukum yang membenarkan warga melakukan penangkapan disertai kekerasan, terlebih ketika proses penyelidikan resmi telah berjalan

POSMETRO MEDAN

MEDAN-Perbandingan antara kasus penganiayaan di Pancur Batu dengan peristiwa di Sleman mulai beredar di ruang publik. Namun, bagi ahli pidana Prof Dr Alvi Syahrin, dua peristiwa itu berada pada kutub hukum yang berbeda.

"Sangat jauh. Tidak bisa ditarik ke dalam kerangka alasan pembenar," kata Alvi saat menghadiri temu pers di Mapolrestabes Medan, Senin (2/2/2026).

Baca Juga:

Kunci pembedanya terletak pada satu frasa penting dalam hukum pidana: serangan seketika.

Dalam peristiwa di Sleman, menurut Alvi, terdapat situasi ketika pelaku kejahatan melakukan penjambretan dan menimbulkan ancaman langsung.

Baca Juga:

Dalam kondisi demikian, hukum membuka ruang bagi pembelaan terpaksa tindakan spontan untuk menyelamatkan diri atau orang lain dari bahaya yang sedang berlangsung.

"Tujuannya jelas, menghentikan serangan yang sedang terjadi," ujar Alvi.

Situasi tersebut, kata dia, tidak ditemukan dalam perkara Pancur Batu. Kasus di Pancur Batu bermula dari pencurian di sebuah toko ponsel. Kejahatan itu telah selesai.

Tidak ada kejar-kejaran, tidak ada ancaman langsung, dan tidak ada serangan fisik yang sedang berlangsung. Bahkan, laporan polisi telah dibuat dan proses hukum sudah berjalan.

Namun, alih-alih menunggu negara bekerja, korban pencurian justru memilih bertindak sendiri.

Tags
beritaTerkait
Diduga Kebal Hukum, Bangunan Tanpa PBG di Jalan Karya Amal Tetap Berdiri Megah Meski Pernah Ditindak Satpol PP
Isu Jurnalis Perempuan  di Era Digital , jadi Topik Bahasan FJPI HPN
Plt Camat Medan Johor Resmi Buka MTQ ke-59 Tingkat Kecamatan Tahun 2026
Dua Kadis Mengundurkan Diri, Isu “Sakit” di Era Kepemimpinan Bobby Kian Disorot
Pemko Medan Sambut Kehadiran SPPG Sudirejo II - 003 Sebagai Bagian Dari Upaya Peningkatan Kualitas Masyarakat
Camat Medan Petisah Diduga Izinkan Tanah Eks Koperasi Dipakai Vihara
komentar
beritaTerbaru