Di tengah kebingungannya, Sukidi mengaku semakin heran ketika menerima surat panggilan penyidikan dari kepolisian. Dalam surat itu tertulis bahwa mobil yang kontra dengannya bernomor polisi BK 1128 AGC, bukan BK 1880 CA sebagaimana yang ia lihat saat kejadian.
Baca Juga:
"Ini yang bikin saya makin bingung. Setahu saya plat mobil malam itu BK 1880 CA. Tapi di surat polisi yang dipanggilkan ke saya, jadi BK 1128 AGC. Kenapa bisa berbeda?" katanya, bingung.
Baca Juga:
Sejak itu, hari-harinya dipenuhi rasa cemas. Sukidi lebih banyak berdiam di rumah, berusaha menenangkan istrinya yang juga ikut ketakutan. Namun, keresahan tak kunjung hilang.
"Saya tinggal berdua sama istri, anak-anak sudah berkeluarga. Kalau saya sampai ada apa-apa dengan saya, bagaimana dengan istri saya?," katanya sedih.
Sukidi hanyalah seorang sopir yang menggantungkan hidup dari pekerjaannya. Kini, hidupnya mendadak berubah: dari sekadar mencari nafkah, ia harus berhadapan dengan proses hukum dan tuntutan ratusan juta rupiah yang jauh melampaui kemampuannya.
Editor
: Salamuddin Tandang
Tags
beritaTerkait
komentar