Kepala Sekolah SMP Negeri tersebut, Frida Tesalonik, mengatakan pertemuan itu menghasilkan kesepakatan berupa surat pernyataan.
Dalam surat pernyataan, orangtua pelaku menyanggupi biaya pengobatan korban untuk mata dan kepala.
Namun, menurut keluarga korban, kesepakatan tersebut tidak dijalankan sepenuhnya.
"Awalnya pihak pelaku mau tanggung jawab penuh. Tapi waktu korban dibawa ke Fatmawati, keluarga pelaku malah lepas tangan, sampai nyuruh orangtua korban cari pinjaman uang sendiri," kata RF.
Keluarga MH kemudian melaporkan kembali kasus tersebut ke pihak sekolah.
Namun, pihak sekolah menyarankan agar laporan diteruskan ke Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Tangerang Selatan.
"Kemarin LBH kami ke sekolah, tapi diarahkan untuk lapor ke Dindik," kata RF.
Hingga kini, MH masih dirawat intensif di RSUP Fatmawati dalam kondisi lemah dan belum sepenuhnya sadar.
Keluarga hanya berharap agar kondisi MH segera membaik dan kasus ini mendapat perhatian serius dari pemerintah dan penegak hukum.
"Yang kami inginkan sekarang cuma kesembuhan adik saya. Itu saja," tutur RF.
Tags
beritaTerkait
komentar